Ingin Sukses Membangun Usaha Kafe? Baca 6 Tips Jitu Ini

Boleh dibilang, usaha kuliner adalah jenis usaha yang cukup menjamur di kalangan masyarakat. Banyaknya varian menu makanan yang bisa ditawarkan membuat usaha di bidang kuliner menjadi celah yang cukup menggiurkan untuk digali lebih dalam. Memulainya pun bisa dari yang sederhana, seperti membuka warung nasi uduk di depan rumah, penjaja nasi goreng di kala malam, hingga usaha kafe.

Namun, mengingat Anda menghadapi masyarakat yang beragam, kebutuhan mereka akan makanan tentunya berbeda-beda. Misalnya, mereka pecinta kopi tentu memiliki preferensi kuliner yang sedikit berbeda dengan pecinta makanan sehat.

Tetapi dibalik ramainya jenis usaha kuliner yang hadir, tempat kuliner kerap dijadikan tempat nongkrong masyarakat, khususnya anak muda. Inilah yang menjadi tempat makan berkonsep kafe jadi tempat yang cukup sering didatangi oleh mereka. Tidak hanya sekadar untuk menikmati makanan, di zaman sekarang masyarakat mendatangi sebuah kafe juga karena kenyamanan serta keunikan konsep yang ditawarkan.

Kafe sendiri memiliki konsep yang lebih fleksibel ketimbang kedai kopi yang cenderung segmented. Selain menawarkan makanan yang unik, tempatnya pun bisa membuat pelanggan betah. Paling tidak, varian menu yang ditawarkan bisa lebih berwarna dan beragam.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk menjajal usaha membuka kafe, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Ingin Sukses Membangun Usaha Kafe

1. Memanfaatkan teknologi untuk strategi pemasaran yang baik

Mungkin di zaman dulu, biaya untuk eksekusi strategi pemasaran tergolong besar. Seperti reklame, billboard, hingga iklan di media konvensional seperti radio, majalah, dan televisi. Namun dengan perkembangan teknologi, Anda bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi Anda.

Media sosial seperti Facebook dan Instagram adalah lahan empuk bagi pebisnis untuk mempromosikan usahanya. Mulai dari memperkenalkan produk yang disediakan, berinteraksi dengan followers, hingga beriklan pun bisa Anda lakukan di media sosial.

Anda juga bisa memanfaatkan fitur Google Business untuk mendaftarkan usaha Anda di Google. Sehingga restoran Anda bisa direkomendasikan oleh Google ketika orang mencari tempat makan di daerah tempat Anda beroperasi. Karena inilah yang jadi salah satu daya tarik Google Business. Di sana, Anda pun bisa memasukkan informasi singkat kafe Anda, seperti lokasi, jam buka, hingga review singkat dari pelanggan.

Selain untuk melakukan pemasaran, teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk mengatur operasional dari usaha kafe milik Anda. Misalnya dengan menggunakan aplikasi kasir seperti Moka, Anda bisa mengelola stok bahan baku yang Anda punya, mencatat transaksi secara otomatis, hingga melihat menu yang paling banyak dipesan oleh pelanggan Anda.

2. Tentukan konsep dari kafe Anda

Memikirkan konsep yang akan Anda terapkan di kafe adalah langkah awal yang harus Anda lakukan. Anda harus bisa menjawab berbagai pertanyaan seperti konsep apa yang cocok dengan target pasar Anda, menu makanan dan minuman apa yang cocok ditawarkan pada mereka, apa yang jadi kelebihan kafe Anda dibanding kafe-kafe yang sudah ada.


Misalnya, jika target Anda adalah anak mudah seperti mahasiswa, Anda bisa menawarkan menu comfort food seperti french fries, spaghetti carbonara, burger, dan lain sebagainya. Namun, perkuat keunggulan kafe Anda dari segi desain interior yang Instagram-able.

