Asuransi Endowment (Dwiguna) Untuk Persiapan Dana Pendidikan

Pendidikan adalah salah satu bidang yang terkena dampak inflasi yang paling tinggi. Bahkan para pakar keuangan memberikan nilai yang cukup fantastis bahwa pertumbuhan inflasi di bidang pendidikan bisa mencapai 6% hingga 20% per-tahun. Kita sebagai orang tua sangat merasakan dampaknya yaitu kesulitan untuk mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak di masa mendatang. Bayangkan biaya pendidikan bisa naik berlipat-lipat hanya dalam jangka waktu beberapa tahun saja.

Solusi menabung secara konvensional sudah tidak lagi mampu menalangi kebutuhan dana pendidikan karena nilainya akan dengan mudah tergerus oleh perputaran waktu. Kemudian muncul trend investasi murni yang ternyata tidak mudah dijalankan oleh semua orang karena resikonya yang fluktuatif. Terlebih lagi, kondisi ini masih akan dibebani dengan kebutuhan proteksi orang tua sebagai pencari nafkah. Untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan pendidikan tuntas, maka diperlukan pengorbanan yang cukup berat terutama jika tidak didukung dengan kesiapan finansial yang matang.

Asuransi Endowment

Banyak Orang Beralih ke Instrumen Investasi Murni

Dalam mempersiapkan dana masa depan, kita sepakat bahwa investasi menjadi pilihan yang paling bisa diandalkan terlepas mana resiko yang ingin diambil. Seperti halnya emas dan perak masih sangat potensial digunakan untuk investasi jangka panjang. Reksadana juga masih laris manis dipasaran karena adanya berbagai macam pilihan investasi yang dibantu oleh manajer investasi. Sektor saham juga menjadi portofolio yang menjanjikan jika ingin mengambil resiko yang tinggi.

Kembali pada prinsip perencanaan keuangan. Dalam perencanaan keuangan setiap individu setidaknya pasti mengalokasikan dana yang mereka miliki untuk empat kebutuhan, yaitu konsumsi, tabungan, investasi dan proteksi. Keempat unsur tersebut mutlak harus dipenuhi untuk mencapai kondisi finansial yang sehat serta mendapatkan ekspektasi-ekspektasi yang ditargetkan seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

Melihat kenyataan di atas untuk urusan dana talangan, investasi murni memang masih sulit ditandingi. Lantas kenapa memilih asuransi dwiguna (endowment) untuk persiapan dana pendidikan? Kan asuransi dwiguna bukan termasuk investasi? Berikut alasannya :

Melirik Nilai Tunai dan Fitur Proteksi Asuransi Dwiguna

Jika dilihat dari karakternya asuransi dwiguna sama sekali bukan sebuah sarana investasi namun hanya sebatas menabung. Uang premium yang dibayarkan akan diakumulasikan sampai jangka waktu yang disepakati. Jika ada klaim maka nama orang yang diasuransikan akan mendapatkan Uang Pertanggungan. Jika tidak ada klaim maka setelah jatuh tempo pemegang polis mendapatkan pengembalian Nilai Tunai.

Nilai tunai dan fitur proteksi inilah yang membedakan tabungan asuransi dwiguna berbeda dengan tabungan konvensional lainnya. Asuransi akan menjamin keberlangsungan tabungan serta melindungi pemegang polis dari situasi buruk.

Kelebihan lain dari dwiguna adalah adanya fitur lock dimana uang anda yang sudah dibayarkan akan dikunci dan tidak bisa dialihkan ke instumen lain meskipun saat itu sedang naik daun dan menguntungkan. Jadi uang anda akan lebih aman dan tidak terganggu oleh keperluan lain. Ini juga membantu anda lebih disiplin dalam menabung sesuai rencana yang telah disepakati.

Lantas bagaimana dengan laju inflasi? Ini kaitannya dengan bagaimana anda merencanakan asuransi dwiguna untuk persiapan dana pendidikan. Kita ulas pada poin selanjutnya.

Baca Juga Memilih Asuransi Pendidikan Anak Terbaik Sesuai dengan Kebutuhan

Jadikan Asuransi Dwiguna Sebagai Back-up Plan Persiapan Dana Pendidikan

Lagi-lagi ketika kita menabung yang tujuannya untuk persiapan dana jangka panjang, resikonya adalah laju infasi. Jika kebutuhan dana pendidikan di masa mendatang cukup besar, maka asuransi dwiguna bisa dijadikan rencana cadangan selain investasi. Ini memberikan rasa aman kepada pemegang polis terhadap resiko yang mungkin terjadi ketika menafkahi anak dan istrinya. Jika terjadi sesuatu maka nilai tunai sekaligus uang pertanggungan bisa dijadikan tambahan untuk persiapan dana pendidikan.

Jadi kesimpulannya, asuransi dwiguna sendiri menurut kami kurang tepat jika dijadikan andalan untuk persiapan dana pendidikan. Akan lebih bagus jika jenis asuransi ini dijadikan rencana cadangan. Meskipun anda akan mengeluarkan modal dua kali lipat, namun hasil yang diharapkan akan lebih masuk akal dari pada mengambil asuransi pendidikan murni. Banyak sekali instrumen investasi murni yang bisa dipilih baik berdasarkan tingkat resikonya maupun jangka waktunya. Sebut saja emas dan perak adalah contoh investasi jangka panjang yang cukup menjanjikan dengan resiko ringan.