2 Jenis Utang Yang Menguntungkan Dan Merugikan

Memiliki utang atau pinjaman akan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi sebagaian orang yang menanggungnya. Sering kita dengar istilah terlilit hutang yang kondisinya cukup membuat menderita dan stress dalam kehidupan.

Namun begitu tidak sedikit juga yang mengalami keadaan sebaliknya, dengan berhutang seseorang yang tadinya tidak memiliki apa-apa, berbalik keadaan menjadi seorang yang sukses dan kaya raya.

Mengapa bisa terjadi demikian ? Bagaimana caranya agar dengan berutang kita bisa memanfaatkannya dan menjadikan hidup kita semakin layak ?

Untuk menjawabnya, paling awal harus kita ketahui terlebih dahulu penggunaan utang, apakah telah di gunakan untuk hal yang menguntungkan atau merugikan. Berikut ulasannya.

2 jenis utang

Jenis Utang Yang Menuntungkan

Jika di manfaatkan dengan bijak, utang tidak akan selalu menjadi rintangan untuk meraih kesuksesan dan hidup lebih sejahtera, Malahan sebaliknya bisa menjadi salah satu jalan yang di tempuh untuk mencapainya.

Asalkan, pergunakan utang tersebut untuk hal yang menguntungkan, atau istilahnya utang produktif.

Utang produktif adalah, pinjaman yang tujuan penggunaannya untuk mendapatkan manfaat finansial. Seperti utang untuk di pergunakan sebagai modal usaha, keuntungan dari usaha yang dihasilkan akan mampu digunakan untuk membereskan cicilan pinjaman hingga melunasinya.

Dan selanjutnya, kentungan yang di hasilkan tersebut juga akan bisa di pergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, karena usaha akan bisa terus berjalan setelah pinjaman lunas.

Akan tetapi, tentu saja hal ini tidak bisa di dapatkan dengan mudah. Perlu adanya kemampuan menjalakan usaha dengan baik dan maksimal secara konsisten.

Baca juga modal yang harus dimiliki pebisnis selain uang

Jenis Utang Yang Merugikan

Selanjutnya juga jenis utang yang bisa merugikan. Jenis utang ini dikenal juga dengan istilah utang konsumtif.

Utang konsumtif ialah, utang yang dipergunakan untuk tujuan yang tidak memberikan manfaat finansial, atau tidak bisa menghasilkan uang kembali untuk melunasinya.

Misalnya, utang yang di pergunakan untuk kegiatan berlibur keluar negri, atau untuk membeli kendaraan, terkecuali kendaannya di pergunakan untuk usaha. Dan lain sebagainya.

Barang ataupun kegiatan yang di biayai dengan utang tersebut tentu saja tidak akan dapat menghasilkan untuk membayar cicilan, sehingga kita akan menggunakan dana pribadi dari penghasilan untuk menutupinya.

Pinjaman jenis ini yang umumnya memberatkan, terkecuali secara finansial kita telah di kategorikan mampu untuk menanggunya.

Baca juga menyikapi pinjaman modal usaha ke bank

Dengan adanya kedua jenis utang diatas, tentu kita bisa melihat perbedaannya dengan sangat jelas. Utang produktif akan bisa mendatangkan manfaat secara langsung terhadap penghasilan.

Cukup banyak pelaku bisnis atau usaha yang memanfaatkannya, bahkan hingga perusahaan-perusahaan besar yang terkenal saat ini pun masih mengandalkan utang untuk bisa berjalan.

Terpenting agar kondisi keuangan bisa terus sehat, pastikan aset yang kita miliki nilainya lebih besar dari pada utang yang kita tanggung.

Berbeda dengan utang konsumtif, utang di pergunakan untuk keperluan yang tidak mengasilkan kembali, sedangkan kewajiban untuk membayar pinjaman akan terus berjalan.

Hal ini cukup beresiko dan seringkali membuat pelakunya jatuh kedalam kesulitan yang diakibatkan dari pinjaman. Sebabnya adalah karena tidak memperhitungkan kemampuan dari penghasilan yang di miliki.

Baca juga cara mencari modal usaha kecil tanpa jaminan