Ciri-Ciri Fintech Pinjaman Online Ilegal

Fintech atau Financial Technology merupakan hasil kolaborasi antara jasa keuangan dengan teknologi. Kehadiran Fintech dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai produk keuangan hingga mengajukan pinjaman.

Bagi masyarakat yang membutuhkan pinjaman uang dengan cepat dan juga tidak ingin dipusingkan dengan berkas ataupun dokumen sebagai syarat-syaratnya, Fintech bisa menjadi salah satu solusinya.

Namun sayangnya sekarang ini tidak sedikit pula Fintech ilegal yang bermunculan. Fintech ilegal adalah Fintech yang tidak memiliki legalitas ataupun tidak terdaftar resmi di OJK. Usahakan jangan menggunakan layanan Fintech ilegal jika tidak mau mengalami masalah dikemudian hari.

Ciri Fintech Ilegal

Ciri Fintech Ilegal Beserta Daftar Nama Perusahannya

Mungkin banyak yang belum tahu apa ciri-ciri dari Fintech ilegal dan juga perusahaan Fintech mana yang termasuk dalam kategori Fintech ilegal yang ada saat ini. Bagi yang ingin mengetahuinya bisa baca informasi yang kami sajikan di bawah ini.

Identitas Perusahaan Tidak Jelas

Identitas sebuah perusahaan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Dengan hal tersebut tentu perusahaan yang legal akan memberikan identitas sejelas-jelasnya supaya konsumen ataupun masyarakat bisa melakukan verifikasi ataupun mengakses dengan mudah.

Identitas sebuah perusahaan bisa meliputi alamat perusahaan yang valid, nomor telepon ataupun customer service serta informasi lain yang berhubungan dengan perusahaan tersebut.

Tapi jika perusahaan tersebut memiliki niat buruk atau termasuk perusahaan ilegal biasanya tidak memiliki identitas perusahaan yang jelas.

Meskipun terkadang Fintech ilegal memberikan alamat perusahaan, biasanya alamatnya fiktif atau tidak jelas. Sehingga jika terjadi suatu hal ataupun masalah, konsumen tidak bisa melacak perusahaan tersebut atau bahkan melaporkannya.

Bunga Yang Tinggi

Salah satu ciri Fintech ilegal juga bisa dilihat dari besarnya bunga yang ditawarkan. Biasanya bunga yang ditawarkan Fintech ilegah cukup tinggi, bahkan bisa mencapai 2% sampai 3% dalam setiap harinya.


Hal itu tentu berbeda dengan bunga yang ditawarkan oleh Fintech resmi ataupun yang terdaftar OJK. Karena Fintech yang resmi akan memberikan bunga yang normal dan sesuai aturan pemerintah tidak terlalu tinggi seperti bunga yang ditawarkan Fintech ilegal.

Tentu dengan bunga yang cukup tinggi akan sangat membebankan konsumen. Dengan begitu Fintech yang tidak resmi tersebut akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar.

Selain itu Fintech ilegal juga tidak memberikan transparansi perhitungan dana secara detail kepada konsumen. Sehingga konsumen tidak akan mengetahui rincian dana yang sudah disetorkan kepada Fintech ilegal.

Jadi bagi konsumen usahakan untuk tidak menggunakan Fintech ilegal karena akan memberikan banyak kerugian bagi konsumen.

Penagihan Yang Seenaknya

Bagi Fintech resmi tentu sudah memiliki aturan yang jelas sesuai ketentuan mengenai tata cara penagihan. Adapun contoh aturan penagihan yang dilakukan Fintech resmi salah satunya adalah hanya boleh menagih pada saat jam kerja dan tidak disarankan untuk menagih diluar jam kerja.

Karena jika menagih diluar jam kerja tentu akan mengurangi kenyamanan konsumen. Hal itu tentu berbeda dengan cara penagihan yang dilakukan oleh Fintech ilegal. Dimana akan menagih seenaknya sendiri tanpa memperhatikan jam kerja atau hal lainnya.

Selain itu Fintech ilegal juga tidak segan untuk meneror konsumennya yang belum membayar pinjaman dengan nomer yang tidak dikenal. Hal itu tentu akan menganggu kenyaman konsumen.

Setelah mengetahui beberapa ciri-ciri yang ada di artikel ini, konsumen diharapkan bisa lebih cermat dan berhati-hati lagi dalam memilih Fintech.

Baca Juga Situs Tempat Pinjaman Uang Online Tanpa Jaminan Terpercaya

Daftar Fintech Pinjaman Online Ilegal

Supaya konsumen lebih jelas lagi mengenai Fintech ilegal berikut ini adalah 30 daftar Fintech pinjaman online ilegal ataupun yang tidak terdaftar di OJK.

Dimulai dari Fintech bernama Akupro, BantuKi, Bandar Pinjaman, Dompet, Caekee, Cahaya Kilat, Boxbox, Cari Kredit, Cash Away, Cepat Beruang.

Selain itu ada juga Doku-OK, Dompet Durian, Dana Plus, Dana More, Dana Priory, Happy Time, Dana Cash, JakaRedi, Duit Sayang, DuitKita.

Lalu Lebah Flash, Modal Peluang, Dana Bgaus, Panah Tunai, PinDuit, Pinjam Aja, Ransel Untung, Uang Dana, Tempat Dana, Rupiah Zone.

Baca Juga Waspada Pinjaman Online Tak Resmi, Ini Bahayanya

Dengan informasi diatas konsumen diharapkan lebih waspada lagi dalam memilih perusahaan Fintech untuk mengajukan pinjaman secara online. Karena jika sampai salah memilih akan menyebabkan masalah yang dapat mempersulit konsumen di kemudian hari.