Budidaya Jamur Merang Berprospek Menggiurkan

Budidaya Jamur Merang – Makanan yang setelah di olah akan memiliki tekstur kenyal ini memiliki banyak penggemar di masyarakat kita. Karena selain dapat diolah menjadi aneka ragam masakan ataupun camilan yang lezat, jamur ini di kenal memiliki kandungan gizi yang banyak manfaatnya untuk tubuh kita. Seperti diantaranya dapat menjadi sumber protein dan mineral karena mengandung kalium dan fosfor yang tinggi, begitupun juga kandungan serat yang dimilikinya. Keunggulannya yang lain lagi yaitu memiliki nilai lemak dan kolesterol yang rendah sehingga baik untuk di konsumsi sehari-hari.

Maka tidak heran jika permintaan jamur merang ini di pasaran terhitung stabil, bahkan nilai jualnya cenderung bergerak naik yang salah satunya diakibatkan kurang terpenuhinya pasokan.

Selain banyak di konsumsi pasar rumah tangga, jamur inipun kini bisa masuk pasar restoran yang secara khusus menyajikan menu olahan dari jamur merang. Dengan adanya demikian prospek kedepan dari budidayanya pun tentunya akan terus menjanjikan keuntungan.

Budidaya Jamur Merang

Proses Budidaya Jamur Merang

Mengapa dinamakan merang, karena sesuai dengan habitat pertumbuhannya yakni pada jerami padi (merang). Sehingga dengan tidak sengaja di kembangbiakan saja, jamur ini dapat dengan mudah kita temui pada tumpukan jerami sisa panen para petani. Namun begitu tentu saja untuk mencukupi pasokan pasar kita perlu membudidayannya secara khusus agar ketersediannya selalu terjaga.

Dalam budidaya jamur merang pertama kita membutuhkan adanya tempat khusus yang biasanya disebut “Kumbung”. Tempat ini dapat di bangun menggunakan kontruksi besi ataupun kayu dengan atap dari plastik serta berdinding anyaman bambu.

Yang perlu menjadi perhatian dalam membangun kumbung adalah perlu adanya sistem yang dapat mengatur sirkulasi udara, cahaya matahari yang masuk, dan juga suhu temperatur ruangan. Kerena faktor tersebutlah yang banyak mempengaruhi pertumbuahan jamur jenis ini.

Advertisement

Didalam kumbung sendiri perlu dibuat rak yang disusun secara bertingkat sebagai tempat media jamur merang tumbuh. Media untuk pembudidayaan jamur merang ini terdiri dari jerami dan limbah kapas yang telah melewati beberapa proses fermentasi. Diantara prosesnya adalah, media di rendam selama satu hari lalu di timbun beserta kapur pada lantai semen yang ditutup plastik dan dibiarkan selama 3 hingga 4 hari.

Selanjutnya, media yang telah siap tersebut dapat kita tebar pada rak-rak yang tersedia dalam kumbung. Proses selanjutnya adalah mengamankan kumbung agar terhindar dari berbagai bakteri dengan cara mengalirkan uap panas bertemperatur 70 derajat celcius kedalam kumbung selama kurang lebih 7 jam.

Yang dilakukan para pembudidaya jamur merang untuk menghasilkan uap ini pada umunya adalah dengan memanaskan air pada drum, yang uapnya akan disalurkan melalui pipa kedalam kumbung.

Setelah melawati proses strilisasi tersebut barulah bibit jamur merang mulai di tebar pada permukaan media yang telah dipersiapkan tadi. Pada proses awal pertumbuhan ini suhu ruangan perlu di jaga agar berkisar antara 32 – 35 derajat celcius, dengan seluruh pintu dan jendela tertutup. Proses ini berlangsung selama kurang lebih 3 hari.

Baca juga artikel :

Pada masa lewat dari 3 hari perlu kita jaga kondisi jerami tidak boleh sampai kering, langkah yang perlu dilakukan untuk menjaganya adalah dengan menyemprotkan air dan urea. Dengan perawatan yang tepat, pada hari ke 15 atau lebih jamur merang telah dapat mulai dipanen. Masa panen ini akan berlangsung terus selama kurang lebih 30 hari, setiap dua hari sekali kita dapat memetik jamur merang yang memiliki ukuran ideal untuk dipasarkan.