Budidaya Belut Dengan Praktis Dan Mudah

Belut merupakan salah satu jenis ikan yang berprotein tinggi, secara sekilas fisik belut memiliki bentuk yang serupa dengan ikan sidat, bedanya ada pada bagian dada. Sidat memiliki sirip sedangkan belut tidak. Selain itu bentuk tubuh sidat juga cenderung membulat sedangkan belut lebih terlihat pipih.

Belut juga termasuk kedalam golongan hewan berkelamin ganda, artinya seekor belut dapat menjadi jantan atau betina di saat dewasa atau matang gonad. Sebagai cirinya, jika belut terlihat lebih aktif maka bisa dikatakan jantan. Hewan ini dapat mengeluarkan lendir pada tubuhnya jika merasa berada di lingkungan tidak nyaman seperti saat di pegang tangan manusia, oleh sebab itu belut menjadi cukup sulit untuk di tangkap.

Belut merupakan salah satu hewan nokturnal atau hewan yang aktif di malam hari. Oleh karena itu di siang hari mereka tidak akan terlalu terlihat beraktifitas dan akan menghindari sinar matahari. Maka dari itu tempat budidaya belut membutuhkan persembunyian berupa potongan-potongan pelepah pisang yang mengapung di atas air kolam.

Belut memiliki peluang bisnis yang sangat bagus sehingga cukup berpotensi besar untuk dibudidayakan. Ini dikarenakan tingkat konsumsi belut di masyarakat yang cukup tinggi, sedangkan pasokannya masih sedikit karena masih mengandalkan tangkapan belut sawah dari alam.

Sekarang ini untuk memenuhi kebutuhan pasar tidaklah sulit karena bududaya belut telah bisa dilakukan dengan mudah terutama dalam hal pembenihan.

Budidaya Belut

Proses Budidaya Belut

Budidaya belut juga tidak membutuhkan lahan yang luas, bisa dilakukan di lahan yang sempit dengan menggunakan drum plastik ataupun bak kolam dari beton. Dengan media ini pembenihan belut bisa menghasilkan akanan yang cukup banyak.

Sebelum akan melakukan pembenihan, belut bisa lebih terlebih dahulu dipelihara secara bersamaan di beberapa jenis kolam tadi dengan menggunakan air tawar jernih tanpa menggunakan lumpur. Hanya tambahkan beberapa lembar pelepah pisang di atas airnya sebagai tempat belut berlindung dari sinar matahari.

Jangan lupakan juga pada bagian bawah drum plastik atau kolam yang di gunakan berikan saluran untuk membuang air saat akan membersihkannya. Pembersihan air ini setidaknya di lakukan satu hari sekali terutama di pagi hari dengan cara membuang air sebagian lalu di isikan kembali dengan air baru.

Selama pemeliharaan belut di berikan pakan berupa pelet buatan yang sebaiknya diberikan diwaktu sore hari, mengingat mereka akan mulai aktif beberapa saat setelahnya atau di malam hari. Jumlah pakan yang diberikan sekitar 5 – 10% dari total berat belut yang ada dikolam tersebut. Selain pakan buatan, belut juga boleh di berikan bekicot dan ikan-ikan kecil.

Persiapan Media Untuk Pemijahan Belut

Untuk melakukan pemijahan diperlukan kolam lain dengan media khusus yang perlu dipersiapkan sebelumnya. Bahan-bahan untuk media pemijahan ini terdiri dari lumpur, pupuk kandang, pelepah pisang, jerami, dan larutan dekomposer atau larutan yang berisi mikroorganisme yang bisa mempercepat penguraian bahan organik menjadi kompos.

Semua bahan-bahan ini akan dikumpulkan pada sebuah media kolam bisa drum plastik atau pun kolam beton untuk di fermentasi sebagai tempat pemijahan. Fermentasi dilakukan dengan tujuan selain mendukung proses pemijahan itu sendiri juga untuk menyediakan pakan alami untuk belut dan anakannya nanti.

Cara membuatnya, pertama-tama pelepah pisang dan jerami di cacah kecil-kecil agar proses fermentasi dapat berjalan cepat dan sempurna. Lalu jerami paling awal kita masukan kedalam bagian dasar kolam hingga merata, disusul dengan pupuk kandang dan terahir cacahan pelepah pisang di bagian paling atas. Setelah itu masukan larutan dekomposer yang telah di encerkan dengan air lalu tuang kedalam kolam hingga semua media yang disusun tadi terendam seluruhnya.

Selanjutnya bagian atas kolam juga perlu ditutup oleh terpal yang di ikat, dengan kondisi tertutup tersebut biarkan hingga selama kurang lebih satu bulan hingga semua media membusuk. Setelah satu bulan media bisa ditambahkan lumpur yang diratakan di bagian atasnya dan diisi air kembali dan biarkan selama 2 minggu.

Untuk mengecek apakan media sudah bisa di gunakan, bisa dengan cara menusuknya dengan menggunakan lidi, jika saat di tusuk dari permukaan air mengeluarkan buih busa yang banyak maka tandanya media tersebut belum siap di gunakan. Sebaliknya jika buih busa sudah tidak nampak maka berarti kolam telah siap digunakan untuk menebar indukan.

Proses Pemijahan Belut

Proses pemijahan dapat dilakukan dengan cara menebar indukan belut kedalam media kolam yang telah siap tadi. Indukan jantan dan betina di tebar dengan perbandingan sekitar 1 : 5. Untuk membedakan indukan jantan dan betina dapat terlihat dari bentuk kepala belut, yang mana untuk jantan biasanya bentuknya lebih besar dan membulat, sedangkan betina ukurannya lebih kecil dengan ujung kepala lebih meruncing.

Meski media kolam pijah telah subur ditumbuhi pakan alami yang dihasilkan dari fermentasi yang dilakukan. Namun tetap dibutuhkan pakan tambahan untuk indukan berupa ikan-ikan kecil dan bekicot yang telah di cacah kecil-kecil.

Selanjutnya tidak adalagi perlakuan khusus yang harus dilakukan. Jika proses pemijahan berlangsung baik maka dalam 2 sampai 3 minggu kemudian dapat dilakukan pemanenan anak belut.

Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar kolam dan menagkap anakan belut untuk selanjutnya kita pindahkan kembali ke dalam kolam yang berisi air tawar seperti biasa. Perawatan anakan belut dilakukan hingga umur belut dewasa dan siap dipasarkan.

Baca juga artikel :

Itulah sekilas mengenai budidaya belut sebagai informasi tambahan untuk anda sedang berencana akan menjalankannya. Semoga bermanfaat…