Tips Membeli Franchise Agar Tidak Salah Pilih

Franchise memang tepat di jadikan pilihan ketika kita masih ragu meraba-raba sebuah peluang usaha mandiri. Dengan membeli franchise kita tidak perlu lagi memikirkan peluang dan sistem bisnis karena semua sudah disetup dan pangsa pasarnya sudah dianalisis secara matang oleh franchisor.

Terlebih lagi semua fasilitas promosi sudah disiapkan dan bahkan selalu digelontor oleh franchisor. Sebagai franchisee alias pemilik modal, kita tinggal menjalankan konsep tersebut tanpa harus memulai dari nol.

Dengan menjadi franchisee yang perlu kita siapkan terutama adalah modal. Menimbang keterlibatan kita dalam membangun bisnis bisa dibilang tinggal 30% (sisanya sudah diurus sama pemilik bisnis franchise) untuk kemudian sebagian besar keuntungan di limpahkan kepada kita sebagai pemilik modal, maka untuk bisa sukses di bisnis ini sebenarnya tergantung dari pihak franchisor. Seberapa hebat pemasarannya, seberapa kuat sistem bisnisnya dan seberapa ketat manajemen yang diterapkan.

Maka dari itu, sejak dari awal sebelum membeli franchise kita harus memiliki pertimbangan ketat apalagi dengan modal terbatas. Berikut adalah beberapa tips membeli franchise yang bisa anda gunakan sebagai bahan pertimbangan sebelum acc ke salah satu franchisor.

Tips Membeli Franchise

Baca Juga Bisnis Warteg Kini Ada Franchisenya, Mau Coba ?

Reputasi Franchisor

Memahami latar belakang franchisor sangat penting. Diantara parameter yang bisa anda baca adalah berapa anggota yang sudah tergabung, berapa lama franchise tersebut berdiri dan bagaimana kualitas produk atau jasanya.

Termasuk juga seberapa populer brand yang telah mereka bangun, dimana brand tersebut dikenal oleh masyarakat dan seberapa tangguh pesaing yang terjun dalam bidang yang sama.


Pilihan Produk

Ada bisnis franchise yang menjual berbagai produk ataupun jasa dan ada juga yang fokus di salah satu produk. Jika memilih franchisor yang memiliki produk tunggal, maka baca kebutuhan konsumen akan produk tersebut. Terkadang satu produk malah lebih efektif dibanding dengan usaha franchise yang menawarkan lebih dari satu produk.

Segmentasi Pasar yang Mereka Fokuskan

Setiap franchisor memiliki orientasi pasar bisnis yang berbeda-beda. Hal tersebut akan mempengaruhi gaya (style) pemasaran, manajemen, hingga proyeksi keuangan yang ditawarkan.

Misalnya adalah franchise minuman berbahan coklat. Target konsumennya pasti kalangan anak-anak hingga remaja. Apakah anda mampu mengikutinya?

Dalam menjawab ini pastikan franchise yang anda beli memang sesuai dengan passion. Jika sudah sesuai dengan passion maka itu akan mempermudah langkah dalam mengembangkan usaha.

Prove It By Yourself ! Jangan Gampang Percaya Cerita Orang

Untuk mengetahui reputasi franchisor anda tidak boleh asal percaya cerita orang lain. Buktikan sendiri, ngobrol dengan manajernya, dan tarik kesimpulannya.

Bagaimana sistem kontraknya ?

Franchisor yang bagus dan kredibel pasti memiliki sistem bisnis dan manajemen yang baik. Itu bisa anda pelajari melalui sistem kontrak franchise yang diberikan. Apapun itu jenisnya (misalnya sistem royalti, beli-putus, dan sebagainya) harus disertai dengan kontrak kerjasama yang baik, jelas serta memiliki kekuatan hukum.

Dukungan Apa Saja yang Bisa Anda Dapatkan?

Bisnis apa saja termasuk franchise juga selalu memiliki tantangan dan hambatan. Anda sebagai franchisee berhak untuk mendapatkan pengarahan dan solusi atas semua kendala yang mungkin terjadi. Agar tidak kerepotan, maka anda bisa memperjelas terkait dukungan yang berhak anda dapatkan ketika ada masalah.

Pikirkan Arah Pengembangan Usaha

Siapa bilang bisnis franchise tidak bisa dikembangkan ke skala yang lebih besar dengan model bisnis yang sama? Meskipun usaha franchise terkesan kurang fleksibel (karena campur tangan anda dalam pengembangan usaha dibatasi oleh kerjasama dan kontrak terutama terkait penggunaan nama dagang).

Tapi anda bisa memilih rute pengembangan bisnis yang sama. Apakah ini juga diatur dalam kontrak ? Perlu anda perjelas ke franchisor untuk kemudian anda pertimbangkan.