Beberapa Cara Menjual Kendaraan Yang Masih Kredit

Tidak dapat dipungkiri, saat kebutuhan keuangan tengah tedesak, berbagai cara selalu ditempuh untuk mengatasinya. Asalkan halal dan tidak merugikan diri sendiri atau orang lain, tentunya hal tersebut tidaklah menjadi masalah. Hitung-hitung sebagai salah satu bentuk usaha kita untuk mempertahankan kondisi finansial agar tetap sehat.

Menjual aset yang dimiliki biasanya menjadi pilihan terahir yang mau tidak mau harus di lakukan. Dan salah satu aset yang paling sering menjadi sasaran untuk dijual adalah kendaraan. Pasalnya kendaraan merupakan barang yang cukup mudah diuangkan, karena kebutuhan pasar akan produk ini sangatlah tinggi.

Namun bagaimana jika kendaraan tersebut belum mutlak dimiliki sendiri alias kendaraan yang masih dalam masa kredit ?

Tenang pilihan tersebut masih sangat mungkin untuk dilakukan, meski tidak menutup kemungkinan bisa saja kita mengalami sedikit kerugian. Yang menjadi sebab utama adalah karena kendaraan merupakan produk yang rentan terkena penurunan nilai jual cukup tinggi, tidak seperti properti atau logam mulia.

Terdapat beberapa cara untuk menjual kendaraan baik itu mobil ataupun motor yang masih kredit. Diantaranya yang paling sering ditempuh adalah sebagai berikut :

Menjual Kendaraan Yang Masih Kredit

Menjual Dengan Cara OverKredit

Over kredit bisa diartikan mengalihkan kredit kendaraan kepada pihak lain. Jadi pemilik kendaraan pertama selanjutnya tidak harus lagi membayar kewajiban cicilan kepada pihak leasing.

Dan selain itu sejumlah uang DP atau Down Payment yang dahulu di bayarkan dalam kondisi tertentu dapat kembali seperti sediakala atau bahkan meningkat nilainya apabila kendaraan telah dicicili dalam waktu yang cukup panjang. Uang inilah yang nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak.

Advertisement

Cara yang bisa dilakukan untuk melakukan over kredit kendaraan cukuplah mudah. Pertama, dengan cara mencari secara langsung pembeli yang berminat dengan kendaraan dan negosiasikan pengembalian besaran nilai DP yang kita inginkan.

Jika dihasilkan kesepakatan selanjutnya kita pun wajib memberikan laporan kepada pihak leasing untuk diproses perubahan nama penanggung kredit dan menyerahkan kendaraan ke pemilik baru.

Cara kedua melakukan over kredit adalah dengan menjualnya terlebih dahulu dengan nilai jual dipasaran seluruhnya. Lalu uang yang didapat tersebut kita bayarkan ke leasing untuk melunasi cicilan seluruhnya. Dan sisa dari pelunasan tersebut akan menjadi milik kita.

Over ke Leasing lain (Refinancing)

Refinancing berarti memindahkan kredit ke leasing lain dengan maksud mendapatkan dana cicilan yang sudah pernah dikeluarkan. Dengan cara ini, dana bisa didapatkan tanpa kehilangan kendaraan. Namun cicilan akan tetap berjalan plus masa angsuran yang menjadi bertambah lama.

Contohnya anda memiliki cicilan mobil sebesar 10 x 5 juta rupiah dan akan di over ke leasing lain.  Leasing baru tersebut diketahui dapat memberikan sejumlah dana dengan agunan mobil tersebut sebesar 100 juta rupiah.

Dengan demikian, sisa cicilan sebelumnya sebesar 10 x 5 juta = 50 juta dapat dilunasi secara keseluruhan oleh dana yang didapat dari leasing baru. Dan mendapatkan sisanya sebesar 50 juta rupiah.

Setelah proses ini berjalan, kitapun tetap memiliki kewajiban cicilan kepada leasing baru atas pinjamannya sebesar 100 juta tadi.

Baca Juga Arikel :

Perlu diperhatikan kedua cara menjual kendaraan yang masih kredit diatas sebenarnya tetap mengurangi nilai uang yang sudah dikeluarkan secara keseluruhan kepada leasing. Pasalnya, harga kendaraan setiap waktu terus menurun, dan ditambah lagi adanya nilai bunga yang diterapkan oleh leasing. Maka dari itu, pilih opsi ini jika benar-benar dibutuhkan.