Sebaliknya jika target Anda lebih ke orang kantoran, Anda bisa menawarkan konsep kafe yang kuat dari segi menunya dengan menawarkan hidangan yang lebih berat dan unik. Unik dalam artian kafe Anda memiliki menu specialty yang tidak dimiliki di tempat lain.

3. Jenis hidangan yang ditawarkan

Idealnya, konsep yang ditawarkan berbanding lurus dengan jenis hidangan yang ditawarkan. Misalnya, kafe yang menonjolkan menu kopi yang memang lagi hits belakangan ini. Berarti, Anda harus memberikan variasi menu kopi yang lengkap, sementara makanan hanyalah pelengkap.

Specialty dari segi makanan pun lebih variatif lagi. Misalnya, Anda menawarkan hidangan khusus makanan sehat. Menu-menunya pun harus di seputar itu, seperti salad, smoothie bowl, dan jus buah. Agar pelanggan tak bosan, Anda juga bisa senantiasa menambah atau mengubah menu baru secara berkala, misalnya dengan mengenalkan satu menu baru setiap bulan atau satu menu limited edition yang hanya ada di bulan tersebut.

4. Lokasi yang strategis

Lokasi yang ideal adalah salah satu senjata bagi usaha jenis apapun. Anda pastinya harus memastikan bahwa lokasi kafe mudah dijangkau oleh banyak orang. Misalnya, Anda bisa menyewa tempat di daerah yang memang kerap dijadikan lokasi anak muda untuk nongkrong, seperti di dekat kampus atau pusat kota.

Jika Anda memiliki dana lebih untuk mengalokasikannya pada penyewaan tempat, mal pun jadi pilihan yang juga baik. Tentunya semakin bagus dan potensial lokasinya, harga sewanya juga semakin mahal. Untuk itu, dana juga harus menjadi pertimbangan Anda.

Selain itu, ketika Anda hendak menyewa suatu lokasi, pastikan juga ada lahan parkir yang cukup untuk pelanggan Anda nanti. Biasanya, orang cenderung malas ketika mengetahui tempat makan yang hendak dituju parkirannya penuh.

5. Mencari bahan baku untuk menu

Sebelum membuka usaha kafe, Anda harus memastikan bahan baku yang hendak dipakai mudah dicari. Lebih baik lagi, untuk menjaga kualitas rasa agar tidak berubah, sebaiknya sumber bahan baku Anda berasal dari sumber yang tetap dan pastikan mereka selalu menyediakan stoknya.

Soal harga juga bisa menjadi pertimbangan. Jika Anda ingin mencari harga bahan baku yang lebih murah, beli lah bahan baku di pedagang grosir. Meski harus membeli dalam jumlah yang banyak, jika dihitung-hitung dana yang harus Anda keluarkan seharusnya lebih murah. Selain itu, stok bahan baku yang disimpan pun jadi lebih banyak. Jadi, Anda tidak perlu membeli bahan baku lagi dalam beberapa periode.

6. Mencari sumber daya manusia

Saat baru mulai merintis, Anda pun bisa langsung turun tangan untuk melayani pelanggan. Namun untuk membantu pekerjaan Anda, merekrut karyawan baru juga akan sangat membantu. Anda pun tidak perlu merekrut banyak karyawan sekaligus. Bisa dimulai dengan dua atau tiga orang terlebih dahulu. Misalnya satu orang bertugas mencatat menu pelanggan, sisanya mengurus urusan dapur. Semuanya pun bisa merangkap sebagai petugas kasir yang melayani pelanggan yang hendak membayar.

Anda pun bisa membagi shift karyawan seperti pembagian hari kerja. Siapa yang bisa membantu di kafe Anda di jam kerja, serta siapa yang bisa mem-backup pekerjaan saat weekend. Sebaiknya, Anda menanyakan hal ini pada saat proses perekrutan calon karyawan baru.

Nah, dengan menerapkan keenam tips sukses ini, diharapkan dapat membantu Anda mengelola usaha kafe dengan lebih baik lagi.

Selamat mencoba ya!