Panduan Budidaya Burung Puyuh Untuk Pemula

Tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan burung puyuh, pasalnya jenis burung yang satu ini memang cukup terkenal di Indonesia. Burung puyuh sering dijadikan sebagai bahan konsumsi baik itu dagingnya maupun telurnya.

Perlu diketahui bahwa telur dari burung puyuh memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, bahkan kandungan proteinnya jauh lebih tinggi dari telur ayam yang mana pastinya sangat baik bagi tubuh, terutama bagi anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan.

Tidak hanya telurnya saja yang bermanfaat, daging burung puyuh saat ini juga menjadi salah satu sumber protein alternatif selain daging ayam. Daging burung puyuh bisa dengan mudah Anda temukan di dalam daftar menu rumah makan mulai dari warung makan pinggir jalan hingga restoran bintang lima.

Semakin tingginya jumlah permintaan telur dan daging burung puyuh di pasaran tentu saja akan bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menggiurkan.

Jika Anda tertarik, pada kesempatan ini akan kami berikan panduan budidaya burung puyuh untuk pemula. Adapun mengenai analisa peluang usaha burung puyuh petelur, dapat anda baca pada artikel Peluang Usaha Ternak Burung Puyuh Petelur, Apakah Menjanjikan ?

Budidaya Burung Puyuh

Langkah Budidaya Burung Puyuh

  1. Menyiapkan Kandang

Hal yang pertama kali Anda lakukan dalam usaha budidaya burung puyuh adalah menyiapkan kandang, Anda bisa membuat kandang dari bahan bambu ataupun kayu.

Perlu Anda perhatikan bahwa bagian dasar kandang harus diposisikan untuk berada satu meter di atas permukaan tanah sehingga bentuknya menyerupai panggung, salah satu manfaatnya adalah agar kotoran burung puyuh dapat langsung jatuh ke tanah sehingga bagian dalam kandang tetap bersih.

Anda bisa membuat kandang dengan model bertingkat hingga maksimal kurang lebih empat tingkat. Untuk setiap tingkat kandang dengan ukuran panjang 100 cm lebar 35 cm dan tinggi 20 cm dapat menampung sekitar 30 hingga 35 ekor burung puyuh.


  1. Memilih Anakan Burung Puyuh

Setelah menyiapkan kandang, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah memilih anakan burung puyuh yang akan dibudidayakan. Tentu saja Anda harus memilih anakan burung puyuh yang berkualitas yang ditandai dengan warna bulunya mengkilat dan tidak kusam, tidak memiliki cacat pada tubuhnya, gerakannya lincah, dan juga anakan tersebut telah berusia dua sampai tiga minggu.

Sebaiknya membeli anakan burung puyuh untuk budidaya baik itu untuk menghasilkan telur ataupun dagingnya, kita pastikan didapat dari peternak yang memang sudah memiliki pengalaman dalam berternak burung puyuh.

Jangan lupa juga, setelah anakan burung puyuh didapat perhatikan apakah memerlukan suntik vaksinasi untuk unggas atau tidak.

  1. Pemberian Pakan

Seperti yang Anda ketahui bahwa pakan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan akan menentukan keberhasilan Anda dalam melakukan budidaya burung puyuh.

Anda bisa memberi pakan burung puyuh berupa pelet, voer atau layer dengan kandungan protein yang tinggi, selain itu Anda juga harus memberi minum burung puyuh paling tidak dua kali sehari terutama jika cuaca sedang panas.

Kebutuhan pakan untuk burung puyuh berumur 3 minggu kurang lebih sekitar 20 sampai 25 gram per ekor untuk setiap harinya. Pemberian pakan tersebut dapat kita jadwalkan dengan dibagi menjadi 2 atau 3 kali pemberian setiap hari.

  1. Pemeliharaan Burung Puyuh

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan dalam budidaya burung puyuh adalah melakukan pemeliharaan, Anda tidak boleh malas dalam membersihkan kandang dari kotoran dengan tujuan agar sanitasi kandang selalu dalam keadaan baik.

Anda juga perlu melakukan penyemprotan menggunakan desinfektan dengan tujuan agar burung puyuh tidak mudah terserang penyakit. Meski begitu, kita pun tetap harus melakukan pengawasan secara rutin untuk memeriksa apakah ada burung puyuh yang terkena serangan penyakit, jika ditemukan selanjutnya harus segera kita pisahkan agar penyakit tidak menyebar.

  1. Masa Panen

Pemanenan merupakan tahap akhir dalam usaha budidaya burung puyuh, untuk tujuan menghasilkan telur pada umumnya burung puyuh sudah mulai bertelur jika usianya telah mencapai 2 – 3 bulan.

Perlu diketahui bahwa produksi telur pada tahap awal tidaklah terlalu besar namun akan terus bertambah seiring dengan waktu. Setelah itu produktivitas burung puyuh akan menurun dan Anda bisa menjualnya sebagai burung puyuh pedaging.

Baca Juga Budidaya Ikan Cupang, Apakah Menguntungkan ?

Bagi Anda yang ingin melakukan usaha budidaya burung puyuh, semoga saja uraian diatas dapat menambah informasi yang bermanfaat.