Pengertian Istilah Omset dan Profit Dalam Bisnis

Istilah Omset dan Profit mungkin cukup sering kita dengan dalam dunia bisnis, spesifik nya dalam perhitungan pendapatan keuntungan sebuah perusahaan. Meski begitu tidak sedikit para pelaku usaha ataupun orang sedang akan merintis sebuah usaha, memiliki pemahaman yang kurang tepat atau bahkan belum mengetahui secara pasti mengenai pengertiannya.

Pasalnya seluruh istilah-istilah tersebut meski memiliki kaitan yang erat, namun memiliki arti yang jauh berbeda. Sehingga tidak jarang juga orang salah menempatkannya dengan tepat.

Untuk itu sebagai masukan yang mungkin bisa menjadi patokan saat melakukan analisa keuntungan dalam berbisnis nanti, kami jabarkan mengenai pengertian dari Omset dan profit.

Pengertian Istilah Omset dan Profit

Pengertian Omset

Pengertian omset adalah nilai total dari sebuah produk yang dijual. Jadi istilah omset inilah yang juga dapat dikatakan sebagai pendapatan kotor alias masih belum dikurangi biaya modal, seperti biaya produksi, gaji pegawai dan sebagainya.

Dengan begitu, meski nilai omset sebuah perusahaan seringkali dijadikan patokan untuk menilai skala besar kecilnya perusahaan tersebut, namun sebetulnya angka yang disebutkan itu belum mencerminkan keuntungan bersih yang mampu didapatkan.

Untuk semakin memperjelas istilah omset ini, berikut adalah contoh penerapannya dalam dalam sebuah perhitungan keuntungan :

Toko pakaian dalam satu bulan mampu memasarkan produknya antara lain :

  1. 100 potong baju wanita seharga 100 ribu rupiah
  2. 100 potong baju pria seharga 50 ribu rupiah
  3. 100 potong baju anak seharga 30 ribu rupiah

Maka untuk menghitung nilai omset dari toko pakaian tersebut ialah :

Advertisement
  1. 100 baju wanita x Rp.100.000 = Rp. 10.000.000
  2. 100 baju pria x Rp.50.000 = Rp. 5.000.000
  3. 100 baju anak x Rp.30.000 = Rp. 3.000.000

Total omset : 10.000.000 + 5.000.000 + 3.000.000 = Rp. 18 juta rupiah.

Pengertian Profit

Selanjutnya pengertian profit adalah nilai jual dari sebuah produk yang sudah dikurangi dengan biaya modal. Artinya nilai tersebut adalah sudah bersih menjadi keutungan perusahaan, karena telah di kurangi oleh biaya-biaya seperti biaya produksi, gaji karyawan dan sebagainya.

Profit ini dapat mencerminkan nilai nyata dari keuntungan yang mampu didapat, nilai ini sering kali dikatakan juga sebagai pendapatan bersih. Berikut penerapannya dalam sebuah perhitungan, melanjutkan perhitungan toko pakaian diatas :

Pakaian-pakaian yang dijual oleh toko diatas dibeli dari penjual grosiran dengan rincian harga sebagai berikut :

  1. Baju wanita perpotong seharga 50 ribu ( 100 potong x 50 ribu = Rp.5.000.000 )
  2. Baju pria perpotong seharga 25 ribu ( 100 potong x 25 ribu = Rp.2.500.000 )
  3. Baju anak perpotong seharga 15 ribu ( 100 potong x 15 ribu = Rp.1.500.000 )

Total modal pembelian : 5.000.000 + 2.500.000 + 1.500.000 = 9 juta rupiah

Biaya operasional toko termasuk gaji karyawan, listrik, air dan sebagainya diumpamakan 2 juta rupiah

Maka untuk menghitung profit yang didapat oleh toko pakaian tersebut adalah :

Total Omset – Total pembelian – Biaya Operasional : 18 juta – 9 juta – 2 juta = 7 juta rupiah.

Baca Juga Artikel :

Dengan mengetahui secara jelas mengenai pengertian dari istilah omset dan profit ini, maka kita juga dapat menganalisa dan menginformasikan dengan jelas mengenai perhitungan keuntungan sebuah usaha. Semoga bermanfaat…