Mengenal Minyak Atsiri Dan Peluang Bisnisnya

Minyak atsiri adalah sebuah minyak essensial yang dihasilkan dari bagian-bagian tanaman. Baik itu dari akar, buah, daun atau bagian lainnya seperti kulit tanaman, bunga dan lain sebagainya. Teksurnya sendiri berbentuk cairan yang kental dan bersifat mudah menguap serta memilki harum aroma yang khas.

Minyak astiri dikenal sebagai bahan baku pembuatan aneka produk yang banyak kita gunakan sehari-hari, seperti parfume, kosmetik, pewangi sabun, pelembab kulit, pasta gigi, aromaterapi dan lain-lain. Pada industri farmasi, minyak ini juga di perlukan sebagai bahan pembuatan obat-obatan. Hingga pada industri makanan dan munuman minyak atsiri juga seringkali di perlukan.

Untuk menghasilkan minyak ini, paling umum dilakukan adalah dengan langkah penyulingan. Proses inipun masih terbagi kedalam beberapa cara, pertama proses penyulingan dengan sistim rebus, penyulingan dengan uap air dan terahir penyulingan dengan uapnya langsung.

Perbedaan proses-proses tersebut dipilih tergantung kepada jenis bahan baku yang digunakan ataupun menurut karakter minyak yang ingin dihasilkan.

Sedangkan untuk tanaman yang seringkali digunakan sebagai bahan untuk menghasilkan minyak atsiri ini diantaranya, cengkeh pada bagian daun dan bunganya, nilam, buah pala, bunga kenanga, kayu cendana, tanaman akar wangi dan juga masih banyak lagi jenis tanaman lainnya.

Mengenal Minyak Atsiri Dan Peluang Bisnisnya

Advertisement

Menjadi Komoditas Unggul Indonesia

Indonesia menjadi salah satu negara penghasil minyak atsiri yang sudah dikenal didunia. Pasalnya negri ini juga sudah lebih dahulu dikenal dengan penghasil aneka ragam rempah-rempah yang dapat diolah menjadi bahan baku minyak yang satu ini.

Maka negara-negara besar seperti Amerika, Australia, China, India, Perancis, Jepang, Inggris dan lainnya sudah lama secara rutin menyerap produk ini. Dikarenakan banyaknya kebutuhan produk yang menggunakan minyak atsiri sebagai bahan bakunya, maka potensi bisnisnya pun memiliki peluang yang luar biasa besar.

Selain itu, sisi harga jual dari produk ini terbilang cukup tinggi dan stabil dipasaran. Misalnya saja untuk salah satu jenis produknya dari bahan tanaman cengkeh, perkilo minyak astiri dihargai sekitar 130 ribu rupiah. Sedangkan untuk atsiri dari tanaman nilam nilainya lebih tinggi lagi yaitu hingga 500 ribuan perkilonya.

Namun perlu diperhatian beberapa kendala yang sering di alami untuk lini usaha ini adalah diantaranya, pasokan bahan yang biasanya sulit didapat serta sulit menjaganya agar terus kontinyu. Sehingga sebelum benar-benar akan memulai perlu adanya analisa di wilayah sekitar mengenai ketersedian bahan yang dituju.

Terlebih lagi, kebutuhan akan bahan untuk membuat minyak ini diperlukan cukup banyak. Sebagai gambaran, jika ingin menghasilkan 1 Kg minyak astiri dari daun cengkeh, akan dibutuhkan setidaknya 50 Kg daun keringnya. Dapat dibayangkan jika diperlukan puluhan atau ratusan kilo minyak astiri cengkeh maka berapa banyak bahan daun yang diperlukan bukan…

Baca juga artikel :

Maka dari itu untuk beberapa pemain besar, tidak segan untuk sengaja membangun lahan khusus yang diperuntukan untuk menanam tumbuhan yang dibutuhkan untuk produksinya. Dengan begitu pasokan bahan pun menjadi lebih terjaga.