Bisnis Bangkrut, Apa yang Harus Dilakukan ?

Bangkrut dalam menjalankan bisnis merupakan salah satu resiko yang harus siap dihadapi oleh setiap pelaku usaha. Bahkan bisa dikatakan kebangkrutan merupakan suatu hal yang biasa dalam berbisnis.

Tidak ada yang harus di sesali jika ada yang mengalaminya, yang penting adalah bagaimana yang harus dilakukan selanjutnya. Apakah kita akan menyerah dan berhenti menjalankan bisnis atau melanjutkan usaha dan menjadikan kebangkrutan sebagai pelajaran yang berharga.

Tentu saja untuk dapat bangkit dari kebangkrutan bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, hanya segelintir pebisnis saja yang mampu melakukannya. Merekalah yang dikatakan pebisnis bermental baja dan kebanyakan dari mereka kini mampu mencapai kesuksesan.

Bagaimana caranya agar mampu melewati masa krisis saat mengalami bangkrut dalam sebuah bisnis, berikut beberapa tipsnya.

Bisnis Bangkrut

Persiapkan Mental Untuk Tetap Semangat

Ada baiknya sebelum melakukan apapun untuk bangkit dari kegagalan kita coba menenangkan diri terlebih dahulu, karena langkah yang akan dilakukan nantinya tidak akan optimal jika diri kita sendiri masih menyimpan kegalauan.

Hilangkan berbagai rasa penyesalan, yakinkan diri sendiri bahwa kebangkrutan ini adalah sebagai salah satu langkah untuk mencapai kesuksesan.

Baca Juga Motivasi Untuk Bangkit Dari Kegagalan Berbisnis

Periksa Aset yang Tersisa

Selanjutnya periksalah apakah masih ada aset-aset yang tersisa dari bisnis yang sebelumnya di bangun. Sisa aset yang mungkin masih bisa di gunakan bisa kita jadikan sebagai tambahan pegangan guna membangun kembali bisnis yang gagal.


Aset berupa barang misalnya bisa berupa tempat, mesin, sisa bahan baku, dan lain sebagainya. Jangan lupakan juga aset non barang seperti klien atau rekan bisnis, sumber daya, keterampilan dan sejenisnya, itupun akan menjadi modal yang cukup membantu untuk membangkitkan kembali bisnis yang ada.

Membatasi Pengeluaran Pribadi

Suka tidak suka saat mengalami kebangkrutan dalam berbisnis kita harus menyesuaikan kembali berbagai pengeluaran termasuk pengeluaran pribadi. Hitung kembali pengeluaran mana yang dapat di kurangi agar biaya kebutuhan hidup dapat lebih efisien.

Hendaknya lebih mengutamakan pengeluaran yang bersifat kebutuhan atau mengeluarkan uang yang dapat berpotensi kembali menjadi penghasilan.

Lakukan Menejemen Hutang (jika ada)

Bisnis bangkrut dan menyisakan hutang, kondisi seperti ini memang akan terasa lebih pelik pasalnya tagihan utang akan terus berjalan sedangkan kita sulit untuk mendapatkan penghasilan.

Jika ini terjadi hendaknya tempuh langkah untuk memenejemen utang, dengan cara mengkomunikasikan kondisi yang sedang dihadapi kepada pihak pemberi pinjaman. Adalakanya mereka dapat mengerti dan yang diharapkan adalah kita mendapatkan keringanan cara untuk melunasi.

Meski begitu langkah yang paling baik sebenarnya adalah tetap melunasi hutang dengan segera, jika ada kita dapat menjual beberapa aset untuk melunasinya atau dengan cara lainnya.

Baca Juga Pelajaran Penting Yang Dapat Dipetik Saat Gagal Dalam Berbisnis

Analisa Kegagalan Bisnis

Terahir yang harus dilakukan jika kita mengalami kebangkrutan dalam berbisnis adalah menganalisa kembali apa yang menjadi penyebab gagalnya bisnis.

Analisa disini dimaksudkan sebagai pedoman apakah bisnis yang gagal tersebut masih bisa di upayakan untuk di perbaiki kembali atau mungkin kita harus memilih bisnis lain.

Jika bangkrutnya bisnis disebabkan oleh karena produk sudah tidak diminati lagi oleh konsumen tentu kita harus mencari ide lain untuk menciptakan produk yang lebih di butuhkan.

Jika bangkrutnya bisnis disebabkan kesalahan pengelolaan, salah strategi, salah melangkah dan sebagainya, bisnis ini masih bisa diperbaiki kembali tentunya dengan pengelolaan yang lebih maksimal.