Strategi Optimalkan Jualan di WhatsApp Biar Laris Manis

Selain sosmed, website dan situs jual beli, WhatsApp sering dijadikan pilihan sebagai tempat jualan yaitu melalui fitur update status.

Fitur ini memang sangat minim dan tidak bisa menjangkau konsumen umum, tapi jika target anda adalah relasi khusus yang sudah tersimpan di dalam kontak ponsel, maka jualan di WhatsApp bisa sangat menguntungkan.

Pelaku usaha seperti ini ternyata sudah sangat banyak dan mayoritas diisi dari golongan kaum hawa. Nah jika kebetulan anda adalah salah satu dari orang yang punya banyak relasi, maka jualan di WhatsApp bisa menjadi pilihan.

Ada beberapa hal yang bisa anda pelajari sebelum memutuskan untuk jualan di WhatsApp terutama terkait dengan teknis jualan itu sendiri, mengingat fitur update status sebenarnya bukan di desain untuk jualan melainkan untuk menceritakan aktifitas keseharian kita kepada teman-teman dan relasi.

Apa saja yang perlu disiapkan dan diperhatikan? Berikut adalah tips dari kami.

Jualan di WhatsApp

Siapkan Desain Katalog Produk yang Unik

Mungkin anda tidak perlu mendesain katalog produk sendiri jika anda jualan secara dropship, karena biasanya katalog sudah disediakan oleh suplier.

Lain hal jika yang anda jual adalah barang milik sendiri, maka anda perlu membuat katalog produk seunik mungkin. Ada banyak aplikasi desain produk yang bisa anda manfaatkan untuk membuat tampilan produk yang professional.

Siapkan Laman Khusus Untuk Menjelaskan Spesifikasi Produk

Anda harus menyadari bahwa space untuk jualan di WhatsApp sangatlah terbatas dan anda harus memiliki strategi khusus untuk memanjakan calon konsumen.


Misalnya untuk spesifikasi produk yang perlu ditulis dalam kalimat yang panjang. Anda bisa menyiasati dengan membuat sebuah laman khusus yang menerangkan spesifikasi produk tersebut.

Ada banyak cara untuk membuat laman khusus, diantaranya adalah laman di sosial media, ataupun situs webhosting gratis seperti blogspot dan wordpress.

Jangan Melulu Bom Status!

Hindari salah satu kebiasaan kaum hawa yang sering melakukan bom status produk, meskipun secara prinsip itu bukanlah spam tapi cukup menguras energi untuk membuka status produk yang diupload secara masal.

Tak jarang juga bom status tersebut bukan malah menarik perhatian tapi mengganggu calon konsumen. Solusinya anda bisa menyiapkan laman khusus seperti yang telah disinggung di atas atau update produk menggunakan interval waktu.

Pilih Waktu Update Produk Sesuai Dengan Karakter Konsumen

Waktu-waktu istirahat / waktu senggang merupakan waktu yang pas untuk update status produk. Pelajari karakter konsumen anda sehingga mereka bisa membaca status dengan seksama. Jangan update status pas di jam-jam sibuk.

Be Creative!

Agar menarik banyak perhatian anda harus menyajikan produk dengan cara yang unik. Produk yang anda unggah di status tidak harus polos.

Ada banyak cara untuk membuat status WhatsApp yang menarik dan menyenangkan untuk dibaca, salah satu tekniknya adalah membuat kolaborasi gambar dan teks yang unik. Untuk melakukan itu secara instan anda bisa memakai aplikasi desain gratis seperti Canva.

Baca Juga Mengenal Apa Itu WhatsApp Business dan Fiturnya

Pertimbangkan Bonus Untuk Referal

Sistem referal dengan bonus bisa anda terapkan untuk menggait calon-calon konsumen baru. Alurnya sangat simpel, yaitu beri bonus untuk siapa saja yang mau membagikan atau merekomendasikan produk ke orang lain.

Bonus tidak harus dalam bentuk uang, misalnya anda bisa mengkonversi bonus tersebut ke dalam bentuk diskon pembelian ataupun pulsa elektrik.

Ada banyak jalan menuju kesuksesan, yang terpenting kuncinya adalah konsistensi, ketekunan dan kreatifitas.

Silahkan mencoba!