3 Masalah Yang Sering Menimpa Usaha Sistim Waralaba

Menjalankan bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih bagi Anda yang tengah mencoba merintis bisnis dari nol tanpa bekal pengalaman. Sudah pasti akan terasa amat sulit. Adapun bila Anda berencana membangun dan mengembangkan brand baru jelas membutuhkan kerja keras dan perjuangan.

Oleh karena itulah, sistem bisnis waralaba atau franchise tampil sebagai salah satu alternatif tepat bila ingin mencoba berbisnis. Pasalnya berbisnis dengan membawa brand yang sudah populer tentu tidak terlalu berat dibanding dengan membangun bisnis dari awal sendiri, sehingga tidak mengherankan jika usaha dengan sistem waralaba pun dari hari ke hari semakin diminati.

Memilih usaha dengan sistem ini memang menawarkan beberapa kelebihan yang menarik, Akan tetapi anda mesti ingat bahwa setiap jenis bisnis memiliki risiko. Bila Anda ingin mencoba bisnis waralaba, maka waspadalah dengan beberapa masalah yang kerap menimpa usaha waralaba berikut ini:

masalah usaha sistem waralaba

Kendala Pada Suplai Bahan Baku

Dalam bisnis franchise umumnya bahan baku produksi ditetapkan dan di seragamkan oleh pemilik franchisor. Misalnya bumbu yang mesti diambil dari produsen khusus ataupun dari franchisor itu sendiri. Semuanya bertujuan supaya setiap gerai memiliki standar produk sama.

Berkaitan dengan bahan baku ini tidak jarang muncul permasalahan berupa keterlambatan pengiriman. Sehingga secara langsung mengganggu kinerja produksi franchisee. Keterlambatan tersebut bisa dikarenakan banyak faktor. Baik faktor dari perusahaan ekspedisi atau dari karyawan pemasok.

Selain itu, kendala lain pada masalah suplai bahan baku adalah penerapan harga dari pemilik franchise yang terlampau tinggi, padahal dipasaran bebas juga tersedia bahan yang sama dengan harga yang jauh lebih murah. Tentunya jika hal ini terjadi bisa menjadi suatu dilema, di satu sisi kita diwajibkan membeli bahan di pemilik franchise, namun disisi lain kita berpeluang mendapatkan keuntungan lebih besar dengan menggunakan bahan dari pasar bebas.

Masalah Pada Reputasi Merk  

Memiliki hak untuk menjalankan bisnis dengan brand atau merk ternama tentu menjanjikan banyak keuntungan. Namun, jangan sampai hal tersebut malah membuat Anda terlena dan lalai. Perlu disadari bahwa franchise brand populer akan turut mengundang banyak orang yang tertarik untuk bergabung bersama di dalamnya.

Adanya banyak peserta franchise inilah yang amat berisiko memicu sejumlah masalah. Misalnya saja adanya banyak gerai dengan karakter pemilik yang amat berbeda-beda bisa jadi menyebakan citra buruk saat salah satunya bersikap kurang baik atau memberikan citra yang buruk kepada konsumen. Tentunya karena kita menjalankan usaha dengan brand yang sama, maka mau tidak mau kita pun akan di cap memiliki reputasi yang serupa dengannya.

Risiko bisa semakin mengerikan terlebih dengan perkembangan teknologi sekarang ini. Pelanggan yang kecewa dapat dengan mudah menyebarkan testimoni negatifnya di dunia maya. Kondisi ini jelas dapat menjadi makin parah bila tidak segera mendapat tanggapan sigap oleh sang pemilik waralaba utama.

Baca juga analisa waralaba alfamart dan indomaret

Kendala Dari Internal

Masalah yang satu ini pun menjadi penyebab kegagalan sebagian besar usaha dengan sistim waralaba. Salah satunya karena kurang serius menjalankannya, oleh sebab misalnya karena dijadikan sebagai sampingan di luar pekerjaan utama. Keterbatasan waktu mengelola bisnis franchisee akhirnya menjadi kesulitan utama.

Lalu juga yang seringkali menjadi kendala adalah pada pengaturan sumberdaya karyawan, sering kali kita lengah terhadap pengawasan sehingga berujung kepada kerugian. Masalah yang dihadapi bisa semakin rumit saat karyawan yang dipekerjakan berhenti bekerja mendadak sementara dan belum menemukan penggatinya, sehingga membiarkan gerai tutup dalam waktu lama, tentunya hal ini akan sangan merugikan usaha waralaba kita.

Baca juga artikel tips memilih usaha waralaba