Furniture Dari Kayu Bekas Tembus Pasar Ekspor

Nilai produk furniture atau mebel sekarang ini tidak hanya dilihat dari penggunaan bahan bakunya saja, bahan baku mahal dan berkualitas belum tentu menjamin nilai furniture yang di hasilkan selalu bernilai jual tinggi, karena nyatanya banyak furniture yang di buat dari bahan kayu-kayu bekas pun bisa sukses di pasaran, bahkan hingga di ekspor ke luar negri.

Sekilas terpikir seperti tidak mungkin, sebabnya kayu bekas itu kebanyakan tidak bernilai dan sering di anggap sampah. Namun pada kenyataannya banyak pengusaha sukses yang menekuni bidang furniture dari kayu bekas ini, malah beberapa di antaranya telah sanggup berjalan selama puluhan tahun dan beromsetkan ratusan hingga milyaran rupiah.

Salah satu yang mendorong para pengusaha mebel menggunakan kayu bekas ini diantaranya adalah mahalnya harga kayu baru akibat dari menipisnya persediaan. Kayu bekas menjadi solusi untuk menjalankan bisnisnya, Di tangan orang-orang berpengalaman, terampil dan kreatif, limbah kayu ini bisa disulap menjadi mebel yang berkualitas tinggi dan juga memiliki nilai seni yang kebanyakan di sukai orang asing.

mebel dari kayu bekas

Diminati Di Mancanegara

Peminat furniture dari kayu bekas ini paling banyak permintaannya dari mancanegara seperti Jerman, Denmark, Spanyol, Belanda, Amerika dan masih banyak negara lainnya. Kebanyakan masyarakat di sana menggemari furniture dengan desain minimalis dan bernilai seni tinggi, sedangkan untuk bahan baku mereka tidak begitu mementingkannya.

Bahkan sebab dari furniture dari bahan kayu bekas ini memiliki nilai ramah lingkungan, dapat memberikan nilai tambah produk kita luar negri. Sebabnya kesadaran masyarakat akan keperdulian lingkungan sangat tinggi di sana, khususnya di Eropa yang sedang mengalami krisis lingkungan sehingga pemerintahnya mulai menerapkan konsep gogreen pada kebanyakan produk yang di gunakan.

Advertisement

Ulasan Bisnis

Salah satu pebisnis yang bisa kita contoh pada bidang bisnis furniture dari kayu bekas ini adalah Rani Permata Sari pemilik dari CV Nuansa Kayu Bekas. Yang dari mulai tahun 2009, bisnis furniturenya beralih haluan menggunakan bahan dari kayu bekas, Kala itu sebab bahan baku kayu baru pasokannya sering tersendat, rani memutuskan untuk mempelajari membuat mebel dari kayu bekas yang di dapat dari sekitar rumahnya di Wonorejo.

Semula bisnis furniturenya hanya memiliki karyawan sebanyak 20 orang, kini sudah meningkat manjadi 230 orang, dengan mampu membukukan omset yang bernilai fantastis yaitu hingga 9 milyar setiap bulannya. Angka tersebut di hasilkan dari ekspor furniture dari bahan bekas kreasinya sebanyak 12 kontainer setiap bulan. Hingga sekarang rani tidak perna kesulitan menjalankan usahanya, pasokan bahan baku berupa kayu-kayu bekas tetap lancar di dapatkan.

Selain menggunakan kayu bekas Rani juga mengkreasikan furniturnya dengan barang-barang yang masih berkategori limbah juga, seperti drum dan kaleng bekas, sehingga produknya semakin bervariasi dan lebih sukai.

Baca juga peluang usaha dari barang bekas dan rongsokan

Pelajaran Yang Bisa Di Petik

Dari ulasan bisnis dari barang bekas di atas, kita bisa mendapatkan pelajaran yang sangat berharga untuk menjalankan usaha. Salah satunya adalah ide untuk membuat produk yang bernilai sangat tinggi sedangkan bahan pembuatannya dari sampah yang nilainya rendah.

Bisa kita bayangkan harga produk untuk pasar ekspor umumnya berlipat-lipat dari pada untuk pasar lokal, dari situ saja keuntungan yang bisa di raih bisa sangat besar, apalagi dengan di tambah bahan baku pembuatannya yang didapat dari barang bekas.

Itu semua bisa di raih dengan jelinya seorang pebisnis memanfaatkan keterampilan dan terus berinovasi hingga bisa menciptakan produk yang di sukai.

Baca juga artikel peluang usaha toko furniture atau mebel