Cara Membuat Kecap Dan Analisa Peluang Usahanya

Kecap di masyarakat kita di kenal sebagai salah satu bumbu masak atau bisa juga digunakan sebagai makanan pelengkap. Karena cita rasanya yang sesuai dengan lidah kita, produk kecap ini pun selalu di butuhkan di mana-mana. Sehingga di pasaran cukup banyak tersedia berbagai merk kecap, dari buatan industri skala besar, hingga usaha kecil menengah.

Yang kita kenal secara umum, jenis kecap yang paling banyak di gunakan adalah jenis kecap manis dan asin. Meskipun di luar itu juga masih ada jenis kecap lainnya, seperti kecap ikan, kecap pedas, kecap jepang dan sebagainya.

Bahan pembuat utamanya secara keseluruhan sama, yaitu kedelai hitam. Kedelai di olah dan di fermentasikan kemudian di campurkan dengan barbagai bumbu lainnya. Proses membuat kecap ini memang bisa di katakan tidak sederhana, serta membutuhkan proses yang lama, namun tentunya tetap bisa kita pelajari hingga dapat menghasilkan kecap yang berkualitas.

Menarik untuk di bahas mengenai peluang usahanya karena produksi kecap ini bisa di jalankan oleh industri yang berskala kecil hingga menengah. Jadi tidak hanya di dominasi perusahaan-perusahaan besar, jika kita pun berminat menjalankannya secara kecil-kecilan bahkan rumahan, itu sangat mungkin dilakukan.

Sebelum kita menganalisa peluang usahanya, mari kita bahas terlebih dahulu proses cara membuat kecap agar mendapatkan gambaran atau mungkin kita jadikan panduan untuk percobaaan pembuatannya.

pembuatan kecap dan peluang usahanya

Cara Membuat Kecap Manis

Dimulai dengan menyiapkan kedelai hitam yang berkualitas agar hasilnya bisa maksimal, lalu gula merah atau gula aren untuk membuat jenis kecap manis, ragi, dan bumbu tambahan seperti garam, daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas, atau bumbu lain sesuai yang di inginkan.

Advertisement
  • Proses pertama, cuci kedelai sambil sortir kedelai yang berkondisi kurang baik. Lalu di lanjutkan kepada proses perendaman yang memakan waktu kurang lebih 12 jam.
  • Selanjutnya untuk mengupas kulit kedelai perlu dilakukan perebusan agar kulit mudah di lepaskan.
  • Lalu cuci kembali hingga kedelai bersih dan benar-benar terpisah dari kulitnya.
  • Berikutnya kedelai di beri campuran ragi dan di diamkan kembali hingga selama kurang lebih 2- 3 hari, proses ini bisa selesai jika kedelai telah di tumbuhi jamur putih pada permukaannya.
  • Kedelai yang sudah tumbuhi jamur tersebut selanjutnya perlu kita rendam kembali dalam cairan garam, lama proses ini kurang lebih 2 hingga 3 minggu.
  • Setelah proses tersebut di lalui, kedelai kembali akan kita rebus hingga mendidih, lalu di saring, dan hasil saringannya tersebut bisa mulai kita tambahkan gula merah dan bumbu yang sudah di tumbuk halus.
  • Langkah terahir kita aduk sambil di panaskan hingga buih yang muncul menghilang, jika dirasa masih terdapat tekstur yang kasar pada kecap, kita boleh melakukan penyaringan kembali agar partikel kasar tersebut dapat di pisahkan.
  • Selesai, tinggal kita tuang kedalam kemasan yang di inginkan.

Prosesnya memang terbilang cukup lama, sehingga untuk produksi sebaiknya sekaligus kita produksi kecap dalam jumlah yang banyak, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pemasaran yang sanggup kita lakukan.

Baca juga mau jalankan usaha nata de coco berikut ini cara pembuatannya

Analisa Peluang Usaha Dan Pemasaran Kecap

Umumnya para pengusaha kecap dengan skala kecil menengah yang memproduksinya secara tradisional seperti di atas, memasarkan produknya ke wilayah yang berada di sekitarnya, karena memang kapasitas produksinya terbatas tidak akan bisa menjangkau wilayah yang luas seperti industri kecap yang besar.

Namun bukan berarti keuntungannya tidak bisa didapat cukup besar, buktinya para pengusaha kecap tradisonal seperti ini banyak yang bisa memepertahankan usahanya bahkan hingga turun temurun kepada generasi berikutnya.

Umumnya sistim penjualan kecap yang dilakukan juga masih tradisional, seperti penjualan dengan sistem tukar botol atau artinya konsumen tidak membeli dengan kemasan botolnya. Setelah kecap habis, pembeli di haruskan menukar botol kosongnya untuk dapat membeli kembali. Terkecuali konsumen membeli sekaligus botolnya dengan harga yang lebih tinggi. Dengan sistim tersebut, harga kecap tentu bisa menjadi lebih murah karena bisa di katakan di jual tanpa kemasan.

Baca juga kaya akan manfaat sari buah apel kian laris dipasaran

Namun seiring dengan perkembangan jaman saat ini juga mulai banyak yang memasarkan produk kecapnya dengan kemasan lain, seperti kemasan isi ulang atau plastik yang nantinya konsumen bisa menuangkan kedalam wadahnya masih-masing di rumah.

Melihat kebutuhannya yang cukup besar, selain di konsumsi masyarakat sehari-hari produk kecap ini juga cukup banyak di serap pasar para pelaku usaha kuliner lainnya. Seperti para penjual aneka makanan, rumah makan, dan lain sebagainya. Maka peluang usahanya tentu masih terbuka cukup lebar untuk kita jalankan.

Terpenting kita bisa menawarkan produk kecap yang berkualitas dan memiliki ciri khas dari segi rasa dan juga pastinya harga jual yang mampu bersaing dengan merk yang sudah ada.

Baca juga artikel cara membuat yoghurt untuk usaha skala rumahan