Inilah 15 Tren Bisnis Kuliner Sederhana yang Beromzet Miliaran Rupiah

Bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Setidaknya, ada tiga alasan mengapa bisnis kuliner menguntungkan. Pertama, setiap orang membutuhkan makan. Kedua, bisnis kuliner mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ketiga, bisnis kuliner dapat dengan mudah dikembangkan menjadi franchise.

Namun sayangnya, masih banyak orang yang ragu dengan prospek bisnis kuliner di Indonesia. Bagi Anda yang ingin terjun ke dunia kuliner, mungkin bisa dimulai dengan mengetahui tren bisnis kuliner yang sedang berkembang di tahun 2018 ini.

Dengan demikian, Anda dapat mengetahui kuliner apa yang memiliki potensi pasar terbesar. Berikut beberapa bisnis kuliner yang tren di tahun 2018 ini.

Tren Bisnis Kuliner

1. Waroeng Spesial Sambal

Waroeng Spesial Sambal atau sering dibilang Waroeng SS merupakan salah satu kisah sukses yang menarik untuk diikuti. Bermula dari trotoar di kawasan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Yoyok Hery Wahyono berhasil merubah warung tenda sederhananya menjadi ratusan toko permanen di seluruh Indonesia.

Sejatinya, Waroeng SS ini menyajikan makanan sederhana yang bisa dibuat sendiri di rumah. Namun Waroeng SS berhasil memberikan sentuhan uniknya sendiri, yaitu puluhan menu sambal ekstra pedas.

2. Warung Steak and Shake

Steak tidak selamanya identik dengan makanan mahal untuk kalangan atas saja. Berkat adanya Warung Steak and Shake, kini hidangan steak bisa dinikmati oleh siapa saja. Sebab, Warung Steak and Shake ini tidak mematok harga yang terlalu tinggi.

Restoran ini lebih banyak menggunakan bahan-bahan lokal, sehingga harganya mampu ditekan. Meskipun mereka tetap menyajikan steak daging import, harganya pun masih terjangkau. Kalau soal rasa, tetap lezat untuk dinikmati bersama keluarga.

3. Es Teler 77

Hidangan ringan es teler sejatinya adalah hidangan rakyat yang bisa dinikmati oleh semua. Hidangan yang terdiri dari serutan es, kelapa muda, alpukat, nangka, saus karamel, dan susu kental manis ini terbukti mampu menembus pasar dunia.

Adalah Ibu Murniati yang membuatnya demikian lewat Es Teler 77 yang ia dirikan sejak tahun 1987. Berawal dari kesuksesan satu gerai, Ibu Murniati memberanikan diri untuk menjadikan Es Teler 77 sebagai sebuah franchise. Hasilnya, kini Es Teler 77 sudah bisa dinikmati masyarakat Malaysia, Singapura, Australia, dan India.

4. Tela Krezz

Latar belakang pendidikan tidak selamanya menentukan karir seseorang. Hal ini dibuktikan oleh Firmansyah Budi Prasetyo yang mendirikan Tela Krezz hingga sukses kini. Hanya bermodalkan ketela atau singkong yang diolah dengan piawai, ia berhasil merubah satu gerai dengan modal 3 juta rupiah menjadi ratusan gerai yang beromzet ratusan juta rupiah.

5. Kripik Maicih

Masyarakat Indonesia tampaknya sangat tertarik dengan makanan-makanan yang bercita rasa pedas. Setelah adanya Waroeng SS yang menyajikan sambal ekstra pedas, muncul pula keripik singkong dengan beberapa tingkat kepedasan yang bisa Anda pilih sendiri. Makanan keripik singkong sendiri sudah sering ditemukan baik di pasar maupun di pinggir jalan.

Hanya saja sebelum adanya Maicih, belum banyak yang mengeksplor jajanan keripik singkong ekstra pedas. Peluang ini dilihat dan ditangkap dengan baik oleh Reza Nurhilman sang pendiri Maicih. Jangan salah, meskipun yang dijual adalah makanan ringan, Maicih kini mampu meraup keuntungan ratusan juta hingga milyaran rupiah setiap bulannya.

6. Teh Kempot

Teh adalah minuman sederhana yang bisa dinikmati semua orang di rumahnya masing-masing. Sehingga muncul stigma kalau teh bukanlah ladang bisnis yang menguntungkan. Namun stigma ini dipatahkan oleh Victor Giovan. Nah, Victor bisa berhasil seperti sekarang ini tidak lepas dari kreativitasnya untuk mengkreasikan hidangan teh menjadi sesuatu yang baru.

Salah satunya adalah teh yogurt kempot yang memiliki cita rasa unik. Dari hasil kreativitasnya ini, Victor sudah berhasil membuka puluhan outlet dengan penghasilan puluhan juta setiap bulannya.

7. JustMine

Bagi Anda yang sempat penasaran siapa yang pertama kali mempopulerkan jajanan es pisang ijo khas Makassar, Riezka Rahmatiana lah orangnya. Ia berhasil membawa jajanan asli daerah ini ke panggung nasional dengan varian menu yang kreatif.


Berkat kerja kerasnya, yang awalnya hanya bermula dari satu buah gerai kecil, kini JustMine sudah memiliki puluhan gerai dengan rata-rata penjualan hingga 500 porsi per harinya. Tentu ini tidak lepas dari penggunaan skema franchise yang Riezka pilih untuk mengembangkan bisnis kuliner miliknya.

