Budidaya Ikan Cupang, Apakah Menguntungkan ?

Kebanyakan dari kita tentu telah mengenal ikan cupang yang satu ini, sebagian dari keunikannya adalah memiliki warna-warna menarik di sekujur tubuhnya meski ukurannya cukup kecil. Selain itu, sifatnya yang teritorial membuatnya agresif saat bertemu jenis cupang lainnya, sehingga tidak heran ada beberapa varietas cupang yang dapat di jadikan sebagai aduan selain dinikamati keindahan warnanya.

Menjadi keunikannya juga yang tidak dimiliki sebagian besar ikan lainnya, adalah daya tahan tubuhnya yang kuat beradapatasi diberbagai lingkungan. Umumnya untuk memelihara ikan hias dalam aquarium kita akan membutuhkan peralatan pendukung seperti sirkulasi atau aerator untuk menyediakan suplai oksigen bagi ikan-ikan didalam air, namun untuk ikan cupang hal ini dapat di tiadakan karena kekuatannya yang dapat bertahan di kondisi air yang minim oksigen.

Karena beberapa kelebihan yang dimilikinya inilah maka ikan cupang masih difavoritkan untuk dipelihara hingga kini. Malahan penyukanya terdiri dari banyak kalangan dari mulai anak-anak hingga dewasa. Sehingga oleh karena itu juga budidaya ikan cupang menjadi salah satu bidang yang bisa menguntungkan.

Budidaya Ikan Cupang

Sekilas Mengenal Budidaya Ikan Cupang

Spesies ikan cupang sendiri terdapat cukup beragam yang sudah dapat di temui di negara kita. Kebanyakan para pembudidaya menyilangkan berbagai varietas yang sudah ada agar dapat menghasilkan ikan cupang yang memiliki kelebihan baik dari segi warna, bentuk tubuh, sirip dan lainnya.

Maka untuk bisa menghasilkan ikan cupang yang berkualitas nantinya, langkah pertama yang harus di perhatikan adalah memilih indukan ikan cupang yang kualitasnya di atas rata-rata, seperti dihasilkan dari jenis yang unggul dan tentunya harus memiliki fisik yang sehat.

Selanjutnya pastikan juga ikan cupang yang akan di kembangbiakan telah cukup umur. Beberapa cirinya, setidaknya telah berumur diatas 4 bulan untuk jantan dan betina yang akan di kawinkan.

Media pembudidayaan cukup menggunakan aquarium dengan ukuran yang tidak terlalu besar sekitar 20 cm persegi sudah cukup untuk digunakan. Pesiapkan juga sebuah gelas plastik yang nantinya akan di gunakan sebagai langkah penjodohan antara cupang jantan dan betinanya.

Langkah berikutnya adalah memasukan cupang jantan kedalam aquarium yang telah dipersiapkan tadi. Sertakan juga didalamnya berupa tanaman air untuk nantinya dipergunakan anak-anak ikan cupang kecil untuk berlindung. Setelah cupang jantan terlihat beradaptasi dengan lingkungan barunya, kita dapat pertemukan dengan cupang betina, namun jangan secara langsung kita satukan dalam aquarium yang sama melainkan betina kita pisahkan menggunakan wadah gelas plastik bening yang di celupkan kedalam aquarium agar bisa saling melihat terlebih dahulu.

Proses ini bisa kita biarkan hingga 1 sampai 2 hari sampai nantinya cupang jantan yang telah siap akan membuat gelembung-gelembung udara yang akan di pergunakan untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. Jika gelembung ini sudah terlihat kita bisa memasukan cupang betina kedalam aquairum yang sama. Jika ikan berjodoh hanya memerlukan proses 1-2 hari hingga betinanya mengeluarkan telur yang akan dikumpulkan sang jantan kedalam gelembung yang telah dipersiapkan.

Selanjutnya kita harus memisahkan sang betina, karena yang bertanggung jawab menjaga telur hingga besar adalah cupang jantan. Dalam kurang lebih satu harian telur-telur akan menjadi burayak ikan cupang. Hingga masa 2 mingguan burayak tersebut kita biarkan bersama cupang jantan, setelah lewat dari waktu tersebut baru dapat kita pisahkan.

Dalam masa pembesaran ini, pakan yang dapat berikan adalah berupa kutu air, jentik nyamuk atau cacing kecil. Dalam waktu 1,5-2 bulan kita sudah bisa memisahkan anatara cupang jantan dan betina hasil pengembangbiakan.

Baca juga artikel :

Untuk setiap perkawianan biasanya ikan ini sanggup memproduksi hingga ribuan butir telur, namun karena tingkat kematiannya cukup tinggi hanya sebanyak puluhan ekor saja yang berhasil hidup hingga dewasa. Agar budidaya ikan cupang bisa menghasilkan keturunan yang berkualitas, betina cupang hanya di dikawinkan sekali saja sedangkan jantannya dapat di gunakan hingga sekitar 5 sampai 8 kali masa perkawinan.