Peluang Budidaya Kangkung Air Untuk Pakan Ternak

Budidaya kangkung air jarang sekali ditangkap sebagai peluang usaha yang menguntungkan, karena jenis kangkung ini memang kurang populer dibanding variannya yang hidup di darat (kangkung darat).

Pun demikian bukan berarti kangkung air tidak dicari oleh konsumen, karena kangkung air atau yang lebih dikenal dengan nama water spinach ini memiliki nutrisi yang sangat tinggi.

Nah, disamping kegunaanya sebagai sayur konsumsi, kangkung air juga dibudidayakan sebagai pakan ternak. Berikut ini adalah contoh hewan ternak yang bisa diberi pakan kangkung sebagai makanan utama ataupun suplemen.

Kangkung Air

Tidak Hanya Hewan Ruminansia, Tapi Juga Untuk Pakan Ikan dan Unggas

Ada banyak jenis hewan yang bisa diberi pakan kangkung mulai dari hewan ruminansia seperti kambing, domba, sapi dan kerbau hingga unggas dan ikan.

Nah, melihat pangsa pasar tersebut, pastinya anda sudah bisa menebak kira-kira nutrisi apa yang terkandung dalam kangkung. Benar sekali, kangkung sangat kaya akan serat dan juga protein.

Bahkan pemberian kangkung yang telah difermentasi terlebih dahulu bisa menjadi pakan pengganti ikan lele. Dan kalau ikan butuh asupan protein yang tinggi, tentunya unggas juga iya apalagi jenis unggas yang diambil telurnya seperti ayam dan bebek.

Menariknya lagi, kangkung tersebut bisa diberikan kepada hewan ternak dalam kondisi basah (layu) dan juga kering. Dalam kondisi kering nutrisi yang dikandungnya masih cukup melimpah sehingga tetap bernilai jual tinggi.

Baca Juga Tips Ternak Ayam Kampung Sebagai Usaha Sampingan

Cocok Dibudidayakan Di Daerah Rawa, Pinggir Sungai, Danau, Waduk

Meskipun namanya adalah kangkung air, tapi sebenarnya jenis kangkung ini bisa dibudidayakan di darat maupun di air.


Habitat idealnya adalah tanah lembab disekitar daerah perairan. Melihat hal tersebut ternyata ada beberapa daerah yang sangat cocok digunakan untuk budidaya kangkung air seperti:

  • Lahan sawah di perkotaan yang sekelilingnya sudah alih fungsi. Biasanya daerah ini sudah tidak lagi produktif ketika musim hujan karena banyaknya genangan air. Kangkung air bisa dipilih sebagai tanaman alternatif yang memiliki nilai jual tinggi
  • Daerah sekitaran rawa
  • Lahan di sepanjang aliran sungai
  • Lahan di tepi danau atau waduk

Budidaya kangkung air di lingkungan seperti yang telah disebutkan sangat minim biaya perawatan atau bahkan tanpa biaya perawatan sama sekali.

Hal tersebut dimungkinkan karena lingkungan dekat air tersebut sudah menyediakan hara yang lebih dari cukup untuk menopang pertumbuhan kangkung. Itu artinya anda sudah tidak perlu lagi melakukan pemupukan, dan semprot hama. Tinggal tanam dan tunggu panen.

Benih atau bibit yang digunakan dalam budidaya kangkung air sendiri bisa diadakan secara bertahap, dan itu artinya anda tidak perlu menyediakan benih atau bibit dalam jumlah banyak sekaligus.

Cara paling praktis dalam budidaya kangkung air adalah dengan cara membuat indukan terlebih dahulu untuk kemudian dipotong-potong dan ditanam kembali dengan cara stek batang. Benih (berupa biji) indukan yang berkualitas bisa anda dapatkan di toko pertanian dengan harga yang sangat terjangkau.

Baca Juga Menjajaki Peluang Usaha Budidaya Pepaya California

Produksi Kangkung Air Kering Untuk Meningkatkan Harga Jualnya

Kangkung air sebagai pakan ternak dapat dijual dalam kondisi basah ataupun kering. Meskipun para peternak cenderung memilih kangkung kering karena beberapa alasan. Diantaranya adalah kangkung kering lebih aman dikonsumsi ternak.

Minimnya kadar air membuat gairah makan ternak lebih lahap dan juga sudah menghilangnya zat-zat yang bisa mengganggu pencernaan hewan ternak.

Dari sisi produsen sebenarnya hal tersebut juga sangat menguntungkan karena kangkung kering bisa disistribusikan ke wilayah yang lebih luas dengan aman serta bisa disimpan di dalam gudang pada waktu yang relatif lebih lama. Cara pengeringan kangkung air juga sangat sederhana, yaitu cukup dijemur di bawah terik matahari.

Selamat mencoba!