Kenali Faktor Penyebab Harga Saham Naik Turun

Ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab harga saham naik turun dan itu bisa terjadi kapan saja. Bagi investor pemula wajib mengetahui faktor-faktor tersebut mengingat harga saham sifatnya sangat volatil (jarak fluktuasi antara naik dan turun sangat besar).

Poin inilah sebenarnya yang menjadi keunikan dari investasi saham itu sendiri. Meskipun return tinggi tapi juga beresiko tinggi.

Merujuk pada konsep perdagangan, sebenarnya naik turunnya harga saham adalah hal wajar. Disini hukum ekonomi juga berlaku yakni harga naik ketika ada permintaan tinggi, dan sebaliknya harga turun ketika ada penawaran tinggi.

Penyebab harga saham naik turun secara umum bersumber dari faktor internal (terkait kinerja perusahaan) dan faktor eksternal. Berikut uraiannya.

Harga Saham Naik Turun

Faktor Internal Penyebab Fluktuasi Harga Saham

Pada hakikatnya fluktuasi yang disebabkan oleh faktor internal bisa diminimalisir dengan cara melihat reputasi perusahaan itu sendiri.

Pastikan modal anda jatuh di pasar yang prospek dan jangan asal pilih karena sejatinya perusahaan itu sendiri yang punya pengaruh paling tinggi terhadap fluktuasi harga saham yang dijual. Intinya perusahaan bagus pasti punya harga saham lebih stabil ketimbang perusahaan yang sedang berantakan.

Anda bisa memahami kondisi fundamental perusahaan dengan cara membaca laporan keuangan yang dirilis secara resmi melalui website BEI (Bursa Efek Indonesia).

Biar tidak bingung cukup baca garis-garis besar seperti tingkat laba, tingkat rasio utang, dan EPS (earnings per share). Semakin tinggi rasio utangnya menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sedang berkembang. Apalagi didukung oleh EPS yang tinggi, maka akan ada banyak calon investor yang antri.


Aspek-aspek tersebut (selengkapnya dapat anda diakses melalui situs BEI) juga bisa dijadikan tolok ukur untuk menilai proyeksi kinerja perusahaan untuk masa mendatang.

Faktor internal yang tak kalah pentingnya adalah kebijakan yang diambil oleh manajemen perusahaan. Adanya aksi korporasi seperti efisiensi, akuisisi, divestasi, merger, dan right issue sama kuatnya dalam mempengaruhi harga saham.

Kenapa bisa demikian? Jawabannya sangat logis, karena semua itu dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan investor yang secara otomatis juga berpengaruh pada tren harga saham.

Baca Juga Artikel :

Faktor Eksternal Penyebab Harga Saham Naik Turun

Faktor eksternal yang mempengaruhi harga saham diantaranya adalah:

Manipulasi Pasar

Manipulasi pasar efeknya cenderung singkat. Untuk memastikan harga saham tertentu sebaiknya selalu cek kondisi fundamental perusahaan.

Kebijakan Pemerintah

Contohnya adalah kebijakan ekspor impor, kebijakan utang, kebijakan terkait dengan perseroan dan lain sebagainya. Meski masih dalam tahap wacana (belum fix) tetap saja berpengaruh terhadap harga saham.

Kurs Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

Ini berdampak pada perusahaan yang melakukan import atau yang memiliki utang dalam bentuk mata uang asing. Fluktuasi rupiah bisa menyebabkan harga saham naik atau turun.

Kondisi Panik

Kepanikan biasa diakibatkan oleh berita atau rumor tertentu yang mengakibatkan investor berspekulasi secara mendadak untuk menjual sahamnya baik untung atau rugi. Intinya mereka ingin menghindari apa yang digambarkan oleh peribahasa ‘sudah jatuh ketiban tangga’, mending rugi dari pada amblas.

Kondisi Ekonomi Global

Contohnya seperti kebijakan Bank Sentral Amerika (Federal Reserve), suku bunga acuan Bank Indonesia, nilai ekspor impor, tingkat inflasi, goncangan politik global dan tingkat suku bunga perbankan.

Rupanya ketika suku bunga perbankan naik, banyak investor yang mengalihkan modalnya ke instrumen keuangan lain seperti deposito. Hal tersebut sangat wajar karena investor bisa mendapatkan return yang lebih tinggi.