Ulasan Lengkap Menjalankan Bisnis Ayam Potong

Tahukah anda daging ayam yang biasa kita makan sehari mampu menghasilkan keuntungan yang besar untuk para pelaku bisnisnya.

Perhatikan saja dalam setiap harinya berapa banyak jumlah ayam potong yang diperlukan untuk menutupi kebutuhan konsumen, tentunya bisa puluhan ton jumlahnya. Peluang usaha ternak yang menjanjikan ini tentu sangat sayang untuk dilewatkan.

Ingin ikut menghasilkan keuntungan dari bisnis ayam potong ? simak ulasan lengkapnya di artikel kali ini.

Bisnis Ayam Potong

Memulai Bisnis Ternak Ayam Potong atau Ayam Broiler

Ayam potong yang lumrah di konsumsi oleh masyarakat dan di ternakan berjenis ayam broiler yang memiliki kelebihan pada pertumbuhannya yang sangat cepat, pada umur 35 hingga 40 hari saja jenis ayam yang satu ini sudah bisa di jual ke pasaran.

Perlu di ketahui untuk memulai bisnis ternak ayam potong kita dapat melakukannya dengan dua cara, yang pertama adalah dengan menjalankannya secara mandiri dan kedua menjalankannya dengan program kemitraan.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun yang sudah pasti memilih menjalankannya secara mandiri tentu saja akan membutuhkan modal yang lebih besar.

Sedangkan jika dijalankan secara kemitraan modal yang dibutuhkan lebih kecil, karena sesuai namanya kemitraan atau dijalankan bersama mitra usaha (Perusahaan).

Bisnis Ayam Potong Sistim Kemitraan

Menjalankan bisnis ini dengan sistim kemitraan kita hanya cukup menyediakan lahan serta bangunan kandang termasuk peralatan dan juga tenaga kerja untuk pemeliharaan.

Sedangkan untuk Sapronak atau istilah sebutan untuk Sarana Produksi Peternakan berupa bibit ayam, pakan ayam dan juga vitamin beserta obat-obatan telah di sediakan oleh perusahaan.

Intinya bertenak ayam potong dengan sistim kemitraan bisnis di jalankan oleh dua pihak, pertama Peternak atau disebut juga Plasma dengan perusahaan inti sebagai mitranya.

Sistim kerjanya, perusahaan inti akan memasok Sapronak lalu pemeliharaan akan menjadi tanggung jawab peternak hingga panen. Peternak tidak harus mengeluarkan modal untuk pembelian Sapronak karena biaya tersebut akan di bebankan pada masa panen.

Sedangkan untuk pemasaran ayam potong sepenuhnya menjadi milik perusahaan inti, dengan harga pembelian kepada peternak yang sudah ditentukan dari awal masa kerja sama dilakukan (kontrak).

Menjalankan bisnis ayam potong dengan sistim kemitraan seperti ini bisa menjadi pilihan bagi para peternak yang memiliki modal pas-pasan serta masih minim pengalaman terutama dalam hal pemasaran.

Bisnis Ayam Potong Sistim Mandiri

Sesuai namanya menjalankannya secara mandiri berarti kita menjalankan bisnis ini mulai dari nol hingga ayam bisa di jual ke pasaran dijalankan sendirian.

Modal yang diperlukan tentu saja menjadi lebih besar, karena selain harus menyediakan lahan dan kandang selanjutnya kitapun harus mempersiapkan bibit, pakan dan juga obat-obatan.

Setelah pemeliharaan hingga bisa dipanen kita pun harus bisa menjual ayam potong kepasaran untuk dapat menghasilkan keuntungan.

Yang menjadi kelebihan dengan sistem mandiri adalah kita sendiri yang mengontrol harga pembelian sarana produksi peternakan dan juga harga jual ayam setelah panen ke pasaran.

Namun sebaiknya untuk bisnis ayam broiler dengan sistim mandiri peternak harus memilik modal serta pengalaman yang cukup dalam hal pemeliharaan dan pemasaran.

Baca Juga Bisnis Ayam Organik, Permintaan Pasar Terus Meningkat

Tips Berternak Ayam Potong

Dari kedua model bisnis ayam potong di atas apapun yang di pilih tetap keduanya menuntut kemampuan untuk bisa berternak dengan baik.

Tentu tidak mudah, pasalnya ayam termasuk hewan yang rentan terhadap penyakit. Beberapa tipsnya agar ternak ayam potong bisa berhasil hingga panen adalah sebagai berikut.

  • Menjaga Kebersihan Kandang

Sepanjang hidupnya ayam broiler selalu tinggal di dalam kandang, oleh karenanya paling penting agar ayam tetap hidup sehat adalah menjaga kebersihan kandangnya.

Terutama membersikan kotoran yang bertebaran di alas kandang, kotoran yang menumpuk akan menjadi sarang penyakit untuk ayam itu sendiri, pembersihan sebaiknya dilakukan setiap hari.

Ada baiknya juga membuat kandang ternak ayam dengan sistim panggung sehingga lebih mudah untuk membersihkan kotorannya.

  • Memilih Bibit Berkulitas

Bibit ayam broiler atau disebut DOC (Day Old Chick) harus dipilih dengan seksama karena menentukan kesehatannya dikemudian hari.

Adapun ciri-ciri DOC yang berkualitas diantaranya adalah memiliki berat per ekor sekitar 37 gram, tidak terdapat kelainan pada tubuhnya, dan memiliki bulu yang kering.

  • Perawatan Ayam

Selain menjaga kebersihan kandang, perawatan ayam potong juga meliputi pemberian pakan dan minum yang bernutrisi lengkap sehingga pertumbuhannya bisa lebih cepat.

Jangan lupa juga pemberian vaksin dilakukan saat ayam berumur sekitar 5 hari, pemberian vaksin dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya melalui air minum, vaksin tetes, dan juga vaksin suntik.

Baca Juga Analisa Peluang Usaha Ternak Ayam Petelur

Itulah ulasan mengenai bisnis ayam potong yang dapat kami paparkan, semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk pembaca semua.

Berternak ayam potong sangat membutuhkan pengalaman maka dari itu untuk anda yang masih pemula perlu niat yang cukup kuat untuk bisa sukses menjalankannya, jangan sampai menyerah di tengah jalan saat menemui kegagalan.

Semoga Sukses…