Pengertian Saham : Contoh, Jenis serta Manfaatnya

Saham sebagai instrumen investasi semakin hari semakin diminati oleh banyak kalangan. Itu merupakan pengertian saham secara sederhana jika dilihat dari kepentingan pembelinya. Dilihat dari pengertian yang lebih mendasar, saham adalah sebuah komoditas yang diperjual-belikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam bentuk surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan go public (emiten). Surat berharga tersebut akan menjadi tanda bukti klaim penanam saham (investor) atas modal yang diikutsertakan.

Jadi, jika anda sudah ikut serta menanamkan modal, maka anda memiliki hak klaim atas aset dan pendapatan perusahaan termasuk memiliki hak hadir pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Di BEI pihak yang mengatur transaksi jual-beli saham disebut sekuritas. Oleh karena itu, jika seseorang ingin membeli saham maka ia harus membuka rekening terlebih dahulu di perusahaan sekuritas. Daftar perusahaan sekuritas dapat diakses di situs resmi Bursa Efek Indonesia. Data transaksi jual-beli saham juga dicatat oleh kustodian atau lembaga yang mengamankan akses keuangan, jadi keamanan investor tetap terjamin.

Jika kita ingin mempelajari lebih dalam lagi, kenapa banyak perusahaan yang ikut serta go public, maka jawabanya sangat sederhana, yaitu perusahaan sedang mencari solusi tambahan modal yang paling efektif. Saham merupakan sarana mencari tambahan modal dengan konsep win-win solution, perusahaan dapat modal, investor dapat keuntungan berupa deviden.

Terlebih lagi, jika investor ingin perputaran uang yang lebih cepat, mereka bisa melakukan spekulasi dengan menjual saham pada harga tinggi. Aktifitas tersebut kita kenal dengan nama trading dan orang yang melakukan spekulasi dinamakan trader.

Pengertian Saham

Contoh Saham

Berbicara soal contoh saham, tentu saja ada ratusan saham yang harus dibahas karena sekarang ini ada 500-an lebih perusahaan go public yang telah terdaftar di BEI. Belum lagi ada penambahan setiap periodenya. Pertanyaan yang sering diajukan oleh investor saham pemula terkait dengan contoh saham adalah bagaimana kriteria saham itu sendiri atau bagaimana kriteria saham yang bisa dipilih.

Kalau masalah bentuknya, saham itu berupa selembar kertas saja. Pun demikian, surat bukti kepemilikan saham di era digital seperti sekarang ini sudah bisa diakses melalui situs resmi akses.ksei.co.id.

Advertisement

Jadi, ketika anda memilih saham terutama untuk pemula, ada kaidah-kaidah yang perlu diketahui. Kaidah ini terkait dengan tingkat kapitalisasi dan reputasi emiten. Nah, mengenai kapitalisasi, tingkat likuiditas, reputasi, serta volatilitas sebuah saham, akan dibahas dalam poin jenis-jenis saham setelah ini. Contoh saham paling aman bagi pemula (menabung saham untuk jangka panjang) diantaranya :

  • Dari perusahaan yang memproduksi kebutuhan pokok
  • Saham BUMN
  • Saham Perbankan
  • Saham Properti
  • Saham Farmasi

Di BEI, saham-saham yang mempunyai kriteria di atas contohnya adalah LQ45.

Jenis-Jenis Saham Ditinjau dari Kinerja Perdagangannya

Ada istilah populer di kalangan pemain dan investor saham terkait dengan jenis-jenis saham berdasarkan kualitasnya. Kualitas bisa dilihat dari berbagai macam segi, mulai dari tingkat volatilitasnya, likuiditasnya, tingkat kapitalisasinya dan lain sebagainya. Agar lebih mudah berikut adalah 3 jenis saham yang paling umum diperbincangkan:

  1. Bluechips (Saham Lapis Satu)

Saham ini memiliki tingkat volatilitas harga paling rendah dan kapitalisasi paling tinggi hingga 40 tirliun. Saham ini paling aman dan jarang terpengaruh dengan gejolak yang setiap hari ada di pasar. Dilihat dari aspek fundamental, perusahaan yang menawarkan saham sangat kuat sehingga aman digunakan investasi jangka panjang. Harga saham Bluechips terbilang tinggi, tapi deviden-nya juga tinggi. Saham ini juga tidak cocok untuk spekulasi karena harganya cenderung stabil.

  1. Mid-Cap Stocks (Saham Lapis Dua)

Dengan jumlah kapitalisasi di bawah Bluechips, saham lapis dua sudah termasuk saham yang prospek karena sifatnya yang sangat likuid. Meskipun demikian jumlah saham ini tidak terlalu banyak di bursa. Harganya juga tergolong sangat fluktuatif.

  1. Small-Cap Stocks (Saham Lapis Tiga / Saham Gorengan)

Anda pernah mendengar istilah saham gorengan? Ya, istilah lain dari saham tersebut adalah saham junk stocks atau small-cap stocks. Karakter utama dari saham ini memiliki tingkat volatilitas harga yang sangat rentan. Pun demikian, saham jenis ini sangat diminati oleh para spekulan untuk mengambil keuntungan.

Baca Juga Mengetahui Lebih Dalam Kelebihan Dan Kekurangan Investasi Saham

Manfaat Saham

Seperti yang sudah disinggung di atas, saham dapat dijadikan instrumen investasi baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Jika dilakukan dalam jangka pendek biasanya orang hanya menginginkan capital gain dari selisih harga beli dan harga jual. Jika dilakukan untuk jangka panjang, maka investasi saham juga harus dilakukan secara rutin setiap bulan atau istilahnya menabung saham. Keduanya menuntut cara analisis yang berbeda. Yang sering kita kenal ada teknik analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis fundamental diperlukan untuk investasi saham jangka panjang.