Bisnis Popok Kain Untuk Bayi, Raup Untung Menggiurkan

Popok menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi keluarga yang memiliki seorang anak yang masih bayi, semenjak bayi mulai lahir hingga beberapa tahun kedepannya popok harus selalu tersedia setiap hari, jadi tingkat kebutuhan untuk produk ini di pasaran memanglah cukup tinggi. Tidak heran di berbagai pusat-pusat perbelanjaan hingga minimarket dan toko-toko, popok bayi di sediakan melimpah dengan berbagai merk pilihan.

Yang sering kita temui di pasaran kebanyakan itu adalah jenis popok sekali pakai, umumnya hasil produksi perusahaan-perusahaan besar yang sudah terkenal. Sedangkan yang akan kita bahas pada artikel bisnis popok bayi yang dapat menghasilkan keuntungan menggiurkan ini adalah popok yang fungsinya sama, hanya bahan baku pembuatannya adalah kain sehingga popok ini dapat di cuci ulang alias di pakai kembali.

Berbeda dengan popok sekali pakai yang hanya bisa di produksi oleh industri besar, popok kain atau popok cuci ulang ini dapat di produksi siapa saja dengan skala kecil hingga menengah, bahkan banyak pelaku usaha popok bayi ini yang menjalankannya secara rumahan saja. Dan kabarnya ada pelakunya yang sudah mampu menghasilkan omset hingga puluhan juta rupiah dengan menjalankan bisnis ini.

Bisnis Popok Kain Untuk Bayi

Harga Lebih Mahal, Namun Tetap Di Sukai

Meski di tawarkan dengan harga yang lebih mahal dari pada popok sekali pakai, namun popok kain ini memiliki beberapa kelebihan sehingga tetap di minati oleh pelanggan. Di pasaran kisaran harga jual untuk popok sekali pakai adalah berkisar 2.500 hingga 3.500 rupiah per satunya. Sedangkan untuk popok kain ini di bandrol hingga 25.000 hingga 35.000 rupiah, itu berarti hampir lebih mahal sepuluh kali lipatnya.

Namun mengapa popok bayi dari bahan kain ini tetap di minati meski berharga jauh lebih mahal..? sebabnya popok ini dapat di cuci ulang dan di pakai kembali hingga berkali-kali. Selain itu karena bahan baku pembuatannya yang menggunakan kain, banyak dinilai memiliki kelebihan untuk kulit bayi.

Jika dihitung-hitung biaya antara penggunaan kedua jenis popok ini, dalam jangka panjang justru terbilang lebih irit menggunakan popok dari bahan kain meski pada awalnya harus mengeluarkan uang yang lebih besar. Coba saja, dalam satu hari seorang bayi minimal memerlukan hingga tiga popok sekali pakai, itu berarti jika harganya 3 ribuan, biaya 9 ribu rupiah dalam satu hari harus di siapkan, dalam satu bulan berarti 270 ribu rupiah totalnya. Terlihat bukan perbedaannya bukan, dalam jangka panjang popok kain lebih murah di gunakan.

Inspirasi Dari Pebisnis Popok Bayi

Adalah Rika Widjono salah satu pebisnis popok bayi dari kain ini yang sudah terbilang sukses menjalankan usaha ini ( Sumber Tempo.co). Pada awalnya beliau tidak berniat menjual popok bayi ini, hanya di sela kegiatan sehari-hari Rika sering menulis di blognya mengenai pengalamannya menggunakan popok dari kain untuk sang bayi. Lama-kelamaan justru banyak pembacanya yang tertarik mencoba menggunakannya, dan mulai lah penjualan pun terjadi.

Padahal menurut pengakuannya, sebagai konsumsi sendiri Rika pada awalnya membuat popok bayi ini dari kain-kain bekas selimut dan bedong, motivasinya pada waktu ini hanyalah memanfaatkan barang pribadi yang sudah tidak terpakai lebih bermanfaat. Namun seiring waktu, untuk di pasarkan Rika pun menggunakan bahan kain khusus yang lebih nyaman dan ekonomis.

Sekarang beliau telah memiliki beberapa karyawan yang sanggup memproduksi ratusan popok kain setiap bulannya. Dalam satu bulan lebih dari 500 popok yang dapat terjual kepasaran, dan berhasil mengantongi omset lebih dari 30 juta rupiah, ujar sang pemilik Rumahpopok.com ini.

Baca juga artikel :

Tertarik mengikuti jejaknya ? Semoga terinspirasi…