Anak Muda Belum Perlu Asuransi Jiwa! Inilah Alasannya

Banyak yang menyarankan anak muda harus ikut asuransi jiwa sedini mungkin, bahkan kalau bisa dimulai sejak mereka memiliki penghasilan sendiri dan belum punya tanggungan keluarga. Kita sepakat bahwa proteksi diri atau dalam hal ini asuransi jiwa merupakan salah satu langkah perencanaan keuangan yang harus dipikirkan. Pertanyaanya, apakah tepat jika asuransi jiwa adalah kebutuhan prioritas anak muda yang belum berkeluarga?

Kami yakin pertanyaan di atas pasti mengundang banyak silang pendapat. Melihat sisi praktisnya kami akan membawa anda untuk membuat analisis kecil-kecilan tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh anak-anak muda untuk mengatur finansial sehingga ketika berkeluarga nantinya bisa lebih matang.

Alasan Kebanyakan Orang Ikut Asuransi Jiwa di Usia Muda

Anak Muda Tidak Perlu Asuransi Jiwa

Terkait Uang Pertanggungan dan Premi

Pertama terkait dengan uang pertanggungan (UP) dikaitkan dengan biaya premi. Banyak sekali iming-iming bahwa dengan ikut asuransi sejak usia muda memberikan potensi uang pertanggungan yang tinggi sementara preminya cukup ringan. Jadi asumsi ini menganggap bahwa jika asuransi dimulai sejak dini maka ketika jatuh tempo tiba, mereka bisa berharap pada nilai tunai yang besar atau kalau terjadi suatu musibah mereka akan dapat merecover kondisi keuangan dengan mudah. Singkatnya mereka bisa menabung sekaligus mendapatkan proteksi.

Analisis Sederhana…,

Terkait dengan menabung dan proteksi. Menabung bisa dikatakan kurang sesuai untuk anak muda yang masih memiliki semangat membara, karena uang  yang ditabungkan bisa dengan mudah tergerus arus inflasi. Menabung adalah cara mengumpulkan uang yang tergolong statis dan masih ada alternatif lain yang lebih bagus bagi anak muda untuk menempatkan uangnya ke dalam hal-hal lebih produktif, seperti membangun usaha misalnya.

Terkait dengan proteksi jiwa, kita bisa menganalisis secara sederhana dari tujuan asuransi jiwa itu sendiri. Pada prinsipnya asuransi jiwa dibuat untuk orang-orang yang memiliki tanggungan jiwa yaitu anak dan istri. Tujuan orang tua membeli polis asuransi jiwa karena mereka ingin menjadi tertanggung dan ingin melimpahkan manfaat (uang pertanggungan) kepada nama orang yang jiwanya ditangung (anak/istri). Jadi ketika tertanggung terkena musibah dan menyebabkan kematian, maka kebutuhan finansial orang yang jiwanya ditanggung tetap terjamin.

Dilihat dari sudut pandang kebutuhan proteksi dan uang pertanggungan, sebenarnya anak muda yang belum berkeluarga belum perlu asuransi jiwa karena mereka belum memiliki orang yang dapat ditanggung.

Kan untuk jaga-jaga disaat ketika sudah berkeluarga dan memiliki anak nanti? Kan preminya lebih murah? Memang berjaga-jaga adalah prinsip asuransi itu sendiri, namun jika belum memiliki proyeksi yang jelas, maka usaha tersebut bisa jadi sia-sia dan kurang tepat sasaran.

Advertisement

Terkait Manfaat Nilai Tunai

Hampir semua jenis asuransi jiwa yang beredar di pasaran adalah produk yang menawarkan manfaat nilai tunai. Senjata bagi produk-produk asuransi jiwa yang memiliki embel-embel “anak muda” pasti menerangkan bahwa nilai tunai tersebut bisa memberi manfaat ketika jatuh tempo. Pertanyaanya, apakah manfaatnya bisa maksimal untuk orang seusia mereka yang katakanlah masih usia 20-an?

Analisis Sederhana…,

Asuransi jiwa yang memberikan nilai tunai adalah jenis asuransi jiwa dwiguna, asuransi syariah dan asuransi Unit Link. Asuransi jiwa dwiguna memberikan nilai tunai, akan tetapi proyeksinya jangka panjang. Terlebih lagi dwiguna tidak ada fasilitas investasi seperti Unit Link. Jika diharapkan nilai tunainya, maka dalam jangka waktu puluhan tahun ke depan pasti nilainya sudah berkurang karena inflasi.

Ketika mengambil asuransi jiwa syari’ah memang untuk produk tertentu memberikan nilai tunai, akan tetapi tetap saja sifatnya adalah saving (tabungan). Sedikit lebih produktif adalah Unit Link. Meskipun demikian pada dasarnya Unit Link adalah produk bagi orang yang memiliki dana  lebih sementara mereka tidak memiliki banyak waktu menginvestasikan dana agar lebih produktif. Jadi, ketika  mengambil Unit Link sebenarnya sangat disayangkan karena seusia 20-an masih belum perlu membayar yang namanya convenient fee yang menjadi syarat wajib di Unit Link.

Baca Juga Memilih Asuransi Pendidikan Anak Terbaik Sesuai dengan Kebutuhan

Anak Muda Lebih Tepat Jika Fokus Investasi

Di usia yang masih bugar, sebaiknya anak muda jangan terlalu membayangkan yang tidak-tidak, apalagi belum berkeluarga dan belum memiliki anak. Lebih baik mereka mengatur finansial agar mapan dan fokus investasi. Mereka bisa memutar otak dan memeras keringat untuk menemukan pos-pos investasi yang paling cocok dan menguntungkan. Dengan beban hidup yang masih ringan mereka bisa melakukan penjajakan ke berbagai macam instrumen investasi. Bahkan sekali-kali mereka harus mencoba instrumen investasi yang resikonya tinggi seperti saham. Investasi saham bisa diprioritaskan untuk jangka pendek, sehingga jikalaupun merugi bisa dijadikan bahan pembelajaran.

Jika investasi dimulai sejak usia muda, maka untuk menata finansial akan lebih mudah sebagai bekal ketika sudah berkeluarga nantinya. Jikalau memang dirasa memerlukan asuransi, maka pilihlah secara parsial sesuai dengan kebutuhan sekarang. Misalnya asuransi kendaraan, kesehatan atau asuransi mikro. Intinya, pilihlah sesuai dengan prioritas dan kebutuhan.