Tips Memilih Asuransi Jiwa yang Tepat Berdasarkan Kebutuhan

Pada prinsipnya asuransi jiwa diperlukan sebagai perlindungan terhadap kerugian finansial yang tidak terduga akibat meninggalnya seseorang. Penekanan manfaat atas asuransi jiwa sebenarnya ditujukan kepada orang lain dan bukan untuk diri sendiri tidak seperti asuransi-asuransi lainnya seperti kesehatan dan kerugian materi.

Penerima manfaat asuransi dalam hal ini biasanya adalah anggota keluarga. Tujuannya jelas, yaitu memastikan mereka mendapatkan kehidupan serta dapat memenuhi kebutuhan finansial yang layak setelah peristiwa yang tidak terduga tersebut.

Meskipun demikian asuransi jiwa juga bisa dibeli atas nama sendiri. Dan itu bermanfaat jika ternyata hidup seseorang terlalu lama. Inilah mengapa banyak orang mengistilahkan bahwa asuransi jiwa juga bermanfaat sebagai talangan dana pensiun setelah kehilangan produktifitas untuk bekerja.

Dari berbagai macam jenis asuransi jiwa yang dapat kita temui, ternyata asuransi jiwa tidak hanya untuk memberikan manfaat uang pertanggungan kepada nama orang yang jiwanya diasuransikan, terlebih dari itu ada asuransi jiwa yang menawarkan fitur tabungan, investasi dan nilai tunai.

Dilihat dari manfaatnya masing-masing berbeda. Oleh karena itu anda harus tepat memilih jenis asuransi berdasarkan kebutuhan. Agar pembaca lebih mengerti bagaimana cara menghitung kebutuhan asuransi jiwa, maka kami akan sedikit mengulas hal tersebut.

Memilih Asuransi Jiwa

Cara Menghitung Asuransi Jiwa Berdasarkan Kebutuhan

Sebenarnya tidak ada rumus pokok dalam menghitung kebutuhan asuransi jiwa, karena pada dasarnya uang  pertanggungan yang diharapkan oleh setiap individu berbeda.

Sebagai contoh, Pak Ada sekarang berumum 40 tahun, memiliki istri yang tidak bekerja dan 1 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah tingkat menengah. Pak Ada memperkirakan bahwa masa produktifnya tinggal beberapa puluh tahun lagi sebelum dia tidak bisa produktif lagi. Ia menginginkan adanya sebuah jaminan terhadap anak istrinya agar tetap mendapatkan kehidupan yang layak, mengingat usia Pak Ada yang sudah kepala empat. Ia menginginkan keluarganya tetap terjamin meskipun ada peristiwa yang tidak terduga sehingga hilangnya penghasilan keluarga. Dengan demikian Pak Ada harus membeli polis asuransi jiwa.

Dilihat dari kondisi tersebut maka kebutuhan Pak Ada akan asuransi jiwa bisa besar atau kecil tergantung expektasi beliau terhadap tingkat hidup istri dan anaknya. Jika beliau menginginkan anaknya lulus hingga tingkat S2, katakanlah itu akan cukup besar. Karena untuk menyelesaikan sekolah dari tingkat menengah ke Sarjana Strata 2 masih dibutuhkan uang yang sangat banyak.

Jadi yang menjadi ukuran dalam menghitung asuransi jiwa sifatnya terlebih kepada somebody’s life value yang mana itu berhubungan erat dengan penghasilan tertanggung, kebutuhan nama orang yang jiwanya diasuransikan dan ketersediaan dana untuk membeli polis asuransi.

Untuk memakai patokan-patokan itu ternyata cukup sulit dan tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Oleh karena itu perencana keuangan sering menyarankan agar menggunakan pendekatan yang simpel saja yaitu dengan mengalikan nilai pengeluaran rumah tangga dalam setahun dengan perkiraan usia produktif tertanggung (orang yang membeli polis asuransi). Maka hasilnya adalah uang pertanggungan total yang sudah bisa mencukupi orang yang jiwanya diasuransikan.

Baca juga : Tips Memberikan Pelajaran Pengelolaan Keuangan Kepada Anak

Memilih Jenis Asuransi Jiwa Berdasarkan Kebutuhan

Sangat penting untuk mempertimbangkan masak-masak sebelum memilih jenis asuransi jiwa karena itu akan sangat mempengaruhi kondisi finansial terutama berkaitan dengan jumlah premi yang harus dibayarkan. Selain itu salah menentukan prioritas maka anda tidak akan mendapatkan manfaat yang tepat. Berikut ini adalah beberapa pilihan untuk dijadikan pertimbangan.

Asuransi Jiwa Murni (Term Life)

Seperti namanya asuransi jenis ini tidak memiliki embel-embel apapun, hanya asuransi jiwa dan tidak ada fitur lainnya. Asuransi jiwa murni sering juga disebut sebagai asuransi jiwa berjangka karena kepesertaanya dibatasi oleh kontrak dalam waktu tertentu seperti 5, 10, atau 20 tahun.

