Perbedaan Lazada dengan Marketplace Lain Untuk Jualan

Memilih marketplace untuk jualan online ternyata tidak segampang yang kita bayangkan, apalagi untuk yang pertama kali. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan mulai dari tampilan website, ceruk pasar, support penjual, opsi jasa pengiriman, prosedur checkout, metode penarikan saldo, proses registrasi menjadi penjual, fitur premium, hingga program-program yang diselenggarakan oleh pihak marketplace untuk menarik perhatian konsumen. Semua itu berpengaruh terhadap strategi kita sebagai penjual dalam menentukan arah pengembangan usaha.

Untuk memulai jualan di marketplace Lazada anda juga harus mempelajari semua itu dan membandingkannya dengan marketplace lain agar benar-benar tahu apa kelebihan dan kekurangannya. Terlebih lagi jika harus diklopkan dengan yang namanya ceruk pasar, setiap marketplace menguasai kategorinya masing-masing.

Jika anda sudah sangat yakin bahwa Lazada adalah tempatnya orang mencari barang yang ingin anda jual, berikut ini adalah keunikan mendasar dan perbedaan Lazada dengan marketplace lain dilihat dari sisi penjual

Perbedaan Lazada dengan Marketplace Lain

Interface Website yang Menarik

Interface website (tata letak dan tampilan) yang menarik dan sederhana merupakan salah satu aspek utama yang mampu membuat konsumen betah browsing produk berlama-lama. Lazada memiliki interface website yang sangat bagus dengan menu navigasi yang sangat mudah dipahami. Aspek ini tentunya sangat menguntungkan seller.

Store Builder

Tidak semua marketplace menyediakan fitur ini. Store builder milik Lazada memungkinkan para seller untuk mengatur tampilan halaman depan toko mereka agar lebih dapat memanjakan konsumen. Bukan hanya menampilkan banner, tapi anda juga bisa mengganti template, menampilkan logo perusahaan atau merek, menyesuaikan modul tampilan produk, rating produk, bahkan rekomendasi produk. Semuanya itu dapat anda maksimalkan untuk membangun yang namanya brand awareness.


Lazada Express (LEX)

Setidaknya sampai saat ini ada 10 jasa pengiriman yang tergabung dengan Lazada yaitu LEX (Lazada Express), JNE, Ninjavan, Sicepat, J&T, SAP, Gojek, Grab dan Acommerce. Kita sudah familiar dengan nama-nama jasa logistik tersebut di marketplace lain terkecuali Lazada Express. Ini juga yang menjadikan Lazada adalah marketplace unik karena memiliki kurir internal sendiri.

Punya Affiliate Program

Selanjutnya, perbedaan Lazada dengan marketplace lain terletak pada affiliate program. Meskipun bisnis affiliate sendiri di Indonesia masih kurang familiar, setidaknya dengan adanya program tersebut dapat membantu seller untuk lebih memperkenalkan produknya melalui para affiliate marketing.

Memiliki Beberapa Jalur Support Penjual

Ada yang namanya Lazada University sebagai wadah belajar memasarkan produk di Lazada secara otodidak dan Lazada Club via sosial media sebagai wadah sharing terhadap sesama penjual. Di Lazada University para seller dapat mengakses materi-materi tentang jualan dalam bentuk file PDF, video hingga pelatihan online.

Proses Pendaftaran Penjual Lumayan Ketat

Terkait proses pendaftaran menjadi seller di Lazada memang ada yang suka dan ada yang tidak. Ada yang bilang bahwa pendaftaran menjadi seller di Lazada tergolong rumit dan terlalu banyak persyaratan dibanding dengan marketplace lain. Meskipun demikian semua kembali pada tekat masing-masing. Jika anda yakin bahwa Lazada adalah tempat yang cocok untuk membuka usaha, semua itu akan jadi mudah.

Baca Juga Cara Jualan Di Lazada Bagi Pemula

Opsi Menjadi Seller dengan SIUP

Kabar baik untuk anda yang memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan baik untuk perorangan ataupun badan hukum seperti CV, Koperasi, Firma atau lainnya, karena anda bisa memanfaatkan SIUP tersebut untuk mendaftar menjadi seller khusus di Lazada. Dengan atribut tersebut tentu saja produk yang anda jual akan terkesan lebih meyakinkan di mata konsumen. Terlebih lagi untuk usaha non-perorangan, tentu saja aktifitas jualan secara online bisa dikelola dengan lebih baik.