Limbah Ban Bekas Bisa Hasilkan Keuntungan Melimpah

Dengan banyaknya jumlah kendaraan bermotor saat ini, tentu tidak terbayangkan berapa banyak jumlah dari limbah ban bekas pakainya. Rata-rata untuk kendaraan baik mobil ataupun motor mengganti bannya dalam jangka waktu 2 hingga 3 tahun sekali. Maka tidak heran stok ban bekas jumlah nya akan selalu berlimpah.

Ban yang sudah tidak di gunakan lagi karena kodisi kembangannya sudah habis, selain bisa perbaharui dengan cara vulkanisir jika memungkinkan, ternyata ada peluang bisnis lain yang bisa memanfaatkan limbah ini. Salah satunya yaitu dengan diolah menjadi sebuk karet, yang pengolahannya dilakukan dengan cara dicacah atau di giling.

Mungkin ada beberapa pembaca baru mengetahui hal ini, ternyata serbuk karet yang di olah dari limbah ban bekas ini dapat di pergunakan oleh beberapa industri besar, dengan di proses kembali menjadi barang lain yang lebih bermanfaat. Seperti industri sepatu, yang membuat alas karet sepatunya dari serbuk keret ini, lalu ada juga produsen pembuat karpet, yang juga memanfaatkannya sebagai alas agar karpetnya tidak licin. Dan para pengelola lapangan futsal juga menaburkan serbuk karet dari limbah ban bekas ini pada lapangan rumput sintetisnya agar saat bermain pemain tidak licin dan mengurangi rasa sakit disaat jatuh.

Alasan mereka menggunakan serbuk karet dari bahan limbahan ban bekas tersebut diantaranya adalah karena harga karet mentah dunia selalu bergerak turun naik, di saat harga tinggi pelaku industri ini mencari cara agar ongkos produksi tidak ikut terkerek naik, salah satu yang dilakukan adalah mencari alternatif bahan serbuk karet dari limbahan ban bekas ini, yang pastinya harga jualnya terpaut jauh dengan harga karet murni.

bisnis limbah ban bekas

Dengan adanya hal tersebut maka membuka peluang usaha baru yang sangat menjanjikan karena konsumennya juga datang dari kelas perusahaan besar. Para pelaku usaha yang terjun dalam bisnis ini berupaya mencari bahan baku berupa ban bekas yang tidak terpakai dari berbagai sumber, seperti dari toko yang menjalankan usaha jual beli ban, usaha bidang transportasi, dan juga dari perorangan. Yang selanjutnya bahan-bahan tersebut di giling dengan menggunakan mesin pencacah khusus yang mampu melumatkan ban menjadi serbuk.

Baca juga artikel peluang usaha dari barang bekas dan rongsokan

Setelah paroduknya jadi, segera mereka tawarkan kepada perusahaan yang membutuhkan. Tidak main-main ada salah satu pebisnis yang melakoni usaha ini hingga sanggup menjual 20 ton serbuk ban tersebut setiap bulannya. Sedangkan untuk harga jualnya, serbuk ban ini di patok tergantung dari tingkat kehalusan gilingan, yang berkisar antara 3000 hingga 5000 rupiah perkilogramnya.

Melihat harga jualnya diatas, tidak heran permintaan pada serbuk karet dari ban bekas ini begitu banyak peminatnya, bisa kita bandingkan dengan harga karet alam murni yang harganya sekitar 30 ribuan per kilonya, terpaut cukup jauh bukan. Namun dalam hal ini tentunya kualitas yang menjadi faktor pembeda utamanya, kualitas serbuk karet ban bekas pastinya terpaut jauh juga dengan karet murni.

Meski begitu, dengan adanya produk karet dari limbahan ban bekas ini bisa menjadi alternatif para pelaku industri yang membutuhkan bahan baku karet untuk pembuatan produknya disaat harga karet murni meningkat tajam. Sehingga potensi dari usaha penggilingan ban bekas ini juga menjadi bisa terus berkembang.

Baca juga usaha daur ulang penggilingan botol plastik bekas