Pengertian PT (Perseroan Terbatas) dan Berbagai Macam Jenisnya

PT (Perseroan Terbatas) adalah merupakan perusahaan yang modalnya merupakan saham-saham dan tanggung jawab dari sekutu pemegang saham sangat terbatas, yaitu sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.

Secara lebih jelasnya, pengertian PT yaitu perusahaan yang dibentuk dengan badan hukum yang disebut dengan “perseroan”. Perseroan pada PT bermaknakan tata cara penentuan modal yang terdapat pada badan hukum tersebut.

Sedangkan untuk istilah terbatas bermaknakan batasan atas tanggung jawab pemilik saham, yaitu sebesar saham yang dimilikinya.

Adapun ciri-ciri dari PT antara lain adalah :

  1. Sebuah badan usaha dapat disebut sebagai PT apabila modal yang dimiliki pemilik saham adalah modal yang terpisah dengan kekayaan pribadi, sehingga akan membentuk suatu dana yang nantinya menjadi jaminan bagi pihak perikatan perseroan.
  2. Miliki pemegang saham atau investor dimana ketika dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mereka adalah pemimpin tertinggi dan berhak memberhentikan dan mengangkat komisaris dan direksi. Selain itu, pemilik saham juga wewenang untuk menentukan garis besar kebijakan perusahaan dan kebijakan penggunaan anggaran dasar dan lain-lain.
  3. Memiliki direksi dan komisaris yang tugas dan tanggung jawabnya terbatas sesuai dengan batas ketentuan tugasnya. serta harus sesuai dengan anggaran dasar yang di bahas pada RUPS.

Macam-Macam PT

Tidak seperti jenis perusahaan lainnya yang hanya terdapat satu macam saja, untuk PT (perseroan terbatas) ini, terdapat beberapa macam PT. Dimana macam-macam PT ini memiliki ciri khasnya tersendiri yang akan menunjukkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Apa sajakah macam-macam PT tersebut ? Berikut 3 macam diantaranya :

  1. PT Terbuka

PT (perseroan terbatas) terbuka ini sering kali disebut dengan PT yang go-publik. Ya, karena PT terbuka penanam modalnya adalah orang umum atau orang luas.

Advertisement

Biasanya PT akan melakukan bursa atau penjualan saham, dan bagi orang yang berminat bisa membeli saham yang dijual di bursa tersebut hingga menjadi penanam modal.

Kegiatan ini biasanya dilakukan ketika PT sedang membutuhkan dana, atau sedang membutuhkan pemupukan dana. Namun untuk dapat membeli saham, biasanya harus memenuhi suatu kriteria. Atau juga bisa merupakan perseorangan yang sudah melakukan penawaran yang tentu saja sesuai dengan perundang-undangan yang terdapat di pasar modal.

PT terbuka sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu PT yang go-public adalah PT yang mengadakan penjualan saham di bursa. Dan PT yang tidak go-public yang tidak melakukan tawar menawar di bursa karena memiliki modal yang cukup.

  1. PT tertutup

Dari namanya saja, sudah jelas jika PT tertutup berbeda jauh dengan PT terbuka. Ya, PT tertutup ini adalah macam-macam PT yang tidak memperjualkan sahamnya pada masyarakat luas. Sehingga tidak semua orang bisa menjadi penanam modal dalam PT tersebut. Serta untuk bisa menjadi penanam saham dalam PT tersebut harus memenuhi kriteria yang sudah dimuat pada UU PT.

  1. PT perseorangan

Jenis PT yang ketiga ini sekarang sudah tidak ada lagi. Hal ini terjadi setelah adanya UU PT yang melanggar adanya pemegang saham tunggal.

Ya, karena PT perseorangan adalah PT dimana pemegang sahamnya hanya satu orang saja. Ini biasanya terjadi karena pemindah nama an, yang awalnya PT terdiri dari beberapa penanaman modal yang kemudian dipindah namakan menjadi satu orang saja. Namun, untuk PT yang merupakan BUMN, macam-macam PT ini masih bisa diberlakukan.

Bagaimana, apakah anda sudah paham dengan penjelasan tersebut ? Semoga bermanfaat..

Baca juga artikel pengertain CV dan untung rugi menerapkannya pada perusahaan