8. Eatlah

Eatlah adalah salah satu jajanan modern yang kini sedang digandrungi oleh anak muda. Michael, sang pendiri, ingin menghadirkan makanan kasual yang bisa dinikmati oleh semua orang tanpa membedakan latar belakang ekonomi, kelas, atau umur.

Menu yang ditawarkan pun cukup unik, dengan yaitu nasi, ayam atau ikan goreng, yang dipadu dengan gurihnya salted egg. Rasanya yang lezat dan unik ini membuat Eatlah menjadi salah satu kisah bisnis kuliner milenial yang inspiratif. Terlebih lagi, Eatlah telah memanfaatkan kecanggihan teknologi yang membantunya meraih kesuksesan seperti sekarang ini.

9. Lele Lela

Hidangan pecel lele bukanlah hal baru di Indonesia. Hidangan ini sudah begitu merakyat dengan hadirnya warung-warung tenda di setiap jalan protokol. Meskipun lezat, masih banyak orang yang ragu soal kebersihannya. Namun di tangan Rangga Umara, pecel lele diangkat menjadi dengan konsep yang lebih modern.

Meskipun harus melalui pasang surut, Rangga berhasil merubah Lele Lela menjadi salah satu food chain yang paling laku di Indonesia. Bahkan Lele Lela sudah mulai melebarkan sayap ke negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Semua itu berkat kerja keras dan rasa cintanya kepada keluarga.

10. Ayam Gepuk Pak Gembus

Ayam goreng memang menjadi primadona kuliner Indonesia. Terlebih lagi ketika ayam goreng bertemu dengan sambal yang menggugah selera. Perpaduan keduanya bisa ditemukan di Ayam Gepuk Pak Gembus ini.

Bisnis yang sudah berdiri sejak tahun 2013 ini bahkan telah memiliki ratusan cabang di dalam dan luar negeri. Sang pendiri, Ridho Adityawan, telah berhasil merubah kedai sederhana bermodalkan Rp23 juta menjadi omzet miliaran rupiah per bulan.

11. Ayam Geprek Bensu

Selain Ridho Adityawan, artis kenamaan Ruben Onsu pun juga ingin terjun ke bisnis kuliner dengan mendirikan Ayam Geprek Bensu yang kini telah menjelma menjadi salah satu makanan hits di kalangan anak muda.

Supaya berbeda dari ayam geprek lainnya, Ruben Onsu menambahkan lelehan keju mozzarella di atas ayam gepreknya. Selain menawarkan paket nasi, Ayam Geprek Bensu juga menawarkan paket mie goreng yang membuat rasa ayam gepreknya semakin lezat.

12. Nugget pisang

Jangan salah, hidangan nugget bukan hanya terbuat dari daging ayam saja. Kini telah banyak nugget pisang yang dijual dengan berbagai topping yang membuat rasa nugget pisang semakin menarik. Topping yang digunakan biasanya coklat, keju, green tea, ovomaltine, dan hazelnut. Saat ini bisnis nugget pisang masih cukup menjanjikan karena masih banyak orang yang menginginkannya.

13. Martabak manis

Martabak manis telah mengalami proses evolusi yang cukup panjang. Mulai dari yang sederhana dengan topping keju, coklat, wijen, kacang. Sampai saat ini yang sudah memiliki topping kekinian dengan berbagai rasa. Anda akan mudah menemukan martabak manis dengan topping hazelnut, permen coklat, green tea, keju mozzarella, ovomaltine, dan masih banyak lagi.

Namun apabila Anda ingin memulai bisnis kuliner martabak manis, satu hal yang perlu diingat. Anda harus benar-benar memperhatikan kualitas bahan yang digunakan dalam adonan. Sebab, banyak martabak manis yang hanya fokus pada topping, namun rasa dari martabaknya sendiri kurang spesial.

14. Kue Lapis Bogor Sangkuriang

Pemilik dari bisnis kue lapis bogor sangkuriang, Rizka Wahyu Romadhona, merupakan salah satu pengusaha yang patut dijadikan contoh. Sebelum mendirikan Kue Lapis Bogor Sangkuriang, Rizka terlebih dahulu berjualan bakso namun gagal setelah berjalan beberapa waktu.

Namun kegagalan tidak membuat Rizka patah arang. Terbukti kini ia sudah berhasil meluncurkan produk kue oleh-oleh yang beromzet miliaran rupiah. Padahal bisnis kue sendiri kini sedang diisi oleh para artis yang notabene memiliki lebih dikenal.

15. Roti Unyil

Apabila Perancis terkenal dengan rotinya yang berukuran besar, maka Bogor terkenal dengan rotinya yang berukuran mini. Roti Unyil khas Bogor ini memiliki tekstur yang lembut dan pulen, sehingga membuatnya menjadi salah satu oleh-oleh wajib saat berkunjung ke Bogor. Bisnis yang dirikan oleh Herliyanti Hawidjaja dan Hendra Saputra Hawidjaja pada tahun 1992 ini telah sukses menjadi roti legendaris di Bogor. Soal omzet sudah tidak bisa diragukan lagi.

Lima belas tren bisnis kuliner sederhana di atas membuktikan bahwa agar sukses di bisnis kuliner tidak perlu memiliki konsep yang berlebihan. Anda hanya perlu mengembangkan ide, bagaimana cara merubah kuliner sederhana menjadi lebih unik dari biasanya. Dengan demikian, orang-orang tidak akan takut untuk mencoba.