Usaha Susu Pasteurisasi, Peluang Usaha Di Desa Yang Menjanjikan

Usaha susu pasteurisasi memiliki peluang yang sangat menjanjikan di jalankan di desa yang memiliki sentral usaha sapi perah.

Ternyata banyak lo masyarakat yang masih belum mengetahui tentang peluang usaha ini, padahal bisnis susu bisa dijalankan dari skala kecil dan tidak harus memiliki perusahaan terlebih dahulu.

Salah satu produk susu yang bisa diproses oleh usaha skala UMKM ataupun rumahan adalah susu pasteurisasi. Nah, jika di kampung halaman anda terdapat banyak peternak sapi perah, anda bisa memulai bisnis usaha susu pasteurisasi ini.

Simak tips dan caranya berikut ini.

Usaha Susu Pasteurisasi

Pangsa Pasar Susu Pasteurisasi Lebih Banyak Ketimbang Susu Segar

Kita bisa mengasumsikan demikian karena susu pasteurisasi lebih aman dikonsumsi dibanding dengan susu murni yang masih segar.

Meskipun susu segar mengandung banyak nutrisi tapi anda juga harus tahu bahwa susu segar bisa saja mengandung kuman atau bakteri negatif, sehingga ada efek sampingnya ketika meminum.

Berbeda dengan susu pasteurisasi, karena sudah dimasak sedemikian rupa maka tingkat kontaminasi bisa menjadi lebih sedikit dan lebih aman dikonsumsi.

Karena alasan itulah masyarakat cerdas pasti memilih susu pasteurisasi ketimbang susu segar.

Poin Penting Dalam Memulai Usaha Susu Pasteurisasi

Selain teknik produksi, ada hal penting lain yang harus diperhatikan ketika ingin memproduksi makanan olahan susu, yaitu perizinan.

Perizinan sifatnya mutlak, karena produk olahan susu masuk ke dalam produk yang berisiko tinggi. Artinya siapa saja yang ingin memproduksi makanan olahan susu harus memiliki SOP produksi yang jelas dan cermat, karena susu sangat mudah terkontaminasi jika tidak ditangani secara cermat.

Susu yang terkontaminasi bisa berbahaya bagi si peminum. Itulah alasan kenapa perizinan produk olahan susu terbilang cukup rumit.

Izin Tidak Cukup SPP-IRT

Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari Badan POM Republik Indonesia, Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) saja tidak cukup untuk menjalankan usaha berbahan baku susu.


Harus ada izin tingkat MD dari BPOM. Nah, karena itu cukup sulit untuk didapat dan membutuhkan proses yang lumayan panjang, maka anda harus siap-siap sejak dini. Setahu kami badan usaha ini tidak harus didirikan oleh perseorangan alias bisa patungan dengan cara membentuk kelompok usaha.

Membentuk kelompok usaha berbasis kekeluargaan di desa masih sangat mudah dan itu memang didukung oleh pemerintah.

Baca Juga Pengertian dan Cara Mengajukan Izin PIRT Makanan

Alat Pasteurisasi Harga Mulai Rp. 10 jutaan

Alat utama dalam menjalankan usaha susu pasteurisasi adalah panci susu pasteurisasi. Alat ini bisa dibeli dengan harga estimasi mulai dari Rp. 10 jutaan dengan kapasitas produksi kurang lebih 25 liter.

Peralatan produksi lain yang di perlu di konsep diantaranya adalah penataan atau pengadaan tempat yang bersih dan higienis, peralatan memasak, dan kemasan produk. Nah, untuk bisa memulai produksi, dibutuhkan modal kurang lebih Rp. 20 jutaan.

Modal tersebut terbilang cukup sedikit jika dibandingkan dengan potensi keuntungan yang bisa diraih, dengan asumsi harga jual perbotol (250 ml) adalah Rp. 10 ribu. Jika sehari anda mampu memproduksi 100 liter susu pasteurisasi, maka keuntungan kotor sudah bisa diraba, yaitu Rp. 4 juta.

Dipotong dengan estimasi biaya produksi, tenaga kerja dan bahan pokok, masih ada potensi keuntungan bersih yang cukup banyak.

Pasar yang Melimpah

Pasar daripada susu pasteurisasi sangat luas, dimanapun tempatnya baik di pedesaan maupun perkotaan. Sekolahan, perkantoran, pasar, supermarket, minimarket, stasiun, terminal, dan pusat oleh-oleh adalah beberapa contoh pasar yang paling potensial.

Baca Juga Kaya Manfaat, Susu Kambing Etawa Laris Di Pasaran

Pemasaran Harus Cepat Karena Susu Pasteurisasi Tidak Tahan Lama

Masa kadaluarsa produk susu pasteurisasi ini tidak bisa digeneralisir dan sangat tergantung dari teknik produksi dan alat yang digunakan.

Agar bisa menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki masa kadaluarsa lebih lama, maka anda bisa berkonsultasi kepada dinas kesehatan ataupun dinas terkait guna mendapatkan bimbingan terkait alat dan teknik produksi susu pasteurisasi terbaik.

Pada umumnya susu pasteurisasi hasil olahan UMKM bisa bertahan hingga 1 minggu jika disimpan di dalam lemari pendingin.