Menghitung Modal Usaha Air Minum Isi Ulang

Air minum menjadi salah satu barang kebutuhan yang tidak bisa di tinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Mau tidak mau setiap orang harus menyediakan air minum di rumahnya baik dengan cara memasak atau membeli air siap minum.

Mengapa harus membeli air minum bukankah kita bisa dengan mudah memasak air tanpa harus mengeluarkan biaya ?

Pertama, memasak air sendiri bukannya tanpa biaya namun kita harus menghitung juga pemakaian bahan bakar untuk memasaknya seperti gas elpiji.

Lalu pertimbangkan juga repotnya kegiatan memasak air, di tengah padatnya kegiatan sehari-hari tentunya sulit menyediakan waktu untuk melakukan hal ini.

Oleh sebab itulah saat ini hampir sebagian besar masyarakat kita lebih memilih membeli air minum dibandingkan dengan memasaknya sendiri.

Beberapa pilihan air minum yang biasa diminati diantaranya air mineral kemasan galon untuk persediaan minum rumah tangga atau air minum isi ulang galonan yang harganya lebih terjangkau.

Bagi sebagian masyarakat air isi ulang menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan air minum dengan biaya yang murah.

Bisa di bayangkan harga air mineral galon bisa bernilai 2 hingga 3 kali lipat lebih mahal dibanding air isi ulang, tak heran peminat air minum isi ulang hingga saat ini masih sangat banyak.

Oleh karena itu juga usaha air isi ulang menjadi salah satu bisnis yang cukup menguntungkan mengingat konsumennya yang melimpah di berbagai tempat.

Tertarik ingin menjalankan usaha ini ?

Berikut adalah perkiraan rincian modal untuk membuka usaha air minum isi ulang.

Baca Juga Analisa Usaha Depot Air Minum Isi Ulang

Modal Usaha Air Isi Ulang

Modal Usaha Isi Ulang Air Minum Galon

  • Mesin Usaha Air isi Ulang

Alat utama untuk menjalankan bisnis ini tentunya kita harus memiliki mesin air isi ulang untuk memproses air mentah menjadi air bersih yang siap minum.

Biaya modal paling besar yang harus dikeluarkan salah satunya adalah untuk menyediakan mesin ini, kisaran harganya mulai 10 juta hingga 30 juta rupiah per unit mesinnya.

Adanya rentang harga yang cukup besar tersebut dikarenakan perbedaan spesifikasi dan kualitas mesin. Seperti perbedaan kapasitas pengisian galon, jumlah saringan, besar penampungan air dan lain sebagainya.

  • Sewa Tempat Usaha (Jika dibutuhkan)

Modal biaya sewa tempat usaha ini sifatnya jika dibutuhkan karena bisa juga kita memanfaatkan tempat yang sudah ada untuk menjalankan usaha ini. Misalnya garasi atau halaman rumah yang dibuat sebagai tempat usaha.

Jika tidak memungkinkan menyewa tempat usaha perlu dilakukan, kebutuhan ruangan untuk usaha ini rata-rata diperlukan ruangan berukuran minimal 4 x 7 meter.

Harga kisaran sewa tempat di lokasi layak usaha minimal berkisar mulai 10 juta hingga 20 jutaan per tahunnya.

  • Kendaraan Untuk Pengiriman (Jika dibutuhkan)

Karena sudah cukup menjamurnya usaha ini, layanan pengiriman antar jemput air isi ulang menjadi layanan wajib yang harus disediakan jika tidak ingin kalah bersaing dengan kompetitor.

Minimal kita memiliki kendaraan berupa sepeda motor sebagai armada untuk antar jemput ke rumah pemesan.

Meski begitu kitapun bisa memanfaatkan kendaraan yang sudah ada jika telah memilikinya. Jika tidak memungkinkan, setidaknya kita harus memiliki motor bekas untuk keperluan bisnis ini. Kisaran harganya mulai 5 hingga 10 juta rupiah.

Ketiga poin di atas adalah modal utama untuk menjalankan usaha air isi ulang yang harus dipersiapkan. Jika ditotal dengan harga yang paling minimal maka jumlah modal yang harus ada adalah sebesar Rp. 25.000.000.

Estimasi Pendapatan Bisnis Air Isi Ulang

Sebagai gambaran,  mari kita perkirakan pendapatan yang bisa dihasilkan dari bisnis air isi ulang ini.

Diambil dari harga di berbagai tempat rata-rata depot isi ulang air galonan menjualnya dengan harga 6 ribuan per galonnya.

Jadi jika diperkirakan dalam satu hari kita dapat menjual 10 galon air isi ulang saja maka uang yang kita dapatkan adalah sebesar 60 ribu rupiah.

Jika dikalikan dalam satu bulan (30 hari) maka rupiah didapat sebesar 1.800.000.

Pendapatan tersebut tentunya masih dalam hitungan kotor karena belum dikurangi berbagai biaya seperti listrik, gaji pegawai, sewa tempat, dan lain sebagainya.

Melihat nilai keuntungannya mungkin beberapa dari kita kurang tertarik karena hanya bernilai sedikit.

Namun begitu hitungan di atas adalah jika kita hanya menjual 10 galon air perharinya, beberapa depot air isi ulang yang ramai pembeli nyatanya bisa menjual diatas 20 galon perharinya bahkan hingga ada yang mampu menjual ratusan galon setiap hari.

Dalam hal ini tentunya tergantung dari kita bagaimana cara pemasaran dan promosi produk agar dapat laku terjual dengan jumlah yang banyak.

Baca Juga Modal Usaha Pertamini dan Keuntungannya

Tips Menjalankan Usaha Air Isi Ulang

Agar bisa membantu mensukseskan penjualan air isi ulang beberapa cara yang bisa dilakukan diantaranya yaitu dengan menerima pesanan dengan sistem antar jemput langsung kerumah pembeli.

Dengan cara ini pembeli yang tidak memilki waktu untuk mengisi ulang air minum dirumahnya dapat dengan mudah memesan.

Tips berikutnya yang bisa dilakukan adalah pemilihan lokasi yang harus strategis untuk memulai usaha ini.

Beberapa contoh lokasi strategis untuk berjualan air isi ulang diantaranya adalah lokasi perumahan padat penduduk atau lokasi yang berdekatan dengan perkantoran dan industri.

Upaya lain seperti dengan memberikan bonus kepada konsumen yang sudah pernah membeli hingga beberapa galon juga dapat di terapkan dalam masa-masa promosi atau saat usaha baru mulai di buka.

Itulah sedikit informasi yang dapat kami berikan mengenai modal usaha air isi ulang beserta estimasi pendapatan dan tips singkat cara menjalankan usahanya.

Semoga Bermanfaat…