Pengertian Sistim Penjualan Konsinyasi

Beberapa sistim penjualan dalam dunia bisnis terdapat salah satu istilah yang di sebut Konsinyasi. Mungkin pernah beberapa kali kita dengar, namun apa sebetulnya arti dari konsinyasi ini ? bagaimana jika kita menempuh sistim penjualan seperti ini saat sedang menjalani bisnis, dan apa pula keuntungan dan kerugiannya.

Secara mudah konsinyasi adalah sistim penjualan dengan cara titip jual dari pemilik produk sebagai supplier, kepada penjual atau pemilik toko dengan beberapa syarat dan ketentuan yang telah di sepakati bersama.

Dengan sistim seperti maka pemilik produk tidak langsung menerima pembayaran dari toko melainkan sementara hanya dititipkan, jika kemudian ada konsumen yang membeli produknya maka baru pembayaran dilakukan sejumlah banyaknya produk yang terjual.

Sebagai contoh, misalnya kita sebagai pemilik produk pakaian, melakukan sistim penjualan konsinyasi 100 potong baju di toko A. Dalam satu minggu baju tersebut berhasil terjual 50 potong, maka di minggu tersebut baru kita akan mendapatkan pembayaran sejumlah 50 potong saja sedangkan sisanya tetap menunggu untuk terjual terlebih dahulu.

Umumnya jangka waktu perhitungan produk yang terjual akan dilakukan sesuai kesepakatan kedua belah pihak, dari mulai satu bulan sekali, satu minggu sekali atau bahkan setiap hari.

Pengertian Sistim Penjualan Konsinyasi

Untung Rugi Sistim Penjualan Konsinyasi

Seringkali sistim penjualan konsinyasi ini di berlakukan untuk sebuah produk atau merk baru yang belum memiliki nilai reputasi yang dikenal di pasaran. Jenis produknya bisa berupa apapun juga, mulai dari makanan, minuman, pakaian, dan lain sebagainya.

Bagi pemilik produk cara penjualan seperti ini mungkin bisa sedikit merugikan, pasalnya barang terjual namun tidak ada kepastian kapan akan menjadi uang. Berbeda dengan sistim penjualan menggunakan tempo pembayaran yang setidaknya ada kepastian waktu akan mendapatkan pembayaran, atau sistim penjualan putus yang langsung mendapatkan pembayaran setelah barang dikirim ke tempat penjual.

Advertisement

Namun begitu bukan berarti tidak ada keuntungannya bagi pemilik produk, sistim penjualan konsinyasi seperti ini bisa menjadi ajang awal mengenalkan produk ke pasaran atau promosi, hingga nantinya reputasi yang positif sudah terbangun maka sistim penjualan secara langsung pun akan bisa dilakukan dengan mudah.

Berbeda dengan pemilik toko, sistim konsinyasi bisa cukup menguntungkan, pasalnya mereka bisa mendapatkan produk tanpa harus langsung mengeluarkan modal. Sehingga resiko produk tidak laku terjual atau lambat terjual bisa terhindari.

Tips Menjalankan Sistim Penjualan Konsinyasi

Sebagai langkah awal untuk mengenalkan produk ke pasaran, sistim seperti ini bisa dilakukan agar pihak toko mau menjajakan produk kita yang harapannya sampai terjual ke tangan konsumen. Karena untuk produk baru biasanya toko akan meragukan apakah produknya bisa laku di pasaran atau tidak, maka dengan titip jual ini mereka bisa terbebas dari resiko demikian.

Akan tetapi jika kita menjadi salah satu pemilik produk yang berniat akan menempuh sistim konsinyasi, hendaknya slektif membuat ketentuan agar produk bisa laku terjual, beberapa tips yang bisa di lakukan adalah sebagai berikut.

  • Pilih toko yang strategis, ramai pembeli, dan banyak didatangi pelanggan. Harapannya tentu agar produk kita pun cepat di kenal dan cepat terjual.
  • Cek secara rutin produk yang di konsinyasikan, apalagi untuk produk berupa makanan atau minuman yang memilki jangka waktu kadaluarsa sebentar.
  • Jalin hubungan baik dengan pemilik toko. Dengan cara ini di harapkan pihak toko mau menawarkan produknya kepada konsumen, terlebih jika sudah cukup banyak produk serupa dari kompetitor.

Baca juga artikel :

Itulah sedikit ulasan dari kami mengenai pengertian sistim penjualan konsinyasi. Semoga bisa menambah informasi untuk anda semua…