6 Cara Ini Bikin Bisnismu Tidak Kalah Bersaing Dengan Bisnis Lainnya !

Membangun usaha dan mendapatkan keuntungan dari usaha tersebut merupakan keinginan banyak orang. Bukan hanya mereka yang memiliki modal besar dan dapat mendirikan usaha apa saja. Pegawai kantor pun sekarang ini sudah banyak yang menabung modal untuk membuat usaha kecil sebagai bisnis sampingan.

Banyak orang yang berlomba-lomba mendirikan berbagai jenis usaha mulai dari kuliner, fashion, sampai menanam modal di berbagai perusahaan. Meningkatnya daya saing dan daya beli konsumen adalah salah satu faktor yang mendorong fenomena pendirian usaha menengah kebawah ini menjamur dimana-mana.

Namun, tidak sedikit orang yang sesungguhnya memiliki modal tapi takut untuk memulai usaha. Mulai dari ragu karena takutnya usaha yang akan mereka dirikan tidak menarik cukup banyak konsumen, modal yang dimiliki tidak mencukupi, hingga ragu untuk bersaing dengan pelaku bisnis lainnya.

Sesungguhnya, sebesar apapun modal yang dimiliki untuk membuka sebuah usaha, resiko dan kendala akan tetap ada. Jadi, jangan pernah takut untuk memulai usaha. Berikut adalah tips yang bisa kamu cermati sebelum kamu memulai usaha agar mampu bersaing dengan bisnis lainnya.

business

1. Buat Konsep Usaha

Apakah usaha yang ingin kamu dirikan merupakan usaha penyedia jasa atau penyedia barang?

Membuat konsep usaha sama dengan membangun pondasi pada sebuah rumah. Jika konsep tidak kuat, maka dalam perjalanan kamu akan kehilangan arah.

Contohnya adalah ketika ingin memulai usaha, kamu berpikir untuk membuka cafe yang menyediakan makanan Indonesia. Namun seiring perjalanan waktu, kamu berpikir bahwa makanan Jepang mungkin akan lebih populer dan memutuskan untuk membuat konsep dari awal.

Jika hal ini terjadi, yang akan menanggung rugi adalah dirimu sendiri. Selain adanya biaya-biaya yang akan bertambah, jadwal usahamu untuk mulai berjalan tentu akan tertunda juga.

Maka dari itu, konsep yang kuat sangat diperlukan ketika kamu akan mulai menjalankan usaha. Sebelum memutuskan apa usaha yang ingin kamu buat dan membangun konsep, ada baiknya kamu melakukan riset ke berbagai tempat dan membaca banyak artikel tentang bisnis.

Misal kamu ingin memulai usaha kuliner, kunjungilah beberapa tempat makan dan catatlah hal-hal penting seperti makanan yang disajikan, cara penyajian, desain tempat dan rasa makanan. Hal ini juga berlaku bagi kamu yang ingin membuka usaha dan memberikan layanan jasa. Lakukanlah riset tentang bagaimana layanan jasa yang baik dan disukai oleh konsumen.

Ketika konsep sudah kuat dan kamu sudah yakin dengan usaha yang akan didirikan. Maka inilah saat yang tepat untuk memulai usaha.

2. Analisis SWOT

Konsep yang kuat mungkin sudah ada dan kamu sudah sangat yakin. Namun, pendirian usaha tentu akan memiliki banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor ini dapat bersifat positif maupun negatif.

Bisakah faktor negatif itu dihindari ? Jawabannya adalah tidak bisa, Namun kamu dapat mengantisipasi hal-hal tersebut dan meminimalisir dampak buruk bagi usahamu. Buatlah analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats).

Strengths, merupakan kekuatan atau keunggulan dalam usaha yang akan kamu bangun.

Tonjolkan keunggulan-keunggulan usaha barumu dari usaha yang telah ada sebelumnya. Jangan ragu untuk berkreasi dan menjadi unik. Menjadi berbeda dari usaha kebanyakan yang telah berdiri bisa jadi membuat usahamu lebih disukai.

Weaknesses, merupakan kelemahan dalam usahamu.

Jangan pernah berpikir bahwa usaha yang akan kamu dirikan merupakan usaha sempurna yang tidak memiliki kelemahan.Menganalisa kelemahan usahamu akan membuatmu lebih siap dalam menghadapi perubahan iklim pasar.

Opportunities, merupakan peluang pendirian usaha.

