Menjalankan Usaha Sesuai Syariah Islam

Dalam melakukan bisnis atau suatu usaha tidak dapat terlepas dari ikatan akhlak atau perbuatan pengusaha itu sendiri. Bahkan, perilaku atau akhlak seorang pebisnis seringkali sangat menentukan kesuksesan dalam menjalankan bisnisnya. Untuk itu, bagi anda yang muslim dan memutuskan untuk terjun menekuni dunia bisnis tentu anda harus selalu berpegang teguh pada rambu-rambu syariah Islam. Sebab, keberhasilan anda dalam berbisnis sangat tergantung seberapa besar anda melaksanakan bisnis sesuai syariah Islam

Rasulullah Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang telah memberikan contoh dalam berbisnis. Meskipun berliau nabi tetapi jiwa pebisnis telah mengalir dalam diri beliau sejak usia muda. Hal inilah yang hendaknya dicontoh oleh para penganutnya. Dan di antara nilai-nilai positif yang beliau contohkan dalam dunia bisnis adalah sebagai berikut:

Jujur Dalam Berbisnis

Kejujuran adalah hal utama yang dianjurkan dalam Islam. Sikap jujur ini hendaknya selalu tercermin antara para pedagang dengan para customer atau kepada siapa saja yang berhubungan dengan anda. Terlebih apabila bisnis anda melibatkan timbangan atau takaran. Tentu hal ini sangat membutuhkan kejujuran. Sikap jujur hendaknya tidak hanya tercermin dalam perkataan namun juga dalam perbuatan.

Advertisement

Menjalankan Usaha Sesuai Syariah Islam

Misalnya, dalam menjual gula atau beras tentu membutuhkan timbangan yang pas dengan harga dan kualitasnya. Nah, dalam hal ini tentu memerlukan kejujuran yang tinggi. Meskipun anda bisa saja mengurangi atau mencampur antara produk yang bagus dengan yang jelek. Tapi, sebagai pengusaha yang jujur anda tetap harus yakin bahwa Allah SWT selalu memperhatikan perbuatan anda.

Memenuhi Janji

Usaha yang anda kerjakan akan lebih berkah apabila anda selalu menepati janji yang telah anda buat. Artinya, kadangkala sebagai penjual sesekali memberikan janji kepada pembeli. Baik itu janji berupa pengadaan barang tertentu atau akan memberikan diskon beberapa persen kepada pelanggan tetap. Meskipun janji itu hanya kepada diri sendiri atau hanya Allah SWT dan anda saja yang tahu hendaknya itu tetap dipenuhi. Sebab, tidak jarang juga janji yang diingkari justru akan menjerumuskan anda ke dalam kerugian yang mendalam.

Janji juga dapat anda lakukan kepada produsen atau supplier barang anda. Pada intinya, siapa saja yang anda berikan janji maka anda pun berkewajiban untuk memenuhinya.