Cara Mudah Mengelola Stok Barang di Toko

Untuk toko yang menjajakan barang dagangan tidak terlalu beragam dan transaksi penjualan yang tidak terlalu banyak, mengelola stok barang mungkin dapat dilakukan dengan mudah.

Namun bagaimana jika sebuah toko yang didalamnya terdapat ratusan hingga ribuan item barang dengan transaksi penjualan yang cukup sering ? Mau tidak mau perlu adanya sistem pengelolaan stok barang yang dilakukan dengan tepat agar ketersediaan stok selalu terjaga.

Dengan pengelolaan stok yang baik juga dapat meminimalisir terjadinya kerugian yang besar akibat kehilangan ataupun kerusakan, karena kita dapat mengetahunya dengan cepat melalui sistim yang jalankan dengan benar.

Bagaimana cara mengelola stok barang agar mudah melakukan pemantauan, berikut ini langkah-langkahnya.

Menata Stok Barang Dengan Teratur

Langkah paling awal aturlah stok barang dagangan agar tertata rapi sesuai dengan jenis dan kategorinya masing-masing. Dengan menyusun stok barang seperti ini akan memudahkan saat kita akan membuat daftar stok barang hingga mengetahui jumlahnya dengan tepat.

Terlebih lagi jika stok barang yang dimiliki terdiri dari bermacam-macam jenis, untuk mencari item tertentu saja akan sulit untuk dilakukan dengan cepat jika penyimpanan stok tidak diatur dengan tepat.

Berikan Kode Produk

Alih-alih membuat daftar produk berdasarkan namanya lebih baik membuat daftar stok barang berdasarkan kode khusus yang sebelumnya kita persiapkan untuk masing-masing barang.

Kode produk dapat kita buat dengan susunan huruf dan deretan angka yang juga bisa kita atur berdasar inisial nama produk tersebut, misalnya untuk produk “kecap” kita berikan kode KCP, untuk produk “kecap merk A” kita beri kode KCP001, untuk produk “kecap merek B” kita beri kode KCP002 dan seterusnya.


Buat Daftar Stok Masuk dan Keluar

Selanjutnya langkah yang paling penting adalah membuat daftar stok produk berupa data berapa barang yang masuk dan keluar dan juga sisa stok barang yang masih tersedia.

Daftar stok ini dapat kita buat di buku atau kartu stok khusus dan di isi secara manual setiap terjadi transaksi penjualan atau transaksi pembelian stok barang.

Jika ingin lebih praktis lagi dijaman yang serba digital ini dapat dengan mudah kita temukan aplikasi atau program pembukuan yang dapat diprogram secara otomatis untuk menangani keluar masuk barang.

Memperkirakan Penggunaan Stok

Setelah mempelajari penggunaan stok dari daftar keluar masuk barang setiap bulan, kita juga harus bisa membuat perkiraan berapa banyak barang yang diprediksi akan dibutuhkan kedepan.

Hal ini bertujuan agar ketersediaan stok selalu seimbang tidak sampai kehabisan atau sebaliknya stok barang terlalu kebanyakan.

Misalnya penjualan untuk produk sabun mandi bulan ini mencapai 100 pcs, maka pemesanan untuk bulan depan harus dikisaran jumlah tersebut. Atau jika ada produk yang habis sebelum waktu pemesanan kepada supplier tiba, maka untuk pemesanan selanjutnya bisa kita tambahkan jumlahnya.

Baca Juga Cara Meningkatkan Penjualan Toko Fisik

Lakukan Stok Opname Secara Berkala

Stok Opname adalah kegiatan menghitung fisik stok barang yang terdapat di toko dan membandingkannya dengan catatan di pembukuan stok barang. Tujuannya sendiri yakni untuk mengontrol jika ada barang yang rusak, hilang dan lain sebagainya dapat diketahui dengan segera.

Aktifitas stok opname sebaiknya dijalankan secara rutin misalnya lakukan dalam satu minggu sekali, satu bulan sekali atau mungkin kita lakukan setiap hari.