DAM Corporation Ingin Wujudkan Masyarakat Non-Tunai Dengan Berbagai Tawaran

Digital Artha Media (DAM) Corporation merupakan startup enabler fintech yang sudah memiliki nama di Indonesia. Sebagai perusahaan startup DAM saat ini telah mengelola beberapa produk fintech (financial technology) besar di Indonesia seperti Line e-cash maupun Mandiri e-cash.

Melirik peluang financial technology yang kini sedang berkembang pesat di Indonesia, perusahaan tersebut ingin wujudkan sebuah ekosistem fintech di Indonesia dengan cara membuka solusi dalam rangka menghidupkan lingkungan masyarakat non-tunai.

Seperti diketahui perkembangan digital sangat pesat akan tetapi penetrasi bank tidak begitu cemerlang. Terbukti, hingga saat ini masyarakat yang memiliki akun perbankan hanya 60 juta orang saja dari jumlah total masyarakat Indonesia yang berjumlah 250 juta jiwa.

DAM Corporation

DAM Corporation melirik pasar fintech masih begitu lebar untuk dikembangkan. Mengutip laporan Tekno Liputan6, 22 Desember 2017, diprediksi akhir tahun 2017 ini saja fintech mampu mewujudkan nilai transaksi hingga $18,65, setara Rp. 266,4 triliun.


Dengan menjamurnya bisnis online dan e-commerce di Indonesia, fintech dinilai sangat efektif untuk menjembatani masyarakat terutama dalam melakukan transaksi non-tunai.  Terlebih lagi, langkah gerakan non-tunai sudah mendapatkan pintu yang sangat lebar dari pemerintah sejak BI memberlakukan Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway).

Ada beberapa solusi yang ditawarkan oleh DAM Corporation, diantaranya adalah offline payment through EDC dan POS, internet payment gateway, merchant payment transfer, e-parking, e-toll, co-brand hyper localization, transfer whitelabel, virtual card number (VCN), dan one to many. Selain itu DAM juga akan menawarkan sebuah sarana pembayaran unik, yaitu Indiprint, Wagon (warung goes online) dan Indipay.

Indiprint adalah sebuah layanan printing berbasis teknologi awan (cloud) yang akan dihadirkan di kampus-kampus. Sementara Wagon adalah sebuah layanan pembayaran non-tunai diperuntukkan bagi warung-warung. Indiprint dan Wagon akan dirilis tahun 2018 mendatang.

Baca Juga Mengenal Uang Elektronik (E-Money) Serta Untung Rugi Menggunakannya

Dalam prakteknya layanan Indiprint akan dikerjasamakan dengan pihak rektorat kampus. Jadi mahasiswa akan sangat mudah dalam mengerajakan tugasnya. Ketika mereka ingin print tugas, tinggal bayar pakai Indipay, print kemudian mereka bisa mengambil hasil cetakan di lokasi terdekat.

Demikianlah rencana DAM dalam menciptakan ekosistem fintech di Indonesia.