Mengenal Usaha Budidaya Ulat Sutra

Sudah semua kita ketahui bahwasahnya salah satu kain unggulan yang sangat berkelas dan sudah di kenal sedunia adalah kain sutra. Karena kualitasnya yang diatas rata-rata, tidak mengherankan harga untuk helai kain dari bahan sutra ini pun dihargai sangat mahal.

Selain itu karena masih sangat terbatasnya pasokan akan benang sutra saat ini, membuat banyak permintaan pasar yang tidak terpenuhi. Pemerintah pun hingga saat ini masih mengandalkan pasokan import untuk mencukupi kebutuhan industri tekstil yang menggunakan benang sutra, bahkan kabarnya pasokan benang dari dalam negri hanya baru mencukupi pasar hingga 5% nya saja.

Melihat kebutuhannya yang cukup tinggi serta harganya yang maksimal, usaha budidaya ulat sutra sebagai penghasil bahan utama untuk benang sutra pastinya akan sangat menjanjikan.

Usaha budidaya atau ternak ulat sutra untuk menghasilkan kepongpong yang serat didalamnya di jadikan kain di negara kita sudah di kenal cukup lama. Pemerintah juga ikut mendorong bidang ini dengan berupaya membangun pabrik-pabrik pemintalan benang sehingga bisa menampung hasil panen dari pembudidaya ulat sutra. Ditambah pasar ekspor yang juga bisa menyerap produk kepompong ulat sutra pun masih terbuka lebar.

usaha budidaya ulat sutra

Baca juga : budidaya semangka kotak yang bernilai tinggi

Secara garis besar untuk menjalankan budidaya ulat sutra adalah sebagai berikut :

Persiapan Pakan Ulat Sutra

Paling awal yang harus di persiapkan adalah ketersediaan pakan untuk ulat yang akan di kembangbiakan. Ini langkah awal yang cukup penting harus tersedia pasalnya ulat sutra ini pakan utamanya berupa daun murbei yang saat ini hanya bisa di dapatkan dengan secara langsung menanamnya.

Penyediaan Kandang Ternak

Kandang ternak ulat sutra di buat berbentuk rak-rak yang di tempatkan di sebuah ruangan berventilasi udara cukup. Sebelum di gunakan untuk menabur bibit, kandang wajib di semprot disinfektan secara merata sekitar 2 atau 3 hari sebelumnya.  Ruangan untuk kandang ternak ulat sutra pun perlu dibedakan untuk memelihara ulat dari bibit dan kecil-kecil dengan ulat sutra yang sudah tumbuh dewasa.

Persiapan Bibit Atau Telur

Jumlah bibit yang akan di kembangbiakan sebaiknya menyesuaikan dengan ketersediaan pakan berupa daun murbei yang kita miliki. Bibit ulat sutra berupa telur yang jika telah tersedia bisa mulai di tetaskan pada rak pemeliharaan, suhu yang di perlukan agar bisa menetas sempurna berada di kisaran 25-28 derajat celcius dan tempat penetasan harus sebisa mungkin terhindar dari sinar matahari langsung.

Pemeliharaan Ulat Sutra

Setelah menetas ulat sutra kecil mulai di pelihara dengan secara rutin memberinya pakan daun murbei muda yang di potong kecil-kecil, pemberian pakan di lakukan 3 kali dalam sehari pagi, siang dan sore. Siklus pertumbuhan ulat sutra kecil mengalami beberapa pergantian kulit atau di sebut instar, lama pergantian kulit umumnya terjadi 2-3 hari, pada masa ini ulat di hentikan pemberian pakannya.

Masa instar pertama kedua dan ketiga ulat sutra masih di kategorikan kecil, masa instar ke empat dan selanjutnya maka sudah dapat di kategorikan menjadi ulat sutra dewasa.

Pemeliharaan Ulat Dewasa

Terdapat perbedaan dari cara perawatan anatara ulat sutra kecil dan dewasa. Diantaranya ulat dewasa membutuhkan rak yang lebih besar, daun murbei yang diberikan sebagai pakanpun tidak perlu muda dan di potong-potong, melainkan daun secara utuh beserta batangnya. Pemberian pakan pun kini semakin di persering hingga 3-4 kali dalam satu hari.

Masa Pembentukan Kepompong

Pada masa instar ke lima, biasanya ulat sutra sudah akan mengalami pembentukan menjadi kepompong atau di sebut kokon. Dapat kita kenali dengan memeperhatikan ulat yang sudah mengeluarkan serat dari mulutnya, napsu makan ulat juga akan mulai menurun dan selanjutnya akan berhenti total.