Cara Membuat Pupuk Kompos, Mudah Dan Sederhana

Jangan remehkan sampah berupa rerumputan, daun-daun kering bahkan hingga sampah sisa rumah tangga yang sering kita temui berserakan. Karena boleh jadi dari barang-barang tersebut bisa mendatangkan keuntungan atau paling tidak bisa menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Salah satu hasil olahan yang bisa di hasilkan barang-barang tidak berguna tadi ialah pupuk kompos. Pupuk menjadi salah satu produk yang paling di butuhkan dalam dunia pertanian. Bagi para petani penggunaan pupuk kompos bisa menekan biaya produksi untuk hasil pertaniannya.

Selain itu terdapat juga peluang bisnis menguntungkan dengan memproduksi pupuk kompos dalam kemasan yang sering dijajakan di para penjual tanaman hias.

Jika anda sering menemui berbagai sampah organik dan kotoran hewan di sekitar tempat tinggal, tidak ada salahnya jika coba manfaatkan dengan mempelajari cara membuat pupuk kompos. Langkahnya tidak begitu sulit dan sederhana serta tidak membutuhkan biaya yang besar.

Cara Membuat Pupuk Kompos

Mengenal Proses Pembuatan Pupuk Kompos

Proses pembuatan pupuk kompos secara garis besar adalah penguraian sisa-sisa sampah oleh mikroorganisme yang fungsinya untuk menyuburkan tanah. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk membuat pupuk kompos dengan bantuan larutan microorganisme khusus yang sering dikenal dengan larutan EM4, berkisar antara 14 hingga 30 hari. Berikut beberapa langkahnya.

Cara Membuat Pupuk Kompos

Pertama-tama persiapkan bahan pembuatan berupa sampah dengan perbandingan 3:1 antara sampah kering seperti daun kering, jerami, bubuk gergaji, kertas, dengan sampah basah seperti sisa sayuran, daun basah, kotoran hewan dan sejenisnya.

Advertisement

Perbandingan antara sampah basah dan kering harus lebih banyak jenis yang kering dengan maksud agar kompos nantinya tidak terlalu lembab yang menyebabkan terjadinya bau busuk yang pada ahirnya akan dihinggapi oleh belatung dan serangga.

Namun begitu, terlalu banyak sampah jenis kering juga bisa menyebabkan sampah tidak terurai menjadi kompos. Oleh sebab itu, takaran perlu di persiapkan dengan sesuai.

Langkah selanjutnya adalah, mencampurkan kedua jenis sampah tadi kedalam wadah bisa berupa drum plastik atau karung yang pada lapisan paling bawahnya berisi tanah. Jangan lupa jika menggunakan drum plastik pada dasar drum perlu di buat lubang kecil-kecil sebagai buangan air.

Lapisi kembali bagian paling atas dari sampah dengan menggunakan tanah, begitu selanjutnya hingga beberapa lapisan. Setelah selesai wadah penampung media bisa kita tutup menggunakan karung goni dan biarkan selama 7 hari. Untuk mempercepat prosesnya dapat kita tambahkan EM4 yang umumnya dijual bebas di toko penyedia bahan-bahan pertanian.

Proses selanjutnya setelah 7 hari, wadah perlu kita buka dan lakukan proses pengadukan kompos dan penyiraman dengan air hingga merata. Proses ini dilakukan secara rutin setiap 7 hari sekali hingga campuran sampah dan tanah berubah menjadi pupuk kompos, ditandai dengan warna campuran yang kehitaman dan tidak tercium bau sampah menyengat.

Baca juga mengamati peluang pengolahan sampah menjadi pupuk kompos

Manfaat Mengolah Sampah Menjadi Pupuk Kompos

Mengenai manfaat pupuk kompos sepertinya sudah tidak perlu dijabarkan lagi, pastinya kebanyakan dari kita sudah mengetahui bahwa pupuk menjadi bagian penentu penting untuk suksesnya kegiatan pertanian.

Yang tidak kalah penting perlu kita sadari diantaranya adalah keberadaan sampah yang kian hari semakin menumpuk akan dapat memberikan efek buruk bagi kehidupan manusia dan juga lingkungan sekitar. Terlebih diperkotaan yang mana lahan hijau terbuka sudah menjadi tempat yang langka, sampah yang menggunung lama kelamaan akan menjadi masalah baru yang sulit diselesaikan.

Oleh karenanya, selain menggatasi sampah dengan cara dibakar, membuatnya menjadi pupuk kompos adalah salah satu langkah yang lebih bermanfaat.