Cara Alternatif Jual Buah-Buahan Dengan Modal Kecil

Meski terlihat sangat simpel dan sederhana sebenarnya jual buah-buahan tergolong dalam bisnis yang penuh dengan tantangan. Resiko paling tinggi dari bisnis ini adalah resiko busuk yang sudah pasti akan mengakibatkan kerugian. Para pedagang harus berpacu dengan waktu untuk mendapatkan konsumen agar mendapatkan laba secepat mungkin.

Dengan tantangan itulah kenapa para pebisnis buah-buahan dituntut untuk siap modal lebih di tahun-tahun pertama untuk memastikan variasi dan ketersediaan stok di toko atau kios buah. Jumlah modal memang tidak harus ratusan juta, tapi seberapapun modal yang dikeluarkan untuk bisnis ini tetap memiliki resiko pasti jika tidak dijalankan dengan benar, yaitu umur kesegaran buah itu sendiri.

Buah biasanya hanya akan bertahan tiga sampai empat hari, setelah itu kesegarannya berkurang (yang secara otomatis akan menurunkan harga) atau bisa juga busuk (harus dibuang jika tidak laku).

Saya dapat mengasumsikan bahwa butuh modal sekitar 3 – 5 juta per 4 hari untuk membeli 7 – 10 jenis buah dari supplier. Itupun stok untuk masing-masing jenis buah masih terbatas belum termasuk jenis buah premium non-lokal.

Nah, melihat jumlah modal yang harus dikeluarkan pada rentang waktu yang cukup pendek itulah kenapa banyak orang yang berpendapat bahwa bisnis buah-buahan itu mustahil dijalankan dengan modal sedikit (di bawah 5 juta).

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mencoba menggali cara alternatif jual buah-buahan dengan modal kecil yang sebenarnya juga bisa anda amati di lingkungan sekitar anda. Berikut adalah alternatifnya.

Baca Juga Bisnis Buah Buahan Yang Menjanjikan Keuntungan

Cara Jual Buah-Buahan Dengan Modal Kecil


Usaha Satu Jenis Buah yang Peminatnya Banyak

Buah yang bisa dijual dengan cara ini jumlahnya sangat terbatas terutama memang dikarenakan pasang-surutnya stok tergantung dengan musim buah.

Nah, untuk memastikan usaha anda tidak tergantung pada musim buah, solusinya adalah mencari jenis buah-buahan yang tetap produktif sepanjang tahun.

Contohnya adalah buah pisang dan buah naga. Jika anda mengamati jalanan ramai dan perkotaan, maka kedua buah tersebut sangat mudah ditemui setiap saat. Cukup logis karena pisang berbuah sepanjang tahun tanpa kenal musim dan buah naga bisa terus dipacu untuk produktif dengan teknik budidaya tertentu.

Modal untuk membeli pisang dari petani atau supplier cukup terjangkau dan umur pisang bisa lebih lama dari buah lain jika anda membelinya dalam keadaan tua pohon. Sehingga selang beberapa hari dipetik pisang tersebut bisa matang sempurna dengan sendirinya tanpa treatment apapun.

Untuk ini anda harus benar-benar jujur dan jangan sampai menjual buah pisang karbitan (pisang belum tua dipaksa matang) karena rasa dan kandungan gizinya sudah pasti berbeda dan tentu saja akan berdampak pada reputasi anda sendiri.

Untuk mulai jualan pisang, pertama yang harus anda kuasai adalah bagaimana menghafalkan mana pisang yang sudah benar-benar tua dan mana pisang yang masih muda, terutama jika anda mengambil pisang dari supplier bukan dari petani.

Baca Juga Menjajaki Peluang Usaha Budidaya Pepaya California

Model Patungan

Untuk menjalankan usaha buah-buahan model patungan yang wajib anda cermati adalah partner patungan itu sendiri. Sebisa mungkin cari partner yang bisa benar-benar konsisten dalam menghadapi tantangan bisnis buah itu sendiri.

Usaha model ini memang memiliki lebih banyak tantangan terutama dalam pengelolaan dan pengembangan usaha. Tapi akan jauh lebih mudah jika patungan tersebut diselenggarakan atas keingingan bersama dan dinyatakan bersama dalam suatu bentuk perjanjian yang memiliki kekuatan hukum. Ada beberapa alternatif payung hukum (badan hukum) yang bisa dipilih untuk menjalankan usaha semacam ini.

Semoga ide di atas mampu meningkatkan semangat anda dalam memulai usaha buah-buahan.