Usaha Budidaya Semut Jepang, di Incar Untuk Pengobatan

Meski belum melewati riset secara pasti lewat ilmu kedokteran, semut jepang hingga sekarang tetap menjadi andalan untuk menjaga kesehatan bahkan pengobatan. Apalagi dinegara lain seperti Korea dan jepang, serangga ini sudah lebih familiar dikenal masyarakatnya karena beragam manfaat yang bisa didapat dengan mengkonsumsinya.

Di Indonesia sendiri saat ini semut jepang mulai populer diberbagai wilayah. Saking banyak yang mengincarnya, para pelaku usaha budidaya semut jepang juga tidak kalah bermunculan. Apalagi melihat harga jualnya yang begitu tinggi sehingga menjanjikan banyak rupiah bisa didapatkan. Rata-rata untuk satu ekor semut jepang sekarang ini mampu dihargai mulai 500 rupiah hingga 1000 rupiah an.

Memiliki harga yang terbilang mahal pasalnya serangga kecil ini dipercaya banyak memiliki manfaat seperti dapat menurunkan kolesterol, dapat mengatasi penyakit jantung, anemia atau kurang darah, asam urat hingga dikonsumsi sebagai penambah vitalitas bagi kaum pria.

Usaha Budidaya Semut Jepang

Berkenalan Lebih Dekat Dengan Semut Jepang

Meski memiliki disebut dengan nama Jepang, namun ternyata semut ini belum ada yang memastikan memang berasal dari sana. Penyebutan nama tersebut hanyalah mengacu kepada metode pengobatan menggunakan semut ini yang banyak dilakukan oleh mayarakat Jepang.

Sebelum membahas mengenai cara budidayanya, bagi yang belum begitu mengenalnya, semut ini secara fisik jauh berbeda jika disandingkan dengan semut yang biasa kita temui diberbagai tempat. Jika dilihat malah bentuknya lebih cocok disebut dengan kumbang.

Memiliki bentuk badan yang lonjong dan bertekstur keras, warna semut ini terlihat sedikit kecoklatan. Pada bagian kepalanya memiliki dua buah antena dan dibadannya ditumbuhi sepasang sayap namun tidak dapat dipergunakan untuk terbang.

Advertisement

Dalam fase kehidupannya semut jepang diawali dari sebuah telur lalu menjadi sejenis ulat dan selanjutnya terlebih dahulu mereka bertransformasi menjadi kepompong sebelum benar-benar menjadi seekor semut.

Cara Budidaya Semut Jepang

Membudidayakan atau berternak semut jepang tidak membutuhkan area tempat yang luas, karena setiap koloni semut akan ditempatkan didalam sebuah media toples plastik berukuran kecil.

Langkah pertama adalah mempersiapkan bibit semut jepang dan persiapkan media toples yang didalamnya di isikan kapas. Masukan juga kedalam toples sejumlah bubuk ragi yang nantinya akan menjadi bahan makanan bagi semut jepang.

Selanjutnya, kita bisa masukan bibit semut kedalam toples. Jumlahnya, dikira-kirakan sekitar 150 sampai 200 ekor tergantung besar toples. Jangan lupa juga berikan lubang-lubang berukuran kecil sebagai ventilasi udara pada tutup toples.

Dalam masa perawatan kita perlu perhatikan pemberian makanan yang berupa ragi tadi dapat diberikan kembali jika ketersedian dalam toples sudah habis. Penempatan toples sendiri perlu di hindarkan dari sinar matahari, lebih baik ditempatkan pada ruangan yang agak lembab dengan suhu kurang lebih 25-30 derajat celcius.

Dalam waktu sekitar satu bulan, semut jepang sudah dalam kondisi dewasa dan siap untuk dipasarkan.

Baca Juga Mengenal Usaha Budidaya Ulat Sutra

Pemasaran Semut Jepang

Pemasaran menjadi langkah terahir dari proses pembudidayaan semut jepang ini. Memang langkah ini menjadi tahapan yang cukup sulit terlebih bagi pelaku usaha yang baru saja menekuninya.

Bisa dimulai dengan menjalin hubungan antar pembudidaya semut jepang lain untuk saling bekerja sama mencari pemasaran. Selain itu, beberapa pelaku usaha juga aktif memasarkan secara online melalui internet, dengan cara ini pasar dapat dijangkau dengan luas hingga ke seluruh penjuru dunia.

Usaha budidaya semut jepang dapat dijalankan juga sebagai sampingan karena dalam hal perawatan tidak begitu menyita waktu yang banyak.