Advertisement

Hal ini membutuhkan kecermatan dalam menganalisis demografi dan menentukan segmentasi pasar. Analisis peluang dapat menjadi tolak ukurmu apakah usaha yang akan kamu dirikan baik atau tidak untuk dijalankan.

Threats, merupakan ancaman-ancaman yang mungkin akan datang ketika usahamu didirikan.

Ancaman ini dapat berasal dari usaha-usaha lama yang sudah ada maupun usaha-usaha baru yang mungkin akan bermunculan setelah usahamu berdiri.

3. Strategi Marketing Yang Tepat

Tentukan strategi marketing yang tepat bagi usahamu. Memberikan promosi-promosi selama periode waktu tertentu adalah salah satu contohnya.

Tapi jangan berpikir bahwa promosi adalah strategi dewa yang akan membuat usahamu sukses selamanya. Promosi yang berlebihan dan mengganggu justru memiliki potensi membuat usahamu tidak disukai. Di sisi lain, promosi yang tidak tepat dapat memakan biaya yang besar namun hasilnya sia-sia.

Jika segmentasi pasar dari usahamu adalah orang dengan penghasilan menengah kebawah. Maka strategi promosi seperti pemberian diskon, buy 1 get 1 free atau souvenir minimal pembelian adalah strategi yang tepat. Namun jika segmentasi pasar untuk usahamu adalah orang dengan penghasilan menengah ke bawah. Strategi ini dinilai kurang tepat.

Berikan promo yang sesuai dengan konsumen bidikanmu, Jangan memberikan promosi terlalu lama jika tidak ingin dinilai usaha yang kamu dirikan tidak laku atau berkembang lambat.

4. Berikan Service yang Baik

Servis adalah pengalaman. Pengalaman adalah faktor utama yang membuat konsumen mau kembali ke tempat usahamu baik usahamu barang atau jasa. Servis yang baik adalah pengalaman yang baik, begitu pula sebaliknya. Jika kamu memiliki pegawai, latihlah pegawai tersebut untuk memberikan pelayanan yang baik pada konsumen yang datang.

Jangan pernah marah jika konsumen memberikan kritik dan saran. Selalu berpikir positif bahwa mereka menginginkan usahamu menjadi lebih baik.

Ketika menghadapi pelanggan yang sulit dihadapi, kamu harus segera turun tangan dan mengambil tindakan. Bantulah pegawaimu ketika mereka kesulitan. Servis yang baik bukan hanya diperuntukkan bagi konsumen saja, namun juga bagi karyawan yang bekerja untukmu.

Jika karyawan bahagia, maka merekapun akan bekerja dengan bahagia.

5. Pertahankan Kualitas

Ketika menjalankan usaha, kamu pastilah memiliki standar kualitas baik itu untuk produk maupun jasa yang kamu jual. Jika pada akhirnya usaha yang kamu jalankan mendapatkan perhatian dan memancing konsumen setia, Sangat penting bagimu untuk menjaga kualitas seperti saat pertama kamu mendirikan usaha tersebut.

Seringkali pengusaha berpikir untuk menolerir penurunan standar produk atau jasa demi menghemat biaya dan waktu. Padahal jika hal ini dilakukan, besar kemungkinan konsumen tidak lagi puas dengan usahamu. Kamu bisa kehilangan pelanggan paling setia.

Baca juga menjalankan usaha dengan persaingan yang sehat

6. Evaluasi

Kamu sudah menganalisa ancaman yang mungkin akan terjadi ketika usahamu berdiri. Maka dari itu, jangan lupa untuk melakukan evaluasi bertahap pada usahamu. Apakah inovasi sudah sangat diperlukan atau belum ?

Promosi berkala seperti pada hari-hari khusus dan besar ataupun evaluasi biaya. Evaluasi biaya sangat diperlukan untuk melihat apakah selama periode usahamu berdiri terjadi peningkatan atau tidak. Apakah ada yang perlu diperbaiki maupun dipertahankan ?

Yang terpenting dari menjalankan usaha sendiri adalah konsistensi dirimu dalam mengelola. Jangan pernah malas untuk memonitor usahamu sendiri. Jangan terlena dengan keberadaan pegawai atau orang kepercayaan yang kamu tempatkan di sana. Pastikan kamu selalu up to date terhadap perkembangan trend saat ini. Semoga Sukses !

Baca juga artikel peluang usaha berpotensi yang minim persaingan

Baca juga tips sukses menghadapi kompetitor bisnis yang lebih besar