Pengertian dan Cara Mengajukan Izin PIRT Makanan

Cara Mengajukan PIRT – Produk makanan mendapatkan pengawasan tersendiri dalam hal pemasaran dari pihak berwenang dalam pemerintahan, tidak dapat secara sembarangan dijual kepada konsumen tanpa adanya izin yang menyatakan bahwa makanan tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat. Begitupun di mata pembeli, untuk produk ini tentunya mereka akan lebih slektif memilih mana makanan yang layak untuk dibeli.

Sebagai pedoman konsumen salah satunya adanya sertifikasi produk makanan oleh Dinas Kesehatan. Dari berbagai sertifikat yang dikeluarkan, khusus untuk produk makanan hasil usaha berskala kecil menengah ada yang disebut dengan perizinan Pangan Industri Rumah Tangga atau disingkat menjadi PIRT.

Dengan memiliki serifikasi PIRT, makanan yang dipasarkan telah melewati berbagai tahap uji hingga benar-benar aman untuk dikonsumsi. Bagi pelaku usaha tentunya hal ini akan menjadi poin tersendiri karena produknya tidak akan lagi diragukan oleh pembeli.

Cara Mengajukan Izin PIRT Makanan

Pengertian PIRT

Bagi anda yang masih sedikit bingung akan banyaknya sertifikasi pada produk makanan, kami coba akan berikan sedikit penjelasan mengenai pengertian PIRT serta produk-produk makan apa saja yang masuk kedalam klasifikasi menggunakan izin ini.

P-IRT adalah izin untuk industri makanan dan minuman berskala rumahan, umumnya PIRT disertakan dalam sebuah label di kemasan produk berupa deretan nomor yang terdaftar didinas kesehatan setempat. Jika untuk produk pangan berskala besar baik itu itu buatan lokal atau impor sertifikasi tersebut digantikan oleh label MD atau ML.

Tidak semua produk pangan dapat disertifikasi dengan P-IRT, diantaranya yang tidak termasuk kedalam klasifikasi izin ini adalah produk susu dan semua olahannya, daging dan olahannya, air minum dalam kemasan, makanan bayi, dan lain sebagainya.

Advertisement

Selain itu izin PIRT juga di bagi menjadi dua bagian, pertama untuk pangan dengan masa kadaluarsa diatas tujuh hari, sertifikasi PIRT memiliki masa berlaku 5 tahun. Kedua pangan dengan masa kadaluarsa dibawah tujuh hari, sertifikasi PIRT memiliki masa berlaku 3 tahun. Keduanya dapat diperpanjang kembali setelahnya.

Baca Juga Pentingnya Izin Depkes Dan Sertifikasi Halal Produk Makanan

Cara Pengajuan Izin PIRT

Untuk membuat sertifikasi PIRT cukup mudah dilakukan karena dapat diurus di wilayah setempat dimana usaha kita didirikan, tepatnya di kantor Dinas Kesehatan. Adapun untuk cara pengajuan PIRT kita wajib mempersiapkan beberapa dokumen diantaranya.

  • Fotokopi KTP
  • Foto diri
  • Surat keterangan usaha dan keterangan lokasi dari Puskesmas
  • Mengisi formulir pendaftaran di Dinas Kesehatan

Selanjutnya akan diberikan penyuluhan keamanan pangan dari dinas kesehatan yang biasanya dilakukan secara bersamaan dengan para pengaju PIRT lainnya. Penyuluhan tersebut jadwalnya pelaksanaannya dapat berbeda-beda, tergantung banyaknya peserta yang mendaftar, umumnya akan segera dilaksanakan jika peserta telah lebih dari 15 orang atau bergantung kebijakan dinas kesehatan masing-masing wilayah.

Materi penyuluhan yang diberikan meliputi bagaimana cara untuk memilih bahan, cara produksi yang benar, hingga cara mengatasi gangguan kontaminasi pada pangan.

Setelah materi penyuluhan selesai disampaikan seluruhnya, setiap peserta lalu akan mulai di survey secara langsung ke lokasi usaha termasuk didalamnya uji laboratorium makanan yang didaftarkan. Langkah ini dilakukan guna memastikan tempat produksi benar-benar layak digunakan.

Diantara yang akan disorot saat petugas melakukan pengecekan ke lapangan adalah kebersihan didalam dan lingkungan sekitar, fisik bangunan seperti ketersediaan ventilasi udara, ketersediaan air, hingga pengecekan kesehatan para karyawan.

Terahir, kita tinggal menunggu hasilnya. Jika segala macam persyaratan dan ketentuan dari dinas kesehatan terpenuhi biasanya izin PIRT dapat dikantongi dalam jangka waktu sekitar dua minggu dari pengajuan.

Baca Juga Cara Dan Syarat Memasukan Produk Ke Minimarket