Jenis-jenis Asuransi Unit Link Berdasarkan Profil Resikonya

Bagi orang awam memilih asuransi unit link memang sangat mendebarkan. Pasalnya jenis asuransi yang satu ini kondang dengan resiko yang cukup tinggi, meskipun di sisi berbeda juga ada keuntungan yang tidak dimiliki oleh asuransi lain. Penggabungan investasi dan proteksi masih menjadi pilihan kebanyakan orang terutama mereka yang memiliki dana lebih namun tidak mempunyai banyak waktu untuk mengurus asuransi sekaligus investasi.

Dilihat secara umum, Unit Link memiliki cara kerja yang hampir sama dengan reksadana, namun karena unit link dikelola oleh perusahaan asuransi, ada biaya-biaya tambahan yang dikenakan kepada nasabah. Mahalnya biaya di Unit Link sebenarnya disebabkan oleh pemisahan dana (premium) ke dalam dua pos yaitu pos proteksi (asuransi) dan pos investasi. Oleh karena itu nasabah yang tidak mengerti betul cara kerja unit link bisa kaget karena hasil uang yang di investasikan maupun uang proteksi yang didapatkan tidak bisa terkumpul atau bahkan tidak bisa berlipat seperti yang diharapkan.

Jika anda masih awam tentang produk asuransi Unit Link, namun penasaran terhadap cara kerjanya, maka dengan memahami jenis-jenis asuransi Unit Link bisa mengurangi keraguan anda terutama ketika sudah memahami dengan benar berdasarkan profil resikonya.

Berikut ini adalah jenis-jenis asuransi Unit Link yang bisa anda pelajari sesuai dengan resiko dan manfaatnya.

Jenis-Jenis Asuransi Unit Link Berdasarkan Profil Resiko Pemegang Polis

jenis Asuransi Unit Link

1. Cash Fund Unit Link

Disebut juga sebagai Unit Link Pasar Uang atau Unit Link Dana Kas, berdasarkan resikonya ini adalah sarana investasi yang paling aman dengan return yang paling rendah. Target pasar dari produk Unit Link Cash Fund adalah mereka yang tidak berani mengambil resiko meskipun sifatnya sedang.

Jika anda mengambil jenis ini maka portofolio investasi sepenuhnya ditempatkan pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, surat hutang jangka pendek, ataupun sertifikat Bank Indonesia. Mengingat instrumen yang digunakan, maka Cash Fund Unit Link biasanya ditawarkan sebagai investasi jangka pendek.

Unit Link Pasar Uang hanya ditawarkan dalam bentuk nilai unit rupiah saja. Mengenai mekanismenya bisa melalui Cash Fund Unit Link konvensional maupun syariah. Sebagai contoh perusahaan yang menawarkan jenis ini adalah Prudential melalui produknya yang bernama PRUlink. Sekarang juga banyak produk ini berbasis syariah yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi syariah.

2. Fixed Income Unit Link

Seperti namanya, Unit Link ini menggunakan portofolio investasi sebagian besar (sekitar 80%) pada instrument pendapatan tetap khususnya obligasi dan surat utang negara (SUN) seperti pada Reksadana Bond Fund. Sisanya dana akan diputar ke dalam instrumen pasar uang.

Kemudian apakah benar jika Unit Link ini dinamakan sebagai Unit Link Pendapatan Tetap, lantas memberikan penghasilan tetap? Ini adalah pemahaman yang keliru karena dalam investasi tidak ada yang namanya keuntungan pasti. Seperti halnya instrumen investasi lainnya, obligasi juga memiliki pasang surut harga. Penyebab anjloknya harga obligasi terutama dipengaruhi oleh suku bunga yang naik tajam.

Dilihat dari profil resikonya, Unit Link Pendapatan Tetap memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan Unit Link Cash Fund dengan peluang return yang lebih banyak.

Melihat dari berbagai macam resikonya, maka Unit Link Penghasilan Tetap dapat dijadikan alternatif untuk investasi jangka panjang antara 1 hingga 3 tahun. Kenapa demikian? Diharapkan dalam jangka waktu tersebut target investasi sudah bisa dicapai. Produk Unit Link jenis ini dapat dijumpai dalam bentuk nilai unit rupiah maupun dolar.

3. Managed Fund Unit Link

Pilihan bagi anda yang menginginkan resiko investasi sedang hingga tinggi. Unit Link ini juga dikenal dengan Unit Link Campuran karena dana akan ditempatkan pada berbagai macam instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Unit Link jenis ini mungkin sedikit ada perbedaan pada asuransi syariah, karena Unit Link Campuran Syariah  juga menggunakan instrumen lainnya seperti efek pendapatan tetap, deposito, dan efek bersifat ekutias lainnya. Jangka waktunya bisa dipilih mulai dari investasi jangka menengah hingga jangka panjang.

4. Equity Fund Unit Link

Equity Fund Unit Link adalah jenis asuransi Unit Link dengan potensi return investasi yang paling tinggi. Namun ini hanya bagi anda yang bermental baja saja. Fix income yang dihasilkan dari saham fluktuasinya sangat drastis. Bisa melonjak ataupun anjlok dengan tajam. Ada banyak produk yang beredar mulai dari jenis Unit Link Saham dengan prioritas return maksimal jangka panjang, jangka pendek maupun jangka menengah. Investasi ini menempatkan dana sebagian besar pada kas, saham termasuk reksadana saham, deposito dan lain sebagainya.

Baca Juga Manfaat dan Resiko Unit Link Asuransi Berbalut Investasi

Dari uraian yang disampaikan di atas, sebenarnya tidak ada patokan pasti mana yang terbaik. Semua tergantung pada kejelian serta manfaat dan profil resiko yang diharapkan. Karena Unit Link juga memiliki fitur proteksi, maka anda juga perlu memfokuskan dana asuransi pada kebutuhan yang paling prioritas dan kalau bisa pilih salah satu saja misalnya pendidikan atau kesehatan. Terakhir yang paling penting adalah memilih agen yang benar-benar kredibel. Ciri-cirinya adalah mereka mau dan sanggup memberikan penjelasan secara detail tentang produk asuransi yang ditawarkan termasuk membeberkan semua resiko dan manfaatnya tanpa ada upaya untuk menutupi sedikitpun.