Analisa Waralaba Alfamart Dan Indomaret

Di antara minimarket yang tersebar di seluruh sudut kota maupun desa saat ini adalah alfamart dan indomaret. Keduanya bisa dijalankan oleh perorangan dengan sistem usaha waralaba atau franchise. Kedua toko tersebut selalu menghiasi tepi jalanan dan hampir dapat dipastikan selalu berdekatan.

Uniknya, meskipun keduanya berdekatan namun pembeli kedua toko tersebut masih saja banyak yang membeli. Semua itu bisa terjadi karena keduanya memiliki pola marketing yang hampir sama. Mereka pun memiliki strategi bisnis yang telah matang sehingga mudah mengena di hati masyarakat.

Perkembangan daya jual beli di Indonesia semakin meningkat. Hal itu dapat dilihat dari semakin ramainya toko-toko atau minimarket bahkan supermarket yang berdiri di daerah-daerah kecil sekalipun. Pendirian minimarket atau supermarket tentu tidak dilakukan dengan asal-asalan. Sebab, mendirikan pusat perbelanjaan seperti itu tentu memiliki resiko yang sangat tinggi jika gagal.

Profil Perusahaan

Minimarket indomaret adalah salah satu minimarket yang menjual kebutuhan pokok. Indomaret didirikan dan dikelola oleh PT. Indomarco Prismatama pada tahun 1988. Pada tahun 1997 perusahaan tersebut mulai mengembangkan bisnis waralaba yang pertama kali ada di Indonesia dengan bentuk Indomaret. Karena konsepnya yang unik dan dikerjakan secara profesional maka pada Mei 2010 indomaret telah memiliki 4261 toko. Sebagian dimiliki oleh perorangan dengan total 2.444 dan sebagian lagi dimiliki oleh masyarakat dengan total 1.817 toko. Jumlah yang sangat luar biasa tentunya.

analisa waralaba indomaret dan alfamart

Advertisement

Sedangkan Alfamart adalah swalayan kecil yang didirikan oleh Djoko Sutanto pada tanggal 22 Februari 1989. Pada perkembangannya aset perusahaan Alfamart dimiliki oleh PT. Sampoerna, Tbk sebanyak 70% dan PT. Sigmantara Alfindo sebesar 30%. Hingga saat ini Alfamart telah memiliki 21 kantor cabang dan lebih dari 6000 toko. Tentu angka yang cukup sebanding dengan indomaret. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kedua minimarket tersebut sangat cepat dan sukses mengambil hati masyarakat.

Di antara penyebab pesatnya perkembangan waralaba kedua minimarket tersebut tentu ada resep rahasia perusahaan yang terus dijaga. Di antara rahasia tersebut adalah jenis barang yang disediakan keduanya bisa dikatakan hampir sama yaitu memenuhi kebutuhan primer dan skunder masyarakat. Seperti makanan, minuman, alat tulis, pulsa, produk kecantikan, hingga peralatan dapur, dan lain sebagainya.

Poin utamanya yaitu tidak ada satu barang pun yang jauh dari kehidupan masyarakat kecil dan menengah. Selain itu, harga jual produknya pun sangat terjangkau sehingga tidak heran apabila minimarket tersebut tersebar luas di daerah-daerah kecil hingga besar. Inilah sebagian kunci sukses waralaba alfamart dan indomaret.

Syarat Pembelian Waralaba

Untuk bisa membeli hak waralaba atau sistim franchise untuk kedua mini market tersebut kurang lebih memiliki syarat yang hampir sama, diantaranya sebagai berikut :

  1. Berwarga negara Indonesia
  2. Memiliki lahan usaha dengan luas kurang lebih 90 m2 hingga 150 m2 ( Bisa milik sendiri maupun sewa )
  3. Memiliki Surat-surat perijinan seperti NPWP,PKP,KTP dan sebagainya.
  4. Lolos survey kelayakan lokasi
  5. Menyelesaikan Anggaran Biaya ( berkisar antara 250 juta hingga 500 juta rupiah )

Dengan melihat anggaran modal yang di perlukan untuk menjalankan waralaba ini maka usaha ini termasuk kedalam kategori skala menengah keatas karena memutuhkan modal yang cukup besar. Akan tetapi dengan nama besar yang di sandang kedua minimarket tersebut, modal sebesar itu tergolong masuk akal.

Sebabnya segala sesuatu mengenai teknis untuk mendirikan sebuah minimarket telah dipersiapkan secara profesional, bahkan hingga distribusi stok barang dan promosi pun sudah termasuk tanggung jawab pihak menjual waralaba.

Baca juga artikel Tips Memilih Usaha Waralaba