Jika dipandang dari kebutuhannya, maka asuransi jiwa murni adalah pilihan yang paling tepat ketika anda menginginkan premi yang sangat ringan, uang pertanggungan yang tinggi, dan ingin fokus untuk memberikan manfaat lebih kepada orang yang namanya anda asuransikan. Lebih enak lagi anda bisa menentukan masa kontrak seperti kebutuhan. Dengan demikian anda tidak akan dibebani oleh pembayaran premi yang sebenarnya tidak perlu.

Namun demikian asuransi jiwa murni juga memiliki kekurangan, yaitu tidak adanya nilai tunai ketika tidak ada klaim. Artinya ketika tidak ada klaim maka premi akan hangus. Meskipun hangus anda tidak akan rugi, sebab anda selamat dari peristiwa yang tidak diinginkan tersebut.

Jika anda menganut prinsip “Sedia payung sebelum hujan” dan tidak mengharapkan apapun selain itu, maka asuransi jiwa term-life adalah pilihan yang paling tepat.

Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life)

Asuransi jiwa ini sangat cocok bagi anda yang memiliki dana lebih serta menginginkan tingkat proteksi yang lebih pula. Yang perlu diingat bahwa premi asuransi whole-life bisa beberapa kali lipatnya term-life. Jadi pertimbangkan kekuatan finansial anda sebelum mengambil asuransi jenis ini.

Yang menjadi pertimbangan adalah adanya nilai tunai yang dikembalikan apabila tidak ada klaim setelah masa kontrak selesai yang bisa mencapai 99 tahun. Itu artinya premi yang anda bayarkan tidak hangus. Meskipun demikian jika dibandingkan dengan biaya premi dan besaran uang pertanggungannya sebenarnya sama saja jika dibandingkan dengan term-life. Anda mendapat nilai tunai tapi anda wajib membayar mahal. Bahkan jika harus dibandingkan, nilai uang pertanggungannya akan lebih kecil.

Baca juga : 6 Ciri-Ciri Perusahaan Asuransi yang Tidak Profesional

Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

Dilihat dari besaran preminya, biasanya asuransi jiwa jenis ini lebih mahal dibanding dengan term-life namun lebih ringan dibanding dengan asuransi jiwa seumur hidup. Yang membedakan dwiguna dengan asuransi murni terletak pada hangus atau tidaknya premi. Di dalam dwiguna tidak dikenal istilah premi hangus. Sebagai konsekuensinya, preminya juga lebih mahal. Melihat karakternya, maka asuransi ini juga sangat cocok bagi yang memiliki kantong tebal.

Asuransi Jiwa Berbalut Investasi (Unit Link)

Asuransi jiwa berbalut investasi atau dalam bahasa inggrisnya dikenal dengan istilah unit linked di Indonesia tergolong masih baru dan sedang hangat-hangatnya diperbincangkan. Asuransi ini memiliki fitur investasi yang cocok dijadikan medium investasi bagi para pemula. Ingat, hanya untuk pemula.

Kami berpendapat seperti itu karena sebenarnya kalau anda ingin fokus investasi maka ada banyak pilihan instrumen investasi murni yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan unit link. Jadi kalau anda sudah berkecimpung dalam dunia investasi, maka sudah tidak diperlukan mengambil asuransi berbalut investasi dan lebih cocok membeli polis asuransi konvensional seperti term-life, whole-life, atau dwiguna.

Dalam unit-link uang anda akan diputar oleh perusahaan asuransi untuk melakukan investasi di perbagai macam instrumen seperti reksadana, obligasi, saham dan lain sebagainya. Analogi yang paling mudah, anda mempercayakan perusahaan asuransi untuk memutar uang anda agar lebih produktif. Oleh karena itu anda akan dikenakan biaya tambahan seperti ketika melakukan top-up.

Kalau prioritas kebutuhan anda adalah ingin belajar investasi sekaligus mendapatkan proteksi jiwa, maka unit-link bisa menjadi pilihan. Yang perlu diingat, uang pertanggungan yang anda dapatkan akan disesuaikan dengan naik-surutnya nilai uang yang diinvestasikan.

Baca Juga : Kamu Ingin Hidup Mapan Di Masa Depan ? Mulai Berinvestasi Dari Sekarang !

Apapun yang menjadi keputusan anda sebaiknya dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan berbagai macam faktor dan prioritas kebutuhan. Menurut pendapat kami, jika kondisi keuangan anda pas-pasan dan menginginkan proteksi yang lebih, maka satu-satunya jalan hanyalah dengan asuransi term-life atau asuransi murni. Demikian yang dapat kami tulis, semoga bermanfaat.